Shalat Berjamaah Agar Menjadi Kaya, Ikhlaskah?

Bacaan shalat, bacaan sholat, Shalat berjamaah, sholat berjamaah, konsep ikhlas, tentang ikhlas, definisi ikhlas

Ini tentang shalat berjamaah dan konsep ikhlas. Ini sama sekali bukan konsep baru tentang ikhlas, jika anda membaca tuntas artikel ini insya_allah dapat memahaminya. Saya akan memaparkan fakta-fakta bahwa ikhlas itu bukannya tidak boleh berharap. Simak dialog ini:

“Shalat, dengan harapan ingin jadi orang kaya, boleh?”
“Boleh dong, kenapa tidak?”
“Lho, bukannya kita beribadah harus ikhlas?”
“Tentu saja! Tapi, ikhlas bukan berarti tidak boleh mengharap apapun”.
“Maksudnya?”
“Itu dia, anda shalat dengan mengharap jadi orang kaya itu boleh.”
“Penjelasannya?”.

Begini ….
Allah berfirman “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu” (Al Baqarah:45). Ini berarti, Allah akan memberi pertolongan kepada kita jika kita shalat. Praktisnya, lakukan shalat dengan baik, dan berharaplah kepada Allah untuk mendapat pertolongan dimudahkan menjadi orang kaya.

Shalat dengan mengharap hujan turun, boleh? Tentu boleh-boleh saja! Ini yang dinamakan dengan shalat Istisqa. Jangan bilang “shalat dengan mengharap sesuatu itu tidak ikhlas!” Sekali lagi, ikhlas itu bukan tidak boleh mengharap…

Definisi ikhlas yang lebih luwes adalah “bertindak dan berharap karena Allah”.

Shalat dengan mengharap kekayaan harta, biasanya dilakukan dengan shalat Dhuha, kemudian dipanjatkan harapan (doa) ini:
“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha (milik) Mu, kecantikan ialah kencantikan (milik) Mu, keindahan itu keindahan (milik) Mu, kekuatan itu kekuatan (milik) Mu, kekuasaan itu kekuasaan (milik) Mu, dan perlindungan itu perlindungan Mu.

Ya Allah, jika rizqiku masih diatas langit, turunkanlah, dan jika ada di didalam bumi, keluarkanlah, jika sukar, mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba Mu yang shaleh”.

Jadi, jangan bilang “shalat dengan mengharap kekayaan dunia itu tidak ikhlas!”

Seorang Ibu yang menyusui anaknya, dan berharap agar kelak anaknya menjadi shaleh itu adalah ibu yang ikhlas. Seorang pegawai yang bekerja dengan baik, lalu mengharap gaji dengan tujuan untuk memberi nafkah halal bagi keluarganya adalah pegawai yang ikhlas.

Ya, sang ibu dan pegawai keduanya sama-sama bertindak dan berharap karena Allah. Sekali lagi, ikhlas bukan berarti tidak boleh berharap. Tapi ikhlas adalah bertindak dan berharap karena Allah. Tindakan dan harapan mereka adalah tindakan dan harapan yang diridhai Allah.

Sebaliknya, jika harapan sang pegawai tadi adalah untuk mendapatkan gaji agar dia bisa membeli minuman keras, maka jelas: sang pegawai itu tidak ikhlas. Karena harapannya tidak diridhai oleh Allah. Pegawai yang korupsi juga disebut pegawai yang tidak ikhlas, karena tindakan kerjanya tidak diridhai Allah.

Shalat berjamaah dengan mengharap gaji pahala berlipat ganda juga tentu boleh. Karena harapan ini sangat diridhai Allah. Buktinya, Allah sendiri yang memberikan “iming-iming” tersebut. Karenanya, jangan pernah bilang “shalat dengan mengharap kekayaan pahala itu tidak ikhlas!”

Jika seorang muslim bilang, “Saya mah ikhlas, tidak shalat berjamaah di masjid untuk mengharap pahala berlipat ganda. Saya shalat di rumah saja, yang penting ikhlas mengharap ridha Allah saja.”

Itu bukan konsep ikhlas yang benar, Bung!

Ikhlas itu bertindak karena Allah. Tindakah anda tidak dicontohkan utusan Allah. Bahkan tindakan anda itu dibenci oleh sang kekasih Allah. Bahkan tindakan anda (tidak shalat berjamaah di masjid) disetarakan dengan orang-orang munafik. “Tiada dirasa berat oleh seorang munafik kecuali melaksankan shalat Isya dan Subuh. Padahal kalau mereka tahu akan keagungannya, niscaya mereka mendatanginya (ke masjid untuk shalat berjamaah) walaupun sambil merangkak-rangkak” (HR Bukhari, Muslim).

