Video dan Teks Khutbah Idul Adha yang Membuat Suasana Khidmat

Video dan teks khutbah Idul Adha 1439 ini bertema: “Idul Adha, Jadikan Tonggak Kebangkitan Diri Kita!” Disampaikan oleh H. Akhmad Tefur untuk jamaah Darussalam Taman Cimanggu Bogor. Simak videonya hingga tuntas. Silakan gunakan teks khutbah Idul Adha ini untuk disampaikan di tempat Anda. Semoga bermanfaat.

Teks Khutbah Idul Adha
Tiada kata yang paling paling pantas diucapkan di pagi ini… selain takbir, tahlil dan tahmid. Karena atas rahmatnya, dari sekian milyar manusia yang ada di bumi ini… kita terpilih sebagai orang yang beriman. Itulah mengapa kita datang ke tempat ini untuk bersama-sama melaksanakan shalat iedul adha. Hari raya yang paling agung bagi ummat Islam.

Allahu akbar3x wa lillahil hamd. Sidang Id yang bernahagia…Banyak orang menganggap bahwa Hari Raya Idul Fitri itu lebih agung ketimbang hari raya Idul Adha. Buktinya saat Idul Fitri mereka memberikan perhatian yang begitu besar.

Mereka mengecat rumah, membeli pakaian-pakaian baru, makanan yang enak-enak, mudik beramai2 bahkan ada yang habis puluhan juta untuk menyambut Idul Fitri.

Tapi sebaliknya, terhadap Iedul Adha mereka tidak begitu peduli. Padahal Idul Adha sebenarnya lebih agung ketimbang Iedul Fitri.

Ada 4 alasan, mengapa Idul Adha dianggap lebih agung ketimbang Idul Fitri.

Pertama,
Teks khutbah idul adha menyentuh hatiIdul Fitri didahului dengan Rukun Islam ke-4 Puasa, sedangkan Idul Adha didahului oleh rukun Islam ke-5 (Haji). Dan rukun Islam ke-5 ini jauh lebih berat ketimbang rukun Islam ke-4.

Alasan kedua, mengapa Idul Adha sebenarnya lebih agung ketimbang Idul Fitri, karena saat Idul fitri yang kita keluarkan hanya +/- Rp 35 rb untuk membeli beras zakat fitrah. Sedangkan saat Idul Adha yang kita keluarkan hingga Rp 3,5 jt untuk membeli seekor kambing kurban. Seratus kali lipatnya!

Alasan ketiga, mengapa Idul Adha dianggap lebih agung… Karena saat Idul Fitri hanya disunnahkan 1 hari untuk mengumandangkan takbiran. Itupun hanya beberapa jam saja, mulai maghrib hingga shalat Ied. Sedangkan saat Idul Adha disunnahkan takbiran 5 hari, yaitu mulai tanggal 9 Dzulhijjah bada Subuh hingga 13 Dzulhijjah waktu Ashar.

Alasan ke-4, mengapa Idul Adha menjadi sangat agung… karena Idul Adha memiliki sejarah luar biasa. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim & Ismail yang diabadikan dalam Al Quranul kariim.

Allahu akbar3x laa ilaaha illallahu Allahu akbar Allahu akbar wa lillaahilhamd

Adapun kaitan Idul Adha dengan tonggak kebangkitan Islam, karena kebangkitan itu dapat dilahirkan terutama jika menghayati 2 poin terakhir yang khatib sebutkan tadi, yaitu:

Penghayatan kalimat takbir, dengan takbiran selama 5 hari, dan Penghayatan sejarah qurban yang luar biasa yang dialami Nabi Ibarahim AS.

Adapun penjelasan untuk kelahiran tonggak pertama, yaitu dengan penghayatan takbir atau takbiran yang dilakukan selama 5 hari berturut2 dari 9 sd 13 DH…

Bahwa takbiran atau membaca kalimat takbir yaitu mengucapkan Allahu Akbar yang berarti Allah Maha Besar, berfungsi untuk mengingat kebesaran Allah. Kebesaran ciptaannya, kebesaran kekuasannya, kebesaran kasih sayangnya.

