Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita

Shalat berjamaah di masjid bagi wanitaLelaki tidak ada pilihan kecuali harus shalat berjamaah di masjid.  Lelaki yang memilih shalat berjamaah di rumah bersama keluarga, akan mendapat murka dari Rasulullah SAW.  Simak hadits berikut:

“Demi Dzat yang diriku ditangan-Nya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seseorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah,

kubakar mereka bersama rumah-rumahnya!” (HR Bukhari – Muslim).  Kalimat “bersama rumah-rumahnya”,  menunjukkan bahwa mereka (laki-laki) sangat tidak disukai (dibenci oleh Rasul), jika shalat di rumah!

Bagi kaum wanita ada dua pilihan, berdasarkan hadits di bawah ini:
“Jangan kamu melarang para wanita (shalat) di masjid, namun rumah mereka sebenarnya lebih baik untuk mereka” (HR Abu Daud dan Al-Hakim).  Hal ini berarti wanita boleh shalat di masjid ataupun di rumah.

Pilihan pertama: Jika wanita memilih shalat berjamaah di masjid pakailah pakaian sopan yang menutup aurat, dan tidak memakai wangi-wangian. “Perempuan mana saja yang memakai wangi-wangian, kemudian dia pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga dia mandi” (HR Ibnu Majah).

Pilihan kedua: Yang dimaksud dengan wanita lebih baik shalat di rumah, hal itu hanya berlaku jika dilakukan tepat waktu.  Dari Ibnu Masud RA, dia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, amalan apakah yang paling Allah cintai?, beliau bersabda: Shalat tepat pada waktunya” (HR Bukhari Muslim).

Hati-hati … Coba kita lihat, berapa banyak wanita yang memilih untuk shalat di rumah tapi tidak shalat tepat waktu?! Jika wanita kesulitan shalat tepat waktu di rumah, maka ia lebih baik shalat berjamaah di masjid demi menjaga shalat tepat waktu. Tegasnya, wanita yang memilih shalat berjamaah di masjid jauh lebih baik ketimbang wanita yang memilih shalat di rumah, tapi tidak tepat waktu.

Selain itu, wanita juga harus memberi dorongan kepada suami, ayah, saudara laki-laki dan anak laki-lakinya agar shalat berjamaah di masjid.

Imbalan bagi siapa saja yang memberi dorongan untuk shalat berjamaah di masjid: “Barangsiapa merintis jalan kebaikan dalam Islam, berarti dia memperoleh pahala (sendiri) dan pahala orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan tersebut dengan tiada mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR Muslim).

Konkretnya, jika kaum wanita selalu mengingatkan dan memberi motivasi kepada suami, anak laki-laki, saudara laki-laki, ayah dll untuk shalat berjamaah di masjid, maka ia akan memperoleh sebanyak pahala dari mereka yang berjamaah karena dorongannya itu, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Inilah peranan penting kaum wanita dalam membangun shalat berjamaah bagi keluarganya. “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS At Tahrim:6).

* * * * *

Untuk input kami, jika anda suka artikel ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M

61 thoughts on “Shalat Berjamaah di Masjid Bagi Wanita

      1. Dhany Nur

        Assalamualaikum Ustadz, mau nanya ustadz di tempat saya ada sebuah mushola, tetapi hanya saat bulan puasa warga yang memanfaatkannya untuk sholat isya’ tarawe dan subuh, setelah selesai bulan romadhon musholah tersebut tidak digunakan warga, saya sudah berusaha untuk solat berjamah di musholah tsb. tetapi tidak bisa karena tidak ada warga yang mau ke musholah, mereka memilih sholat dirumah, pertanyaan saya, apakan saya dan warga di komplek ini berdosa karena tidak memanfaatnya sebagaimana mestinya.

        Reply
        1. Akhmad Tefur Post author

          Wa alaikum salam wr wb. Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa hukum shalat berjamaah adalah fardhu kifayah. Merujuk pendapat ini, maka jika tidak ada yang shalat berjamaah semuanya mendapatkan dosa. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakad, jadi tidak berdosa bagi yang meninggalkannya. Terlepas dari perbedaan ini, sungguh rugi besar bagi yang meninggalkannya.

          Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Doa dengan melihat teks boleh saja, tapi diijabah atau tidaknya bukan ditentukan oleh melihat atau tidaknya teks.

