Khutbah Idul Adha : Setting Paradigma Baru untuk Idul Qurban

Berikut adalah Teks Khutbah Idul Adha yang kemarin saya sampaikan di Masjid Nurul Huda Tegal. Masjid ini adalah salah satu perintis GPKSB, Gerakan Shalat Berjamaah Indonesia. Semoga dengan dimuatnya teks khutbah Idul Adha ini, kita dapat memberikan warna baru di Idul Adha mendatang.

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Jamaah id rohimakumullah
Tiada kata yang paling indah diucapkan di pagi ini selain takbir, tahmid dan tahlil. Karena atas rahmatnya, dari sekian milyar manusia yang ada di bumi ini kita terpilih sebagai orang yang beriman. Itulah mengapa kita datang ke masjid ini untuk bersama-sama melaksanakan shalat Iedul Adha. Hari raya yang paling agung bagi ummat Islam. Hari raya Idul Qurban.

Teks Khutbah Idul Adha - Idul Qurban
Masjid Nurul Huda, Perintis GPKSB Indonesia | www.gpksb.wordpress.com

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Sidang Id yang bernahagia…
Khatib mengamati bahwa ada DUA pemahaman yang keliru, dan perlu diluruskan terkait dengan Idul Adha. Karena itu, pada kesempatan ini khatib ingin menyampaikan hal tersebut beserta alasan-alasannya, agar kita semua dapat memetik manfaatnya. Mari kita setting paradigma baru yang benar dalam menghadapi Idul Adha atau Idul Qurban.

Kekeliruan pertama adalah…
Banyak orang yang menganggap bahwa Idul Adha adalah Lebaran Haji atau Hari Raya Haji. Maksudnya hari raya bagi orang-orang yang sedang berhaji, atau hari raya milik orang-orang yang sudah berhaji. Jadi bagi orang-orang yang belum haji merasa bahwa hari raya Idul Adha ini bukan miliknya. Padahal, yang benar Idul Adha adalah Hari Raya Muslim…. Hari Raya milik seluruh umat Islam, bukan milik orang yang sudah berhaji saja.

Jika sampai hari ini di antara kita masih ada yang memahami secara keliru bahwa Idul Adha adalah Lebaran Haji, yang maksudnya adalah hari rayanya para haji… maka pasti tingkat penghargaan kita terhadap Idul Adha akan jauh lebih tipis. Karena tidak merasa memilikinya.

Sekali lagi, bahwa semestinya Idul Adha adalah hari raya milik kita semua.

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Sidang Id yang bernahagia…
Kemudian kekeliruan yang kedua adalah:
Banyak orang menganggap bahwa Hari Raya Idul Fitri itu lebih besar ketimbang hari raya Idul Adha. Buktinya saat Idul Fitri mereka mengeluarkan dana dan perhatiannya jauh lebih besar dibanding dana dan perhatiannya untuk Idul Adha.

Mereka mengecat rumah, membeli pakaian-pakaian baru, makanan yang enak-enak bahkan ada yang habis puluhan juta untuk menyambut Idul Fitri. Tapi sebaliknya, terhadap Idul Adha mereka tidak begitu peduli.

Inilah kekeliruan yang patut diluruskan. Padahal yang benar adalah sebaliknya, Idul Adha lebih besar dan lebih dahsyat ketimbang Idul Fitri.

Ada 4 bukti, mengapa Idul Adha dianggap lebih besar dibanding Idul Fitri.
Pertama: Idul Fitri didahului dengan Rukun Islam ke-4 (Puasa), sedangkan Idul Adha didahului oleh rukun Islam ke-5 (Haji). Rukun Islam ke-5 ini jauh lebih berat ketimbang rukun Islam ke-4. Tidak semua orang mampu berhaji, tapi untuk berpuasa semua orang beriman mampu menjalankannya.

Alasan kedua, mengapa Idul Adha sebenarnya lebih agung ketimbang Idul Fitri, karena saat Idul fitri yang kita keluarkan hanya Rp 25 rb untuk membeli beras zakat fitrah. Sedangkan saat Idul Adha yang kita keluarkan hingga Rp 2,5 jt untuk membeli seekor kambing kurban. Seratus kali lipatnya Idul Fitri!

Alasan ketiga, saat Idul Fitri disunnahkan takbiran hanya sehari. Sedangkan saat Idul Adha disunnahkan takbiran 4 hari, yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Allahu akbar 3x laa ilaaha illallahu Allahu akbar Allahu akbar wa lillaahilhamd
Yang perlu kita sadari adalah, dalam takbiran ada 3 dzikir utama, yaitu:
Dzikir Takbir : Allahu Akbar, untuk mengagungkan Allah
Dzikir Tauhid (Tahlil) : Laa ilaaha illallah, untk mengingat keesaan Allah
Dan dzikir Tahmid : Wa lillaahil hamd, untuk mengingat kelemahan manusia

Dzikir Takbir dengan mengucapkan “Allahu Akbar” yang berarti Allah Maha Besar berfungsi untuk mengingat kebesaran Allah. Kebesaran ciptaanNya, kebesaran kekuasanNya, kebesaran kasih sayangNya.

Di atas ketua RT ada ketua RW yang memiliki kekuasaan lebih besar. Di atasnya RW adalah lurah yang memiliki kekuasaan lebih besar lagi. Beberapa kelurahan membentuk sebuah kecamatan yang dikuasai oleh seorang camat. Beberapa kecamatan membentuk sebuah kabupaten atau kodamadya. Beberapa kabupaten plus kotamadya membentuk karisidenan. Dan beberapa karisidenan membentuk wilayah propinsi yang dikuasai oleh seorang Gubernur… dan seterusnya hingga sampai kepala negara.