Jika seorang lurah mendapat panggilan dari Camat dan pada waktu yang sama, sang lurah juga mendapat panggilan Pak Wali, maka sudah pasti Pak Lurah akan memilih menghadiri panggilan Pak Wali.

Hal ini dapat kita pahami karena Pak Wali kekuasaannya lebih besar ketimbang Pak Camat. Inilah contoh lurah yang baik. Maka sang lurah pun berangkat menuju kantor walikota untuk memenuhi panggilan Pak Wali.

Eh ternyata… di tengah jalan ia mendengar suara adzan, panggilan Allah sang Maha Besar.

Apa yang sebaiknya pak lurah lakukan?

Lurah biasa… dia akan terus berjalan menemui Pak Walikota. Tapi lurah yang sudah memahami makna takbir, dia tentu akan memilih hadir ke masjid untuk memenuhi panggilan Allah sang Maha Besar. Karena dia tahu bahwa kekuasaan Allah itu jauh lebih besar dari Pak Wali. Sebagaimana dia tahu bahwa kekuasaan Pak wali itu lebih besar dari pak Camat.

Allahu akbar3x walillahil hamd | Teks khutbah Idul Adha
Takbiran, atau mengucapkan Allahu akbar berulang2…. fungsinya adalah untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah itu Maha Besar. Jauh lebih besar kekuasannya dari seorang presiden apalagi sekedar walikota.

Jika kekuasaan walikota hanya meliputi 1 kota saja, kekuasaan presiden meliputi 1 negara saja… Maka kekuasaan Allah meliputi seluruh negara, seluruh planet, bahkan seluruh tata surya, seluruh galaksi dan seluruh alam semesta.

Alhamdu lillah robbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Sang Penguasa Alam Semesta.

Jamaah ied yang berbahadia… Untuk mengarungi sebuah galaksi kita yang benama Bimasakti, diperlukan waktu 80rb tahun cahaya. Artinya, jika kita naik kendaraan yang kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya yaitu 300rb km/det atau 1M km/jam maka untuk mengarungi galaksi tsb diperlukan waktu 80rb tahun.

Ini baru 1 galaksi… di alam semesta ini ada triliunan galaksi…. Itulah kekuasaan Allah. Itulah kebesaran Allah. Allahu akbar3 wa lillaahil hamd.

Maka alangkah lucunya jika penguasa kota lebih diutamakan ketimbang Allah penguasa alam semesta. Alangkah lucunya bila penguasa propinsi lebih dihormati ketimbang Allah, penguasa jagad raya.

Alangkah anehnya jika dipanggil meeting pak direktur tidak pernah telat tapi dipanggil Allah untuk shalat berjamaah di masjid… malah jarang hadir. .

Jika dipanggil pak Bos tidak pernah mangkir tapi dipanggil Sang Maha Bos malah sering mangkir… Ini pertanda bahwa kita belum mengerti bahwa Allah itu Maha Besar.

Perlu dipahami bahwa ketika Allah memanggil khusunya laki2 untuk shalat berjamaah di masjid, panggilan adzan itu di awali dengan takbir 4x… Ini sebenarnya kita diingatkan bahwa yang memanggil kita untuk datang ke masjid itu adalah Allah sang Maha Besar.

Maka jika kita sedang nonton sepak bola misalnya, atau sedang mengerjakan hal lain… lalu adzan
berkumandang, maka dia akan bergegas memenuhi panggilan Allah untuk shalat berjamaah di masjid. Itulah bukti penghayatannya terhadap kalimat takbir.

Maka jika kita sudah sadar bahwa Allah itu Maha Besar, kita akan selalu lebih menghargai Allah ketimbang yang lain. Semangat pengabdian kita kepada Allah akan bangkit menggelora.

Allah memanggil kita untuk shalat berjamaah di masjid…. “Hayya alashalah…2x” Maka orang2 yang memahami makna takbir, akan segera bergegas ke masjid untuk memenuhi panggilan Allah itu.