      Reply
  1. Fatimah

    Ooh… Jadi bagi wanita boleh shalat berjamaah dimasjid, saya pikir wanita hanya shalat dirumah saja. Trimakasih Pencerahannya…

    Reply
  2. indra

    maaf pertanyaan sy di luar tema,,,,!!!!ada ustadz yg pernah blg sm sy bahwa klo kita keguguran maka janin yg keluar itu akn menjadi bidadari dn akan menyambut qta di surga nanti.. pertanyaan sy apakah yg demikian itu benar adax.. tlog penjelasanx,, agar sy tdk tersesat dr jln allah,,,

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Anak yang meninggal sebelum baligh akan langsung masuk surga. Sedangkan bagi Ibunya, belum tentu langsung masuk surga. Tergantung amalnya.
      Bila masa tinggal di neraka berakhir, dan selanjutnya masuk surga… maka sanak keluarga kita yang lebih dahulu ada di surga insya_allah menyambutnya.

      Reply
  3. indra

    makasih atas jawabanx,,, bgni pak ustadz,, apa benar kita harus mendoa2kn dgn cara menyediakn buah2an dan susu,, apa ada di ajaran islam seperti i2,,, tlog lg jawabanx,,,

    Reply
  4. indra

    assalamualaikum,,, pak ustadz sy mw nanya lg,,, bolehkah qta menambahkn doa setelah tahyatul akhir,, mengingat sy prnah mmbaca di slah satu buku bhwa itu di perbolehkn,,, tp sy pernah mnanyakn itu pd seorang ulamah tp dia blg sholat kita itu batal krn sdh mnambahkan bacaan lain di dlm sholat,,,, dn bgmna pula hukumx jika kita berdoa pd saat sujud,,, tlog jawabnx,,,,!!!!!!!!!!

    Reply
  5. subhan

    Ass Wr Wb,
    Sy menanggapi gerakan shalat waktu sujud dengan meletakkan tangan terlebidahulu baru lutut.tapi lebih nyaman kalau lutut dulu baru tangan.gimana tanggapan bapak.Wslm

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Sujud mendahulukan tangan menyentuh lantai haditsnya jelas, dan shahih menurut Syek Al Albani. Sebaiknya patokannya bukan kenyamanan.

      Reply
  6. inda_ris

    assalamualaikum pak ustadz, mo nanya amalan apa yg hrs diperbanyak terutama utk perempuan yg lagi haid karena konsekuensinya dia ga boleh sholat or baca Al Quran.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Boleh membaca Al Quran, tapi tidak dengan menyentuhnya (hafalan). Amalan lainnya tentu masih banyak, seperti: sedekah, membaca doa-doa harian, membaca buku-buku Islam, membahagiakan orang tua, tetangga dll

      Reply
  7. IIT

    Pa Ust. Akhmad Tefur terimaksih atas Ilmunya semoga Allah melipat gandakan pahala untuk Bpk, dgn adanya tulisan ini sy termotipasi utk lebih keras lagi mendorong anak lelaki sy utk lebih giat shalat berjamaah di mesjid. ( mohon doanya pa Ustd, dgn adanya perkembangan tehnologi yg semakin pesat shg menambah berat bagi org tua dlm mendidik anak-anak pd jaman sekarang smg kami para ortu diberi kesabaran dan Ilmu yang cukup oleh Allah)

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Ya, peranan Ibu sangat penting untuk membangun kebiasaan shalat berjamaah dalam keluarga. Untuk memotivasi suami dan anak-anak laki-laki

      Reply
  8. andi

    assalamualaikum ustadz…
    di kantor saya.. ada musholla kecil tempat saya dan temen2 kantor melakukan sholat jamaah (dzhur dan asyar). apakah saya sholat berjama’ah di musholla kantor sama nilainya dengan sholat berjamaah di masjid..? terima kasih

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Lebih utama di masjid. Tapi shalat berjamaah di musholla kantor juga sudah dianggap sebagai orang yang menunaikan shalat berjamaah. Adapun shalat berjamaah di rumah beserta keluarga tidak boleh.

      Reply
  9. rini

    Assamualaikum .. Pa Ust. Sah kah sholat kita bila gerakan sholat kita msh ada yang salah, karena pa waktu sujut sy selalu mendahulukan lutut..terimakasih pa ustadz atas pencerahannya

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Sujud dengan mendahulukan lutut menyentuh lantai juga tidak mengapa, karena ada yang berpendapat demikian. Ibu boleh berbeda gerakan atau bacaan, asal ada dasarnya. Prinsipnya, gerakan/cara shalat yang kita pilih, seharusnya adalah cara-cara yang pernah kita ketahui dasar haditsnya.

      Reply
  10. Yayuk susani

    ust bagaimana dengan seorang wanita yang mempunyai rumah deket masjid..wajibkah hukumnya solat dimasjid…
    maaf ust karena saya dulu sering solat dimasjid.tapi ketika masuk banyak laki” yang memandang saya apalagi pada waktu zuhur dan ashar karena banyak orang” yang bekerja kantoran deket masjid solat berjamaah juga

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wanita punya dua pilihan: shalat berjamaah di masjid, atau shalat di rumahnya dengan syarat shalat di awal waktu

      Reply
  11. ahmad jaelani

    assalamualaikum ustadz,selama ini saya kadang2 berjamaah di mushola deket rumah,tapi problemnya di musholla tsb bacaan imamnya sangat cepat dan jamaahnya sebagian besar anak kecil,belum baligh shg saya kurang khusu”,apakah boleh saya memilih masjid yg agak jauh dari rumah,padahal musholla nya sangat dekat

    Reply
  12. Kharis

    Assalamualaikum ustadz
    “Perempuan mana saja yang memakai wangi-wangian, kemudian dia pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga dia mandi” (HR Ibnu Majah).

    Berdasarkan dasar diatas,saya mau menanyakan ,jika tidak untuk pergi ke masjid apakah wanita masih boleh memakai wangi-wangian?
    Masalahnya ini berkaitan jika seorang wanita berpergian dan memakai wangi2an,dan dlm perjalan harus sholat dimasjid sedangkan keadaan tidak memungkinkan utk mandi terlebih dahulu.

    Terimakasih
    Wa’alaikumsalam

    Reply
  13. Herni

    Assalamu ‘alaikum..
    Z mo tanya , jika dua orang wanita sholat berjamaah dan salah satunya menjadi imam, imamnya itu berada di sebelah mana ? kanan atau kiri ? dan apa haditsnya ?

    Reply
  14. yati

    Assalamu’alaikum Ust. sering kita lihat orang berjamaah, antara laki-laki dan perempuan tapi jamaah perempuan berada disamping laki-laki. dibatasasi oleh tirai. itu bagaimana ust. Bukankah berjamaah laki-laki didepan perempuan dibelakang. terima kasih.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb.
      Walaupun tidak sampai membatalkan shalat, tapi tentu saja cara itu tidak ideal. Anda bisa usulkan ke pengurus masjid.

      Reply
  15. syahidah setya amin

    Assalamu’alaikum,ustad klo ada wanita yg ikt shalat jumat apakh gugur baginya shalat dzuhur?trimakasih jwbx

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Ya, kalau sudah ikutan shalat Jumat tidak perlu lagi shalat Dhuhur.

      Reply
      1. Akhmad Tefur Post author

        Wa alaikum salam.
        Untuk selanjutnya, silakan langsung saja Pak. Cukup izin satu kali. Jangan lupa cantumkan sumbernya.

        Reply
  16. makhfut

    Assalamu’alaikum,ustad sholat sunat jum’at setelah adzan itu disebut sholat qobliyah jum’at atau qobliyah dhuhur mohon jawabannya

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam. Ya, silakan baca artikel yang berjudul Surat Terbuka untuk Lelaki dan Media

      Reply
  17. Muchdori S

    Assalamu’alaikum. w. w.
    Mohon Hadist maupun Ayat Al-Qur’an tidak hanya ditulis terjemahannya saja tek aslinya dicantumkan juga, sehingga tidak terkesan sedang berusaha untuk menghilangkan Qur’an maupun hadist, makasih

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Terima kasih atas masukannya, Pak Muchdori. Untuk menulis teks bahasa Arab memerlukan waktu yang cukup lama. Staff kami juga masih terbatas jumlahnya. Karena itu, untuk saat ini belum dapat memenuhi harapan Bapak. Mohon maklum dan maaf.

      Reply
  18. Esi

    Assalamua’alaikum wr.wb,

    Mohon info Ustad, kalau punya anak lelaki umur 9 tahun namun mau sholat fardhu berjamaah bersama ibunya dirumah , mau tanya posisi si anak sebagai imam atau ibunya yang sebagai imam? berhubung anak mau sholat kalau berjamaah dan si anak belum lancar…. sedangkan tidak ada ayahnya. Mohon infonya ya Pak.. terima kasih sebelumnya..

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Kalau ayahnya ada justru tidak boleh, karena ayahnya harus berjamaah di masjid (bukan di rumah). Anak 9 tahun belum boleh menjadi imam karena belum baligh.

      Reply
  19. Datik

    Assalamau`alaikum wr.wb.
    Mohon info pak Ustad, kalau jamaah wanita berada di sebelah kiri laki-laki dan hanya ditutupi dengan tirai, lebih afdol berada di barisan paling depan atau paling belakang?.
    Terima kasih

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Ada yang berpendapat shalat sunnah fajar sama dengan shalat qabliyah Shubuh, ada juga yang mengatakan beda. Bagi yang mengatakan beda, 22nya tetap dilaksanakan sebelum shalat Subuh masing2 dua rakaat

      Reply
  20. Drajat Banyuwahono

    Assalamu’alaikum Ustadz,
    Saya mohon penjelasan lebih detail tentang hukum shalat berjamaah di rumah. Terus terang saya sering melakukannya shalat berjamaah dirumah bersama isteri dan anak anak (keluarga)juga ketika saya bertamu ke rumah family atau kerabat. Tolong ustadz jika selama ini hal yang saya lakukan tersebut adalah salah semoga Allah mengampuninya.

    Semula saya beranggapan dengan kebodohan saya, dikira hal itu baik karena tujuan saya ingin mengajari isteri dan anak anak sambil mendidik kebersamaan dalam keluarga.

    Sekali lagi mohon penjelasan, dan lupa saya ucapkan terimakasih
    Wassalam!

    Reply
  21. Sari Kisma

    Semoga saya bisa menjadi muslimah istiqomah di Jalan Allah. Aamiin. terima kasih ustad artikel2nya sangat bermanfaat bagi kami.

    Reply
  22. Zulkarnain Al Idrus

    BANYAK DIANTARA UMMAT YANG MAHIR HADITH KETIMBANG MAHIR AL QUR’AN. PADAHAL AL QUR’AN PERTAMA UTAMA SEBAGAI PEDOMAN DAN PELAJARAN. SAYANG KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK AMBIL PERDULI WALAU BERKALI KALI DIBERI INGAT.

    WAJIB SHALAT BERJAMAAH BAGI WANITA DI MASJID:
    “HAI MARYAM, TAATLAH KEPADA TUHANMU, SUJUD DAN RUKUKLAH BERSAMA ORANG ORANG YANG RUKUK”. (SURAH ALI IMRAN NO. 43.)

    INI AYAT YANG TERANG BENDERANG, MASIH ADAKAH YG SAMAR PEMAHAMANNYA??
    MARYAM TENTU SEORANG WANITA, DAN INI PERINTAH UNTUK KAUM WANITA AGAR JUGA BERJAMAAH DI MASJID. APABILA,….. KEADAAN AMAN, NYAMAN DAN MEMANG MEMUNGKINKAN MELAKSANAKNNYA, MAKA LAKUKANLAH. ALLAH MAHA ADIL, MASING2 PRIA ATAU WANITA BISA MENDAPATKAN HADIAH 27% ATAU 27 DERJAT ATAU 27 KALI LIPAT KEUNTUNGAN, MANA SUKA SILAHKAN PILIH.

    DISAMPING ITU, INI PERINTAH HAQQUL YAQIN DARI ALLAH SIAPA BERANI BANTAH ??? AL QUR’AN BERISIKAN KEYAQINAN 100%, BUKAN KERAGUAN SEBAGAIMANA HALNYA DENGAN HIKMAH RASUL, HARUS SIDIK DAN SELIDIK DLL.

    MUDAH2AN KAUM WANITA TELAH MENDAPATKAN HUJJAH NYATA UNTUK BERJAMAAH KE MASJID. YANG MASIH KURANG FAHAM SILAKAN TANYAKAN SAUDARA AHMAD TEFUR. MANY THANKS FOR AN ATTENTION.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>