Jika seorang Bupati mendapat panggilan dari Camat dan pada waktu yang sama, sang Bupati juga mendapat panggilan dari Gubernur, maka sudah pasti Sang Bupati akan memilih menghadiri undangan Gubernur. Hal ini dapat kita maklumi karena Gubernur adalah orang yang kedudukannya lebih tinggi darinya. Sedangkan Camat, kedudukannya lebih rendah darinya.

Allahu akbar3x walillahil hamd
Dzikir takbir Allahu Akbar…. Fungsinya adalah untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah itu Maha Besar. Jauh lebih besar kekuasannya dari seorang presiden apalagi sekedar Gubernur. Jika kekuasaan Gubernur hanya setingkat propinsi, kekuasaan presiden meliputi sebuah negara. Maka kekuasaan Allah meliputi seluruh negara, seluruh planet, seluruh tata surya, seluruh galaksi dan seluruh alam semesta. Oleh ahli astronomi dikatakan bahwa untuk mengarungi sebuah galaksi Bimasakti, diperlukan waktu 80.000 tahun jika kita naik kendaraan yang kecepatannya 1 Milliar Km/jam. Dan kendaraan secepat ini pasti tidak akan bisa dibuat oleh manusia. Allahu akbar…. betapa Maha Besarnya Allah.

Maka jika kita sudah sadar bahwa Allah itu Maha Besar, kita pun dapat senantiasa memenuhi panggilan Allah.

Allah memanggil kita untuk berhaji…. Maka orang2 yang berdzikir dengan kalimat Allahu Akbar, memahami Allah Maha besar… pasti mereka akan segera memenuhi panggilan itu.

Allah memanggil kita untuk berpuasa…. “Yaa ayyuhalladzina amanu kutiba alaikumushiyaam.” Maka orang2 yang berdzikir dengan kalimat Allahu Akbar, memahami Allah Maha besar… pasti mereka akan segera memenuhi panggilan itu.

Allah memanggil kita untuk berkurban…. Maka orang2 yang berdzikir dengan kalimat Allahu Akbar, memahami Allah Maha besar… pasti mereka akan segera memenuhi panggilan itu.

Allah memanggil kita untuk shalat berjamaah di masjid/musholla…. “Hayya alashalah…2x” Maka orang2 yang berdzikir dengan kalimat Allahu Akbar, memahami Allah Maha besar… pasti mereka akan segera memenuhi panggilan adzan itu.

Namun sebaliknya, jika kita tidak memahami makna Allahu Akbar, maka kita pun akan mengangapnya bahwa Allah itu kecil. Itulah mengapa banyak orang yang dipanggali oleh Allah untuk shalat berjamaah, tapi mereka cuek2 saja…. Mereka menganggap Allah itu kecil sehingga mereka meremehkan panggilanNya. Sebagaimana jika anda seorang Bupati yang dipanggil oleh Pak Camat, atau Lurah.

Oleh karena itu, dzikir takbir ini sebenarnya memiliki fungsi yang luar biasa. Mulai hari raya Idul Adha ini sampai 4 hari berturut-turut kita disunnahkan untuk berdzikir takbir (takbiran). Agar kita mampu menghadirkan keyakinan bahwa Allah Maha Besar, sehingga kita senantiasa tergerak  memenuhi panggilanNya. Termasuk panggilan hayya ala shalah, panggilan untuk shalat berjamaah di masjid.

Nah, jika seorang Bupati “berdzikir takbir” dengan benar, maka seandainya ia dipanggil oleh Camat, dan dalam waktu bersamaan ia juga dipanggil oleh Gubernur dan juga dipanggil oleh Allah Sang Maha Besar (hayya alashalah) …. Maka ia pasti akan mengutamakan memenuhi panggilan Allah.

Begitu juga dengan kita…

Teks Khutbah Idul Adha ini akan dilanjutkan dalam posting berikutinya… Insya_allah.
kata kunci : ceramah islami, teks khutbah idul adha, idul qurban, iedul adha, iedul qurban

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

5 Replies to “Khutbah Idul Adha : Setting Paradigma Baru untuk Idul Qurban”

  1. Terima kasih Tausyiahnya..sekarang pemahaman saya jadi berubah..tentang Idhul Adha..

  2. Alhamdulillah saya bersyukur sekali bisa kenal dgn anda sebab anda selalu memberi siraman rohani dan menambahkan ilmu buat saya. semoga Allah membalas kebaikan anda. sekali lagi terimakasih, saya tetap melihat semua kiriman anda walau gak sempat untuk memberikan komentar.

  3. Terima kasih atas artikelnya. Komentar saya, mengenai kenyataan dimasyarakat kita, mana yg lebih besar. Itu semua tergantung dari kita semua. Contohnya, sekarang ini libur idul fitri lebih lama dari idul adha. Jadi secara potnsi perayaan pasti lebih besar idul fitri. Terlebih orang yg puasa lebih banyak dari yg haji, jadi yg merayakan juga lebih banyak.
    Mungkin itu jadi tantangan untuk mengembalikan bagaimana yg seharusnya….

    Terima kasih

  4. Untuk benar-benar menghayati KEBESARAN ALLOH, maka perlu ditekankan penghayatan takbirotul ihram sejak pada saat mulai shalat. Sering dari awal shalat saja pikiran kita sudah “ngelantur” (mohon maaf) entah kemana. Tantangan kita yang pertama adalah shalat khusuk ini. Saya yakin Pak Ustadz punya trik-trik lain, bagaimana kita (dan terutama saya sendiri)bisa dibuat khusuk dalam setiap shalat kita. Trim Pak Ustadz H. Akhmad Tifur, S.Si. Ditunggu.
    Ashari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.