Turut Bergembira atas Wafatnya Tetangga
Alhamdulillah di bulan Rajab ini ada tetangga saya meninggal dunia. Saya ingin share ceramah Islami singkat yang saya sampaikan di sana. Ada sedikit tambahan dan penjelasan terkait dengan teknik presentasi menarik. Semoga bermanfaat untuk sahabat-sahabat saya khususnya para penceramah, da’i, mubaligh, ustadz dan sahabat muslim pada umumnya.
Dalam ceramah Islami singkat di rumah duka ini, saya mengawalinya dengan ucapan berikut:
Hadirin yang saya hormati, saya mengucapkan turut bergembira atas meninggalnya Bapak Fulan bin Fulan….”
Saya berhenti sejenak menyapu pandang (eye contact) seluruh hadirin. Semua diam, nggak ada yang protes. Sebagian wajah menyimpan tanda tanya. Ada yang bengong dan yang cengar-cengir mendengar ucapan saya yang “keliru” itu.
Kemudian saya tegaskan…
Baca selengkapnya »
Al Quran Bicara tentang Waktu
Dalam posting sebelumnya telah dibahas tentang Ayat Ayat Kiamat dan Al Quran tentang Doa (ayat-ayat doa), maka kali ini saya mengumpulkan beberapa ayat Al Quran tentang waktu (ayat-ayat waktu). Mari kita simak baik-baik firman-Nya….
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji (QS 2:189)
dan yang memohon ampun di waktu sahur . (QS 3:17)
Note: ayat ini menerangkan tentang waktu istimewa (mustajab) untuk berdoa, yaitu di sepertiga malam terakhir. Termasuk berdoa memohon ampun.
Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (QS 2:281)
Menyikapi Waktu III – Tamat
Artikel menarik tentang waktu dan demi waktu bagian III – Tamat
Coba renungkan, andai di sebuah lomba balap sepeda, dalam 1 detik A dapat mengayuh 1 putaran pedal, B dapat setengah putaran, dan C sanggup sampai dua putaran. Maka siapa yang menjadi juara? Tentu si C bukan? Ya, sebab pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak ketimbang yang lain.
Begitu juga dengan kita, makin banyak kebaikan yang dilakukan dalam waktu yang sama, insyaAllah kita akan lebih dekat dengan kesuksesan. Persis dengan apa yang anda lakukan saat ini, pada saat yang sama ada yang sedang tidur, sedang di WC, sedang bermain atau mungkin bermaksiat atau apa saja, dan pada saat akhir membaca tulisan ini. Maka, hasilnya pun berbeda-beda tergantung dari apa yang dilakukan, dan anda insyaAllah beruntung karena telah mendapat ilmu yang mahal yaitu bagaimana mengelola modal hidup ini, yakni waktu.
Menyikapi Waktu II
Lanjutan dari artikel menarik “Menyikapi Waktu I” KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com dengan kata kunci : tentang waktu demi waktu dan menyikapi waktu
Imam Syafii berkata bahwasanya, “Cukuplah hanya dengan Surat Al Ashr, Al-Quran sudah terwakili”. Subhanallah, demikianlah pentingnya waktu dalam pandangan Allah.
Ada kisah menyebutkan bahwa suatu saat Khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya, ia (Umar) sedang istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang menyebabkan anda berbaring di siang hari bolong ini. Jawab ayahnya; “Aku lelah, aku perlu istirahat”. Abdul Malik berkata; “Pantaskah anda beristirahat sementara banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas memerlukan pertolonganmu.” Jawab ayahnya, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itulah yang menyebabkan aku istirahat, nanti setelah shalat Dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak mereka”.
Lalau anaknya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapa yang bisa menjamin anda hidup sampai Duhur. Bagaimana jika Allah menakdirkan anda mati sekarang?” Kemudian Umar bergegas bangun dan pergi membawa 1 karung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.
Menyikapi Waktu I
Artikel menarik ini kutipan dari tulisan KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com | Kata kunci : tentang waktu dan demi waktu cara menyikapi waktu
Betapa banyak orang yang memiliki potensi, tap tidak menjadi unggul. Salah satu sebabnya karena ketidakmampuan dalam mengelola waktu. Yakinilah bahwa kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam urusan dunia maupun akhirat adalah sangat bergantung bagaimana kesungguhannya dalam menyikapi waktu. Kita saksikan, betapa banyak orang yang mengeluh karena merasa tak pernah punya waktu, sedangkan beberapa orang yang lain selalu mencari jalan untuk membunuh waktu.
Sungguh, Sang Maha adil telah membagikan waktu dengan seadil-adilnya, dengan secermat-cermatnya tanpa akan luput satupun. Setiap orang mendapat jatah waktu yang sama, yaitu 60 menit setiap jam, dan 24 jam setiap hari. Singapura 24 jam per hari, Singaparna 24 jam per hari, Chichago 60 menit per jam, Cikaso 60 menit per jam, semuanya sama.
Mutiara Hikmah dari Kedalaman Samudera

Jacques
Bagi yang suka “Discovery Channel” pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, seorang ahli kelautan dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Rambutnya sudah memutih, hampir sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter pesona alam bawah laut.
Suatu hari ketika ia tengah melakukan eksplorasi di bawah laut, ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang tidak bercampur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah ada membran yang membatasi keduanya.