Allah memanggil kita untuk berhaji…. Maka orang2 yang memahami makna takbir, akan segera berhaji memenuhi panggilan Allah.

Allah memanggil kita untuk berkurban…. Maka orang2 yang memahami makna takbir, akan berkurban memenuhi perintah Allah.

Allah memanggil kita untuk berjuang…. Maka orang2 yang memahami makna takbir, akan berjuang memenuhi perintah Allah.

Oleh karena itu, takbiran sebenarnya memiliki fungsi yang luar biasa. Mulai badza Subuh 9 Dzulhijjah hingga tanggal 13 atau 5 hari hari ini kita disunnahkan takbiran agar makna kebesaran Allah terhunjam dalam jiwa kita. Agar kita mampu menghadirkan keyakinan bahwa Allah Maha Besar, sehingga bangkitlah semangat pengabdian kita kepada Allah Sang Maha Besar.

Allahu akbar3x | Teks khutbah Idul Adha
Adapun matrik kedua, Idul Adha dapat melahirkan tonggak kebangkitan yaitu dengan penghayatan sejarah qurban yang luar biasa. Sejarah ini diabadikan oleh Allah dalam Al Quran surat As Shafat dan juga diabadikan dalam ritual ibadah haji.

Sejarah inilah yang membuat kita merinding, takjub dan takdhim. Sejarah ini dimulai ketika Allah membocorkan rencananya kepada para malaika dalam QS Albaqarah 30:

khutbah yang berkesan akhmad tefurDan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Nah salah satu jawaban Allah terhadap keraguan para malaikat ini adalah adanya kehebatan Nabi Ibrahim yang mau mengorbankan anaknya demi melaksanakan perintah Allah SWT. Dan kehebatan Ismail, bocah kecil yang mau mengorbankan nyawanya sendiri demi menjalankan perintah Allah yang sangat tidak masuk akal itu.

Kisah nyata inilah yang membuat malaikat sadar, takjub, takdhim dan bertakbir kepada Allah Sang Maha Besar. Sejarah idul Qurban ini secara lengkap diabadikan oleh Allah dalam QS As Shaaffat (37) 100-107.teks khutbah idul adha yang bagusteks khutbah kisah nabi ibrahim

Allahu akbar3x wa lillahil hamd.
Jika kita menyelami dang menghayati sejarah hari raya qurban, niscaya kita akan sujud tersungkur menyaksikan bukti kebesaran Allah. Hati kita akan trenyuh, setrenyuh-trenyuhnya menyaksikan betapa hebatnya perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Ismail, putra kesayangannya.

Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim adalah seorang yang kaya raya dan dermawan. Di umurnya yang sudah tua, beliau belum dikaruniai anak. Padahal Ibrahim sangat dan sangat mendambakan adanya seorang anak. Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah sebagaimana tertuang dalam QS As Shaaffat:100:

Robbi hablii mina sholihin
Ya Rabbi, berilah aku seorang anak yang shaleh.

Kemudian doa Nabi Ibrahim dikabulkan oleh Allah SWT

Fabasysyarnaahu bi ghulaamin halim
Maka Allah memberi kegembiraan dengan memberi seorang anak yang penyantun

Anak tersebut diberi nama Ismail.

Falamma balagho maahu sya’ya
Maka ketika Ismail sudah cukup umur. Dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika berumur 7 tahun, riwayat lain 13 tahun. Ismail adalah seorang anak yang tampan, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Maka Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anak kesayangannya itu lewat mimpinya 3 hari berturut-turut yaitu tanggal 8,9 dan 10 dzulhijjah.

Setelah yakin bahwa mimpinya itu datang dari Allah, maka Ibrahim pun dengan teguh hati menjalankan perintah Allah yang tidak masuk akal itu. Perintah menyembelih anaknya. Inilah yang disebut dengan taabbudi, perintah yang hanya bisa dijawab dengan iman. Bukan dengan akal. Coba kita bayangkan…

Sungguh betapa beratnya perintah Allah ini. Seorang Bapak diperintahkan menyembelih anak kandungnya sendiri. Yang ia besarkan sendiri. Seorang anak yang telah diidam-idamkannya sejak lama, karena dalam sebuah riwayat kelahiran anaknya itu setelah Ibrahim menginjak usia 100 tahun.