Jadi, tidak ada alasan “Shalat di rumah saja, yang penting ikhlas”. Inilah konsep ikhlas yang ngawur, karena tidak bertindak karena Allah, tapi saenake wudele dewek… 🙂

Shalat berjamaah di masjid agar menjadi kaya pahala (sampai 27 derajat), sesuai yang “dipromosikan” Rasul, itulah yang ikhlas! Bertindak karena Allah (dengan cara yang digariskan-Nya) dan berharap karena Allah (harapan yang diridhai-Nya), itulah ikhlas.

***

Baca juga: Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita
also founded by kw: sholat dhuha, sholat duha, sholat istisqo, sholat berjamaah

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  • 337
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    337
    Shares
  • 337
    Shares


public speaking

24 Replies to “Shalat Berjamaah Agar Menjadi Kaya, Ikhlaskah?”

  1. Asww, Bang Akhmad, saya melihat di masyarakat kita ada yang senang shalat sendiri dan ada juga yang sering sholat berjamaah di mesjid. Memang itu pilihan yah. Alasan bagi seorang yang shalat di rumah mungkin imam shalat membaca ayat panjang panjang tapi ruku dan sujudnya cepat sehingga kurang khusyu dan tumaninah, atau mungkinkah ada tafsir lain untuk kata berjamaah ini?
    Wassalam

  2. Wsww. Tidak shalat berjamaah di masjid, bagi laki-laki adalah pilihan yang salah. Tidak boleh meninggalkan shalat jamaah dengan alasan kurang khusyu (Pedoman Shalat, Prof. DR TM Hasbi Shidieq).

  3. Terima kasih usztad tausiahnya, Semoga Berkah Allah selalu terlimpahkan pada Usztad dan saya, sehingga saya bisa dengan ringan melaksanakan sholat-sholat sunah sesuai tuntunan. Aaamiiin.

  4. Mantap, sungguh tausiyah sangat bagus, terimakasih Pak Ustadz.

  5. Baik Pak UStadz, saya akan menjadi orang yang ikhlas karena Allah, Terimakasih sudah mengingatkan..

  6. Memang betul yang Pak Ustadz Bilang, kalau kita harus ikhlas untuk mengerjakan apapun teruma dalam shalat. Trims sudah mengingatkan..

  7. Terimakasih atas kiriman tausiyahnya Pak Ustadz..

  8. Terima kasih Pak Ustadz, saya ingin terus belajar beragama, terutama belajar ikhlas, khusu’, istiqamah dan sabar dalam beramal. Doakan Ustadz, wassalam

  9. Insya_allah kita saling mendoakan, Pak

  10. Semoga Bapak tetap jaya… 🙂

  11. Assalammualaikum Wr.Wb. Pa ustadz..Trmksh utk artikelnya….mantaaaab..sya ijin mengcopy utk saya share ke yg lain.. semoga saya bs istiqamah dgn shalat berjamaah n berharap menjadi kaya karna Allah..wassalam…

  12. Wa alaikum salam wr wb. Silakan, wong Cerbon 🙂

  13. mantaf nhe ustad,dengan shalat tertib waktu n tertib tempat yakni berjamaah di masjid mudah mudahan Allah memberi nikmat ihlas dalam hati…gud luck ustadz dengan dakwahnya

  14. Alhamdulillah. Btw, saya beberapa kali pernah ke tempat antum (Matarape, Langgi Kima, dekat perbatasan Sultra dan Sulteng).

  15. Saya sependapat dengan apa yang disampaikan Mas Ahmad, sebab sudah jelas Allah mengatakan bahwa jadikan sabar dan sholat sebagai penolong mu, apa saja yang kita inginkan dan kita minta melalui sholat adalah bentuk menjadikan sholat sebagai penolong, sehingga agama ini tidak sia-sia dan tidak ada lagi orang yang mengatakan, “saya sudah sholat, tapi kok miskin,”

  16. Sipp…saya sedang mempraktekannya. Tapi berhubungan atau tidak dengan doaku, semua datang tak terduga melampui harapan atau doaku. Terima kasih Alloh SWT dan Pak Ahmad, semoga selalu diberi kenikmatan sehat dan iman selalu agar terus berdakwah.

  17. Artikel yang bagus, dan selalu uptodate. Syukran. Insya Allah kita dapat melakukannya dengan istiqamah dan khusyu’ serta ikhlas, tentunya. Amin.

  18. ass. makasi ustad.. tausiyahnya… ijin copas artikelnya… ana mau masukkan dalam buku yg mau saya buat

Leave a Reply

Your email address will not be published.