Solusi : Sidang Itsbat 40 Detik dengan Biaya Rp 0

Bismillaahirrahmaanirrahiim

solusi biaya sidang itsbatSemoga ada pihak terkait yang membaca tulisan ini dan memiliki wewenang untuk mewujudkan sidang itsbat yang cepat dan tanpa biaya.

Anda perlu tahu jelas, bahwa tulisan ini bertujuan BUKAN untuk mengundang debat antara penggemar rukyat vs hisab. Juga tidak bermaksud untuk memojokkan pihak tertentu. Ini adalah sumbang saran untuk kebaikan bersama. Karena itu, komentar yang memancing perdebatan rukyat-hisab dan yang tidak sejalan dengan semangat tujuan ini akan saya hapus.

Sidang itsbat yang cepat, adalah kata kunci yang banyak diharapkan masyarakat. Saya yakin termasuk anda, bukan? Selama ini sidang itsbat bertele-tele, memerlukan waktu sangat lama. Bukankah ini pemborosan waktu? Sementara masyarakat sudah menungu-nungu keputusannya.

Kalau bisa cepat, mengapa dibuat lambat?

Selain cepat, juga semestinya tidak menghabiskan biaya besar. Menurut berita di nasional.kompas.com, disebutkan bahwa: “Kemarin biaya makan saja yang besar, enggak ada Rp 1 miliar.” Ini artinya biaya sidang itsbat besarnya berkisar Rp 1 miliar!

Nah, kini saatnya bagi kita untuk membuat terobosan baru: Sidang istbat 40 Detik dengan Biaya Nol Rupiah…. Simak caranya di bawah ini:

1. Sidang Itsbat dengan Biaya Rp 0

Rp 1 Miliar itu tidak sedikit, Bung! Ini bisa untuk membuat sebuah madrasah yang berguna untuk mencerdaskan anak bangsa. Bagaimana mewujudkan sidang itsbat dengan biaya nol rupiah?

Gunakan masjid sebagai tempat sidang
Sidang itsbat dilaksanakan di masjid Istiqlal, setelah shalat berjamaah Maghrib. Dengan demikian tidak perlu menganggarkan biaya untuk membayar gaji (lembur) pegawai yang mengurus gedung pertemuan.

Pesertanya adalah seluruh jamaah masjid
Tidak perlu mengundang peserta jarak jauh, yang tentunya akan menelan biaya banyak.

Sidang berlangsung cepat
Pimpinan sidang cukup membacakan kesimpulan rukyat dan keputusannya, agar sidang bisa berlangsung dengan cepat sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya kompensasi.

Dengan menggunakan masjid sebagai tempat sidang, pesertanya adalah seluruh jamaah, dan sidangnya berlangsung cepat… maka tidak ada biaya apapun yang harus dikeluarkan. Inilah cara menyenangkan masyarakat yang baik dan tanpa biaya.

 

2. Sidang Itsbat 40 Detik
Semestinya sidang itsbat dapat dilakukan 40 detik saja. Tidak perlu bertele-tele! Tidak perlu ada pandangan umum dari masing-masing ormas. Tidak perlu ada debat berkepanjangan… sehingga sidang itsbat bisa berlangsung berjam-jam. Bukankah aturan “Cara membuat keputusan” dalam sidang itsbat sudah baku?

Bagaimana cara sidang itsbat dalam 40 detik? Ini skenarionya:
– Sidang dibuka setelah semua data rukyat masuk (10 detik)
– Bacakan kesimpulan hasil rukyat (10 detik)
– Tetapkan keputusannya (10 detik)
– Sidang langsung ditutup (10 detik).
Sekali lagi: Tdak perlu ada pandangan umum / debat, karena aturan sidang itsbat sudah jelas.

Dengan cara inilah, sidang itsbat bisa berlangsung dalam 40 detik. Pandangan umum, penjelasan, argumen-argumen, dll dilakukan di waktu lain. Dengan memilih tempat di masjid untuk sidang, akan lebih menghemat waktu ketimbang harus berjalan ke kantor kementrian agama.

Itulah terobosan baru untuk melahirkan sidang itsbat dalam 40 detik, dengan biaya nol rupiah.

Bagaimana menurut pandangan anda?
Selamat Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

Akhmad Tefur Sayidi, S.Si
* * *

Jika anda ingin turut berjuang mewujudkan solusi ini, silakan klik “Like” dan “Share” agar wacana ini terbaca oleh pihak terkait

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

19 Replies to “Solusi : Sidang Itsbat 40 Detik dengan Biaya Rp 0”

  1. alhamdullillah ada pemikiran baru yg jd solusi buat umat…

  2. Sangat setuju… ide yang cerdas…!
    Toh selama ini yang di sebut Sidang Isbat hanya sebatas “pengumuman/mengumumkan” hal yang sudah baku dan pasti.
    Apalagi di saat “sidang” Kalaupun ada pendapat/pandangan lain, pastinya tidak akan pernah di pakai/ diakomodir, sehingga ada sebagian ormas yang lebih suka tidak ikut… yang tentu saja akan mengurangi/bisa menimbulkan ikatan ukhuwah…