Allah telah menciptakan tali kasih sayang yang luar biasa antara orang tua dengan anaknya. Kasih sayang orang tua kepada anaknya begitu luar biasa hingga banyak orang tua yang rela berkorban untuk anaknya. Banyak orang tua yang berjuang mati-matian untuk kesuksesan anaknya. Bahkan banyak orang tua yang pontang panting, sana sini… semuanya untuk kebahagiaan anak-anaknya.

Itulah kasih sayang orang tua kepada setiap anaknya yang sudah diset oleh Allah SWT. Karena itu, jika kita diperintahkan untuk menyakiti anak kita sendiri sungguh ini adalah perintah yang amat berat, apalagi kalau sampai diperintahkan untuk menyembelihnya.

Sungguh teramat sangat berat perintah yang dibebankan kepada Nabi Ibrahim ini. Apalagi anaknya sudah menginjak dewasa, sudah dapat berkomunikasi dengan baik. Anak kandungnya yang akan disembelih dengan tangannya sendiri adalah anak yang gagah, anak yang berani, cerdas dan taat kepada orang tua.

Namun, meskipun betapa beratnya perintah itu, Nabi Ibrahim tetap sabar dan teguh untuk melaksanakan perintah Allah itu.

Allahu akbar3x wa lillahil hamd. Jamaah id rohimakumullah
Saat itu, Ibrahim tidak memberitahukan perintah tersebut kepada siapapun. Kepada istrinya, Siti Hajar Ibrahim berkata “Wahai istriku, Ismail akan saya ajak bertamu maka dandanilah dia sebagus-bagusnya”. Yang dimaksud bertamu oleh Nabi Ibrahim adalah adalah menemui Allah SWT.

Setelah Ismail didandani Ibunya, memakai pakaian yang sangat bagus. Ia pun nampak makin gagah dan pintar. Lalu Ismail diajak ayahnya berjalan ke suatu tempat di Mina dengan membawa tali dan pisau.

Dalam perjalanan, setan pun sibuk menggodanya hingga ia dilempari batu. Inilah peristiwa yang diabadikan Allah sampai saat ini, karena setiap jamaah haji melakukan ritual yang disebut dengan lempar jumrah di Mina.

Ketika sampai di tempat tujuan di daerah Mina, Nabi Ibrahim barulah berterus terang kepada putranya:

Ya bunayya inni arofil manaami anni adbahuka fandur maada taro?
Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku bahwa aku (diperintahkan Allah untuk) menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu?”

Ibrahim memanggil Ismail dengan sebutan kasih sayang – ya bunayya -wahai anakku.

Kemudian diakhiri dengan sebuah pertanyaan – fandur maada taro – maka fikirkanlah dan bagaimana pendapatmu? Dalam dialog ini Nabi Ibrahim sama sekali tidak memaksakan Ismail untuk menuruti kemauannya, dia hanya meminta Ismail untuk berfiir dan memutuskannya sendiri. Sungguh seorang Bapak yang luar biasa bijaksana!

Namun jawaban Ismail sungguh sangat mengharukan. Anak sekecil itu mendengar dirinya akan disembelih tidak lari ketakutan, tapi dengan jiwa sabar dia menjawabnya dengan kalimat:

ya abatif al matumaru satajiduni insya_allahu mina shobirin
“Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang Allah perintahkan kepadamu; insya_allah Bapak akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

Allahu akbar3x wa lillahil hamd | Teks khutbah Idul Adha
Sungguh sangat mengharukan kisah nyata ini. Kisah dua hamba Allah yang taat menjalankan perintah-Nya, sekalipun perntah itu sungguh amat berat dijalaninya.

Setelah Ibrahim mendengar jawaban Ismail yang menggembirakan itu, yang sekaligus juga mengharukan:

Falamma aslama watallahu lil jabiin
Maka tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya dengan meletakkan pelipisnya di atas tanah.

