23 thoughts on “Lima Ikrar Mulia dalam Pembuka Bacaan Shalat

  1. Khumaidi

    Setuju banget, dengan memahami bacaan shalat, maka akan lebih dekat kepada Allah SWT.

    Reply
  2. Towil

    Sungguh luar biasa dampak positifnya, kalau memahami arti bacaan shalat yang kita baca setiap shalat, seperti doa Iftitah ini karena hakikat didalam doa ini kita menyanjungkan nama Allah dan berjanji bahwa tiada Tuhan selain Allah.

    Reply
  3. Fakhu

    saya sudah hapal doa shalat termasuk doa iftitah ini dan sudah hapal pula artinya, yang saya tanyakan kalau sekirannya saya hanya membaca saja dan tidak memahaminya, apa sia2 shalat saya?

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Tentu saja tidak, hanya saja kurang afdhol

      Reply
  4. kurniawan

    Amiin.. Smoga dgn ini kualitas shalat saya n kita smua lebih baik lagi & tentu saja diterima Allah SWT.

    Reply
  5. mazni ripin

    betul-betul apa yang kita lakukan dalam melaksanakan sholat harus mengetahui makna yg kita baca,semoga sholat kita menjadi khusuk.

    Reply
  6. Abdul Yakub

    Amiin…moga kita semua mendapatkan harapan itu….Tapi bathin masih bertanya…khususnya pada ikrar kedua..bagaimana sih merasakan benar2 menghadap zat Allah yang maha suci?

    Reply
  7. Abdul Yakub

    Maha benar Allah dengan segala firmanNya….moga shalat kita bisa jadi khusuk,…Pada ikrar ketiga…pun timbul kesulitan, apa ya hakikat seorang hamba..? Sehingga hamba bisa menghadap pada Zat yang maha suci.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Hakikat diciptakannya jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.

      Reply
  8. diway

    Assalamu’alaikum…ustadz…saya izin share ya…

    Reply
  9. Abdul Yakub

    Kata..Alqur’an Laa maujudun ilallah, maksudNya Zat yg maha wajib akan ujudNYA,..jadi pertanyaan menghadap lurus terhadap zat yang maha nyata ini saya bingung…, apa yg harus di terapkan hingga diri yaqin menghadap..apakah aqu sedang menghayal… ini yg jadi pertimbangan ustad… mohon penjelasannya

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      “Ihsan adalah beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu” (HR Muslim).

      Seolah-olah melihat-Nya tidak boleh dengan membayangkan rupanya, tapi dengan melihat kemurahan, kebesaran, keadilan dan seluruh sifat sempurna-Nya.

      Reply
  10. najmudin

    Subhanallah, Alhamdulillah

    Terimakasih ustadz, tulisan2 ustadz sangat bermanfaat bagi kami yang sedang berusaha agar shalatnya lebih baik dan lebih dekat kepada Allah. semoga ustadz selalu dalam keridhoan Allah SWT. amin

    Reply
  11. IIT

    Ustd terimakasih tulisan2nya semoga Allha memberikan pahala yg melimpah kepada Ust & Kel dan tetap istiqomah.

    Reply
  12. bahnan husni

    Assalamualaikum, Pak Ustad kalo gerakan sholat sehabis ruku’ kembali berdiri yang benar tangan kita kembali sedekap atau turun lurus kepaha, syukron

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam. Menurut kitab shalat Nabi, tangan lurus. Tapi ada juga pendapat ulama dari Yaman yang kembali sedekap.
      Saya tidak berani menyalahkan pendapat kedua, tapi saran saya: pakai tangan lurus saja.

      Reply
  13. Islam Pedomanku

    Assalamualaikum, Pak Ustad,
    Saya Mau tanya tentang Doa Iftitah, soalnya yg dimulai dengan Allahu Akbar Kabira, saya cari tapi tdk nemu, yg ada cuma Allahumma Baid Baeni Pak Ustad. Saya pernah dgr kalau yg Allahu Akbar Kabira itu modifikasi parah ulama? Mohon Penjelasaanya Pak Ustad biar lebih mantap shalatnya.

    Terima Kasih Sebelumnya Pak Ustad

    Wassalam

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam. Dalam buku “Sifat Shalat Nabi” karya Syekh Nasirudin Al Albani, disebutkan bahwa bacaan versi tersebut diriwayatakan oleh Muslim.

      Reply