  3. Ma’af maksud saya bisa menimbulkan perpecahan dan keretaan ukhuwah islamiyah…

  4. saya setuju Deng an usulan terse but, Yang dpt mengefisiensikan Dana 1 miliar dimana Dana tersebut dpt dialokasikan untuk Dana beasiswa rakyat miskin yg Masih banyak negeri ini

  5. Assalamualaikum.pandangan yang bagus, tetapi juga dingat dana alokasi diberikan siapa. he he

  6. agama ini mudah, namun kadang manusia itu sendirilah yang menjadikannya sulit atau kelihatan sulit

  7. TEROBOSAN TANGKAS DALAM AKSI PANGKAS BIAYA RAKSASA SIDANG, YANG KEMUBAZIRANNYA TERAMAT DIBENCI ALLAH. TEROBOSAN INI SESUAI DENGAN AJARAN DAN AJAKAN ALLAH AGAR “MEMUDAHKAN DAN MELANCARKAN” USAHA APAPUN DAN SIAPAPUN BILA INGINKAN RIDHO ALLAH. SISI2 KE-EFEKTIFAN DAN KE-EFISIENAN MENJADI TERKENDALA OLEH PARA PEMIMPIN2 YANG MENJADIKAN HAWA DAN NAFSU SEBAGAI KENDALI. ITULAH SEBABNYA ALLAH PERINTAHKAN BERDAKWAH. BERDAKWAH ADALAH KARIR TERTINGGI DIDUNIA DAN AKHIRAT.

  8. Bagaimana dengan oknum2 yang sudah terbiasa dengan cara lama, karena mereka memiliki kepentingan pribadi dengan lamanya penentuan isbat tersebut. Pastinya mereka tidak setuju dengan cara baru ini karena 1 milyard bisa melayang dan tidak masuk kekantong mereka ……. nasib nasib negara ini. Urusan akherat saja masih diperjual belikan juga ….

  9. iya sih solusi bagus..
    NAMUN
    – tapi PEMERINTAH kan GENGSI dong…negara lain sidang itsbat di hotel,masa kita nggak.
    – trus kan memang ada anggarannya MUBAZIR 1M bila tidak digunakan
    – biar penCITRAan tokoh tokoh politik dan ulama maklum udah mau PEMILU nich
    KESIMPULANNYA PEMERINTAH MAH GAK PEDULI RAKYAT KECIL,
    HANYA UNTUK HAL SEPELE MEREKA BERPESTA PORA DENGAN UANG DARI RAKYAT
    INILAH SOSOK KHALIFAH DI NEGRI YANG UMAT MUSLIMNYA TERBESAR DI DUNIA

  10. Alhamdulillah, semoga selalu ada perubahan yng lebih baik untuk ukhuwah islamiah.

  11. Sebenarnya tanpa sidangpun ga masalah, toh semua usulan ga ada artinya, langsung diumumkan saja kan beres, hemat biaya kan, gunakan dana untuk kepentingan yang lebih urgent…..

  12. SAYA TIDAK MELIHAT ADANYA JUDUL BARU, MATA SAYA TIDAK MELIHATNYA. BILA BENAR ADA SILAKAN TUNJUKKAN LEWAT NAMA JUDULNYA. SEMUANYA MASIH YANG LAMA, YANG TELAH SAYA KOMENTARI. TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN. SAYA TULISKAN INI KARENA MEINGGU LALUPUN MENDAPAT PEMBERITAHUAN SERUPA YANG TERNYATA JUGA JUDUL2 TERDAHALU. BILA BENAR ADA YANG BARU TENTU AKAN SAYA BACA DAN KOMENTARI. SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN.

  13. Saya pikir ini jadi masukan untuk orang-orang terkait. Semoga akan lebih baik kedepannya

  14. Silakan kalau mau mengambil peluang, namun yang substansinya jangan diabaikan, yakni hikmat kebijaksanaan secara jujur harus didapatkan.

  15. Ya pak, maaf. Email tersebut adalah email otomatis yang kami kirim 8 hari sekali. Memamang sudah lama saya tidak menulis artikel. Alhamdulillah hari ini saya sudah posting.

  16. Satu bulan adalah dari ijtimak ke ijtimak. Setelah ijtimak maka sudah masuk bulan baru.new moon,konjungsi.waqtu shubuhnya setelah ijtimak berarti sudah harus mulai berpuasa bila ijtimak awwal bulan puasa. Di zaman nabi s.a.w.belum ada jadwal ijtimak,belum ada jam,pembagian 24 jam sehari.

  17. Secara prinsip saya setuju dengan pendapat Bapak Akhmad Tefur.
    Artinya tidak perlu “Sidang Itsbat”, cukup langsung “Pengumuman Itsbat”.

    Namun saya yakin, biaya sidang 1 milyar itu cuma isyu, saya yakin tidak sampai segitu, sekali lagi itu isyu. Mungkin memang memakan biaya berjuta-juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published.