Kemudian Ibrahim mengambil pisaunya dan benar-benar menggorok leher Ismail, anak kesayangannya itu. Namun atas izin Allah, pisau yang tajam itu ternyata tidak mampu melukai Ismail barang setetes darah pun. Kemudian Allah menghentikan mereka dengan berfirman:

Wana daena hu ayya Ibrohimu qod shodaqta ru’ya
“Wahai Ibrahim, sungguh kamu telah membenarkan dan melaksankan mimpi itu. Kemudian Allah menggantikan seekor kambing yang besar sebagi pengganti Ismail untuk dikorbankan. Sebagaimana Allah tegaskan dalam ayat selanjutnya: “wa fadainaahu bi dzibhin ‘adhiim” Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Saat Ibrahim menggorokkan pisaunya ke leher Ismail, ini merupakan pemandangan yang sangat menakjubkan. Seorang Bapak menyembelih anak kandungnya sendiri dengan tangannya sendiri karena memenuhi perintah Allah SWT. Di sini sebenarnya ada 2 pekurban yang paaling fenomenal sepanjang masa.

Pekurban pertama adalah Nabi Ibrohim yang ridho mengorbankan anak kandungnya.

Pekurban tangguh kedua adalah Ismail, bocah berusia 7 tahun yang ridho mengorbankan nyawanya sendiri!

Melihat pemandangan yang sangat menakjubkan ini, dua pekurban tangguh yang rela mengorbankan miliknya yang paling berharga, malaikat sangat terkagum-kagum hingga bertakbir tiga kali: Allahu akbar 3x

Lalu disambut oleh Nabi Ibrahim:
laa ilaaha illallahu Allahu akbar

Ismail pun tak mau ketinggalan, dengan menjawab:
Allahu akbar walillahil hamd

Allah Maha Besar 3x, Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar

Allah Maha Besar, dan segala puji milik-Nya

Allahu akbar3x | Teks khutbah Idul Adha
Inilah kisah dua pekurban dan pejuang hebat yang sangat menakjubkan. Karena iu, dalam Idul Adha selama 5 hari berturut-turut kita disunnahkan mengumandangkan takbiran untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.

Baarakallahu lii walakum wa nafani wa iyyakum…

Teks Khutbah Idul Adha ke-2

Takbir 7x … shalawat Nabi, pesan taqwa, dst.

Allahu akbar3x. Jamaah Iedul Adha yang berbahagia
Selama 5 hari kita takbiran, selama 5 hari ini pula kita perlu berusaha untuk menghunjamkan makna Allahu Akbar ke dalam hati kita. Dan perlu kita buktikan, bahwa Allah Maha besar dengan lebih menghargai Allah ketimbang yang lain.

Kita buktikan dengan mengutamakan memenuhi panggilan Allah untuk segera berhaji ketimbang untuk memenuhi kebutuhan lain yang tidak wajib, bahkan sunnah pun tidak.

Kita buktikan dengan mendahulukan perintah Allah untuk berkurban, ketimbang untuk memenuhi kebutuhan lain yang sebenarnya tidak penting2 amat.

Kita buktikan dengan lebih mementingkan panggilan Allah dengan shalat berjamaah di masjid ketimbang memenuhi panggilan bos untuk meeting, ketimbang nonton sepak bola, ketimbang baca koran dan lainnya.

Dengan memahami takbir, membesarkan nama Allah, mari kita bangkitkan semangat pengabidan kita…

Dengan memahami sejarah qurban, mari kita bangkitkan semangat pengorbanan dan perjuangan kita…

Jika Ibrahim mau mengorbankan nyawa anaknya demi menjalankan perintah Allah, kemudian Ismail mau mengorbankan nyawanya sendiri untuk Allah… maka sebesar apakah pengorbanan dan perjuangan yang sudah kita lakukan untuk Allah?

Rasul Muhammad SAW juga berjuang angkat pedang mempertaruhkan nyawanya demi tegaknya agama Allah. Sahabat Abu Bakar mengorbankan seluruh hartanya untuk disumbangkan ke jalan Allah.

Hari ini saudara-saudara kita di Afgan dan Palestin juga angkat senjata berjuang di jalan Allah. Lembaga2 sosial juga banjir dana dari orang-orang yang mengorbankan hartanya di jalan Allah.

Bahkan banyak juga saudara-saudara kita yang rela meninggalkan mahligainya untuk berjuang demi tegaknya agama Allah.

Ingatlah bahwa untuk tegaknya agama Allah, sangat-sangat diperlukan pengabdian, perjuangan dan pengorbanan. Tegaknya keadilan, terselenggaranya pendidikan yang bermutu, pengentasan kemiskinan, ketersediaan sarana ibadah yang memadai, dan lain-lain memerlukan perjuangan dan pengorbanan kita semua.

Sekali lagi mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah yang sudah kita kerjakan di jalan Allah? Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullooh wal tandzur maa qoddamat lighod. Wahai orang2 yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri menghitung apa sudah dikerjakannya untuk hari esok.

Semangat Idul Qurban bukan sekedar menyembelih seekor hewan. Tapi makna yang lebih hakiki adalah agar setelah hari ini kita mengurbankan seekor hewan, kita pun pada hari-hari selanjutnya mau mengorbankan apa saja untuk tegaknya agama Islam. Kalau bukan kita ummat Islam, siapa lagi yang diharapkan?

Kita diberi jabatan oleh Allah, apakah jabatan yang kita miliki sudah dipergunakan untuk berjuang di jalan Allah?

Kita diberi kesehatan oleh Allah. Sudah berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk berjuang di jalan Allah?

Kita telah diberi akal sehat oleh Allah. Sudah berapa besar pemikiran yang telah kita sumbangkan demi tegaknya agama Allah?

Kita senantiasa diberi rizki oleh Allah. Sudah berapa banyak rizki yang telah kita korbankan di jalan Allah? Inilah hakikat Iedul Qurban yang seharusnya lebih kita perhatikan.

Allahu akbar3x | Teks khutbah Idul Adha
Jamaah Ied yang berbahagia… Dalam bagian khutbah terakhir ini, saatnya khatib membahas fadilah2 atau keuntungannya

Pertama,
Jika kita mau menghayati tabkir, memahami Allah Maha Besar maka semangat pengabdian atau ibadah kita pun akan membesar. Dengan pengabidan yang besar, maka nanti di yaumul hisab timbangan kebaikan kita juga akan berat. Fa amma man tsakulat mawaa ziinuhu fahuwa fii izzati roodiyah (dan barangsiapa yang berat timbangan kebaikannya maka tempatnya adalah surga yang memuakan).

Sebaliknya, jika di dalam jiwa ini tidak tertanam rasa Allah Maha Besar maka semangat ibadah kita kecil. Nanti di yaumul hisab timbangan kebaikan kita juga kecil. Wa amma man khaffat mawaa ziinuh fa ummuhu haawiyah (dan barangsiapa yang ringn timbangan kebaikannya maka tempatnya di neraka Hawiyah)

Kedua,
Jika kita mau menghayati sejarah qurban, maka bangkitlah semangat berkurban dan perjuangan kita.

Adapun balasan dari Allah bagi para pejuang telah Allah sebutkan dalam Al Quran surat As Shaaf (61) ayat 12.kisah penyembelihan ismail

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

Allahu akbar3x | Teks khutbah Idul Adha

Akhirnya… khatib mengajak diri sendiri dan jamaah sekalian: Mari jadikan Idul Adha ini sebagai tonggak kebangkitan diri masing2

– Bangkit semangat takbirnya
– Bangkit semangat pengabdiannya
– Bangkit semangat pengorbanannya
– Bangkit semangat perjuangnya
untuk kebangkitan Islam… dan untuk kebahagiaan kita dunia dan akhirat.

Khutbah idul Adha ditutup dengan shalawat, doa dan salam.

Bagi yang suka dengan teks khutbah Idul Adha ini silakan share.

SILAKAN SHARE...
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
    Share