Konsep Dasar Tentang Shalat Sempurna

shalat nabi, shalat berjamaah, shalat khusyu, sholat nabi, sholat berjamaah, sholat khusyu

“Bukankah kesempurnaan itu hanya bagi Allah?” Inilah pertanyaan yang sering saya dengar dari jamaah, menyangkut soal shalat sempurna.

Jawaban saya adalah: “Tidak!” Manusia juga bisa sempurna. Yang anda maksud “hanya bagi Allah” adalah Maha Sempurna. Manusia juga juga bisa adil, tapi yang Maha Adil adalah Allah. Jelasnya, Maha Adil dan Maha Sempurna hanya bagi Allah, tapi adil dan sempurna adalah bagi kita semua.

Shalat sempurna sebenarnya bukan istilah baru. Shalat sempurna adalah perintah Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari sempurnanya shalat” (HR Bukhari, Muslim).
Imam masjid seringkali membaca hadits ini sebelum memulai shalat berjamaah.

Hadits tersebut menegaskan, untuk menggapai shalat sempurna diperoleh dengan cara:

1. Shalat dengan tata cara yang benar (shalat Nabi)
Continue reading “Konsep Dasar Tentang Shalat Sempurna”

Krisis Ilmu Surga di Negara Republik Entah

“Sedang belajar apa, nak?” Tanya Ibu Fatimah pada anaknya yang tengah asyik belajar.
“Bahasa Inggris, Bu!” jawab Ani.

Ani yang saat ini duduk di kelas 2 SMP memang sangat menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Koleksi buku bahasa Inggrisnya banyak, dia ikut kursus bahasa Inggris di lembaga pendidikan ternama. Pantaslah, nilai bahasa Inggrisnya tak pernah kurang dari 100.

Ibu Fatimah Nampak tersenyum puas.
Tiba-tiba, Ibu itu mengernyitkan dahi… dalam benaknya terlintas sebuah tindakan surgawi. “Jangan-jangan anak saya …” demikian batin Bu Fatimah.
Continue reading “Krisis Ilmu Surga di Negara Republik Entah”

Kisah Seorang Imam Masjid di London

Salah satu masjid di London

Seorang imam masjid di London, setiap hari pergi pulang dari rumahnya ke masjid dengan mengendarai bus umum. Ongkos bus tersebut dibayar pakai kartu (card), atau langsung ke sopir karena bus tidak memiliki kondektur. Setelah bayar, baru kemudian cari tempat duduk kosong.

Sang imampun bayar ongkos pada sopir lalu menerima kembalian, sebab hari itu ia tidak punya uang pas… baru kemudian duduk di bangku belakang yg kosong.

Di tempat duduknya dia menghitung uang kembalian dari sopir yg ternyata lebih 20 sen. Sejenak iapun terpikir.. uang ini dikembalikan atau tidak yah..? Ah cuma 20 sen ini… ah dia (sopir) orang kafir ini… atau aku masukin saja ke kotak amal di masjid…??

Continue reading “Kisah Seorang Imam Masjid di London”