Krisis Ilmu Surga di Negara Republik Entah

“Sedang belajar apa, nak?” Tanya Ibu Fatimah pada anaknya yang tengah asyik belajar.
“Bahasa Inggris, Bu!” jawab Ani.

Ani yang saat ini duduk di kelas 2 SMP memang sangat menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Koleksi buku bahasa Inggrisnya banyak, dia ikut kursus bahasa Inggris di lembaga pendidikan ternama. Pantaslah, nilai bahasa Inggrisnya tak pernah kurang dari 100.

Ibu Fatimah Nampak tersenyum puas.
Tiba-tiba, Ibu itu mengernyitkan dahi… dalam benaknya terlintas sebuah tindakan surgawi. “Jangan-jangan anak saya …” demikian batin Bu Fatimah.
“An, coba kamu terjemahkan ini” ucap Ibu Fatimah sambil menyodorkan Chemicals Engineering Text Book yang letaknya tidak jauh dari meja belajar Ani.

“Baik Bu…”
Luar biasa! Ternyata siswi kelas 2 SMP itu lancar sekali menterjemahkan text book, buku tebal berbahasa Inggris pegangan mahasiswa Kimia.

“Kamu memang hebat sekali!” Puji Ibunya sambil mengambil text book dari tangan Ani.

“Sekarang coba terjemahkan yang ini”.  Bu Fatimah menyodorkan buku lain yang jauh lebih tipis.

Beberapa saat kemudian…

“Ani tidak bisa Bu”, kata Ani sambil senyum-senyum malu.

Dugaan Ibu Fatimah benar…, anaknya tidak mampu menterjemahkan bacaan shalat! Teks bacaan doa Iftitah yang disodorkannya tidak berhasil diterjemahkan satu katapun oleh anaknya yang mahir berbahasa Inggris itu.

Ani yang selalu mendapat nilai 100 untuk Bahasa Inggris, ternyata mendapat nilai 0 (nol) untuk Bahasa Shalat. Sedih, dan sesal menyelimuti perasaan sang Ibu karena selama ini tidak mementingkan pendidikan yang seharusnya paling penting.

Demikian penggalan cerita memilukan di negara Republik Entah yang juga banyak terjadi di negeri kita. Begini jugakah potret anak-anak kita, atau bahkan potret anda sendiri?

Ayo prioritaskan belajar shalat

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  • 397
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    397
    Shares
  • 397
    Shares


public speaking

16 Replies to “Krisis Ilmu Surga di Negara Republik Entah”

  1. Hentikan les Bahasa Inggris anda, jika anda belum menguasai bahasa shalat…. Betul banget!!!

  2. Utamakan yang harus diutamakan…. Yup!

  3. speechless.. :'( astagfirullahaladziim..

  4. Wah sungguh luar biasa, ternyata belajar bacaan shalat itu lebih penting dari pada belajar bahasa inggris…

  5. Memang betul Ustadz, bahwasanya belajar shalat itu lebih utama dari pada beljar2 yang lain, karena amal yang pertama ditanya adalah shalat..

  6. Marilah saatnya kita belajar bacaan shalat, agar kita dapat mencapai kekhusyukan shalat…

  7. Baik pak Ustadz, kalau begitu sekarang saya akan memulai belajar bacaan shalat, karena lebih utama…

  8. astaugfirullahhal”azim,,,banyak sekali kita berpendapat..bahwa b inggris itu penting,,karena dia adalah bahasa pengantar,,,sehingga anak2 kita tidak punya keinginan untuk mempelajari..b.arab.(alquran)jika saja anak2 kita tau arti dari bacaan sholat,,tentu mereka akan dgn senang hati melakukannya,,,

  9. Mari saatnya kita tingkatkan bacaan shalat kita, agar kita dapat memahami apa yang kita baca di dalam shalat….

  10. Sangat dianjurkan, Pak… terima kasih

  11. SYUKRON USTADZ. MUDAH2AN ALLAH MERIDHOI PERJUANGAN KITA, SEHINGGA MAMPU MENGGERAKKAN UMAT UNTUK MENDIDRIKAN SHOLAT. AMIIN.

  12. ya… kita tidak boleh bangga jika anak atau siapapun yang ada di keluarga kita hanya pintar ilmu dunia saja, tetepi ilmu akhirat pun harus lebih pintar karena keduanya sangatlah penting

Leave a Reply

Your email address will not be published.