Fenomena yang sangat ganjil ini membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu sebab terpisahnya air tawar dari air asin tersebut. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi saja waktu menyelam. Sang waktu pun berlalu, tapi ia tidak kunjung mendapatkan jawaban memuaskan tentang fenomena alam itu.
Hingga suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, lalu dia pun menceritakan fenomena alam itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur’an tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi: Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan. Artinya:
“Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.”
Lalu dibacakan Al Furqan : 53 yang juga berhubungan dengan ayat di atas.
Bosan dengan Kampanye Politik? Ini Solusinya…
Bosan dengan kampanye politik? Ikuti kampanye spiritual dengan buletin dakwah Islam GPKSB untuk memakmurkan masjid anda! Jika anda pernah kecewa karena aktif berkampanye untuk parpol, insya_allah anda dijamin tidak kecewa jika aktif kampanye masjid.
Judul buletin dakwah : Adakah yang Lebih Penting dari Panggilan Allah?
Isi : Motivasi dan ajakan untuk shalat berjamaah di masjid
Penerbit : GPKSB (Gerakan Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah)
Fungsi : Untuk kampanye memakmurkan masjid anda
Pemakai : Tidak terbatas untuk DKM saja, tapi seluruh umat Islam dapat memakai buletin dakwah ini
2 Cara simpel menyampaikan buletin dakwah ini:
1. Download, print, copy dan simpan di masjid, kantor atau organisasi anda
2. Klik Like dan Share via Twitter dan Facebook. Lihat icon di bagian bawah artikel ini
Catatan: Saat tulisan ini dibuat, telah terdaftar 1775 masjid dari seluruh Indonesia dan 11 kota di Malaysia. Inilah contoh isi buletin dakwah edisi ke-9:
Kuliah Subuh di Masjid Raya Yasmin
Kuliah Subuh di Masjid Raya Taman Yasmin Bogor diadakan setiap Sabtu dengan materi:
1. Tafsir Al Quran – Ust. KH Hasan Rifai
2. Hadits Arbain Nawawi – Ust. KH M. Abbas Aula, Lc, MHI
3. Akidah dan Akhlak – Ust. Dr KH Ibdalsyah, MA
4. Riyadhus Shalihin – Ust. KH Dadang Holiyulloh
Ringkasan hasil Kuliah Subuh tersebut dimuat di web www.masjidraya-yasmin.com dalam tab Kajian Islam. Berikut ini adalah contoh ringkasan Kuliah Subuh untuk kajian Tafsir dan Akidah.
Ringkasan Kuliah Subuh #1: Kajian Islam – Tafsir Al Quran
Demi Malaikat! Kamu Akan Dibangkitkan…
Allah mengawali surat An Naziat dengan bersumpah:
“Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras. Dan (malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.”
Mutiara Quran : Quraish Shihab tentang Ulul Albab
Prof. Dr. Quraish Shihab membeberkan mutiara Quran tentang ulul albab yang terdapat dalam surat Ali Imran 190-191. Simak mutiara Quran ini semoga kita semua termasuk dalam golongan ulul albab.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi ulul albab (orang-orang yang berakal), (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran 190 – 191)
Tentang Ulul Albab | Mutiara Quran
Yang dinamakan ulul albab adalah orang-orang yang:
- Terus mengingat Allah dengan ucapan atau hati, di dalam semua situasi dan kondisi.
- Memikirkan tentang penciptaan dan sistem alam semesta
- Berkata sebagai kesimpulan:
Allah tidak menciptakan alam raya ini dengan sia-sia tanpa tujuan yang hak. Apa yang kami alami, atau dengar dari keburukan atau kekurangan, Maha Suci Engkau dari semua itu. Itu adalah ulah atau dosa dan kekurangan kami yang dapat menjerumuskan kami kedalam siksa neraka, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Kepastian Hukum tentang Peringatan Maulid Nabi dan Hikmahnya
AkhmadTefur.com » tentang maulid nabi muhammad saw
Sahabat pembaca… Apa kabar?
Adakah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat anda? Kata Mbah Google, tingkat pencarian kata: hukum maulid nabi (exp: hukum peringatan maulid nabi) adalah 590 per bulan. Ini artinya masih banyak yang belum tahu kepastian hukumnya!
So, apa hukum yang pasti untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad?
Menurut saya, hukum peringatan Maulid Nabi yang pasti adalah: tidak boleh bikin perpecahan umat! Pasti anda setuju, dong…
Sudahlah, mari kita ambil persamaannya saja, misalnya dalam semangat mencontoh Nabi. Saya yakin, bahwa “semangat mencontoh nabi” adalah persamaan kita. Kubu yang membolehkan dan membid’ahkan peringatan maulid nabi pasti sama-sama setuju akan pentingnya semangat mencontoh nabi. Ini sejalan dengan firman Allah:
Al Ahzab 21
laqod kaana lakum fii rosuulillahi uswatun hasanah
Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (QS Al Ahzab 21)
Karena itu, mari kita simak salah satu kisah Nabi Muhammad yang perlu kita teladani. Kisah ini pernah saya dengar dari ceramah Alm KH Zainuddin MZ yang kurang lebih kandungannya sebagai berikut:












