Khusnul Khatimah: Menuju Alam Barzakh

khusnul khatimah, iman dan IslamSelamat jalan guruku, Ust. M Sulaiman, SS, M.Hum

Maut I
Benih yang tertanam
sejak kita lahir
Diam diam tumbuh terus
Pada saat panen nanti
Malak Izrail
yang memetiknya

Maut II
Saat kita lahir
kita menangis
Sedang orang lain
tertawa menyambut kita
Semoga
saat kita mati nanti
Kita tertawa
Sedang orang lain
menangis meratapi kita

Selamat jalan guruku, saudaraku yang juga sahabatku…
Itulah dua sajak maut yang dulu sering kau bacakan
Kini, benih yang tertanam dalam jiwamu telah berpanen
Kini engkau telah tertawa
Sedang orang lain menangis, termasuk saya…
Muridmu, saudaramu sekaligus sahabatmu
Bahkan saat menulis baris-baris curahan ini
Saya tak kuasa membendung air mata

Continue reading “Khusnul Khatimah: Menuju Alam Barzakh”

Puisi Sufistik Rendra, Kado untuk Orang Sakit

Puisi sufistik kado untuk orang sakitBeberapa waktu lalu, saya mengulas puisi sufistik “Idul Fitri”, karya Sutardji Calzoem Bachri. Tahukah anda, Rendra juga ternyata telah melahirkan sebuah puisi sufistik yang luar biasa? Bagaimana saya bisa sampai pada kesimpulan tersebut?

Begini ceritanya:
Salah seorang guru saya yang di Tegal sakit cukup berat. Sudah beberapa bulan beliau cuti mengajar. Badannya makin kurus, nafasnya sering sesak. Tapi beliau tetap tegar dalam menjalani keadaan ini. Semoga Allah berkenan segera memberikan kesembuhan baginya.

Tahun 80an, saya sering mendengar guru tersebut membacakan sajak-sajak. Antara lain yang berjudul “Aku” karya Chairil Anwar, “Padamu Jua” karya Amir Hamzah, “Burung” karya sang guru sendiri dan sajaknya Rendra. Karena itulah saya jadi ketularan sang guru, saya hafal keempat sajak tersebut di luar kepala.

Sebelum saya ke Tegal untuk menjenguknya, saya membaca ulang buku “Kado untuk Orang Sakit” karya Abdullah bin Ali yang saya beli 8 tahun silam. Kebiasaan saya setiap membeli buku, saya menulis tanggal saat saya membelinya. Saya ingin menyampaikan sebagian isinya, khususnya yang dapat memberikan semangat untuk guru saya. Sesampai di Tegal, kami pun larut dalam pembicaraan. Hingga sampailah pada saat yang tepat untuk menyampaikan isi buku “Kado untuk Orang Sakit” itu. Antara lain yang saya sampaikan adalah:

Continue reading “Puisi Sufistik Rendra, Kado untuk Orang Sakit”

“Idul Fitri”, Puisi Sufistik Raja Penyair Modern

Sutardji Calzoum Bachri

Idul Fitri adalah salah satu judul puisi karya Sutardji Calzoem Bachri, raja penyair modern*). Adalah puisi sufistik yang sangat menggugah hati.

Saya pernah menggelar acara seminar bedah puisi ini tahun 2006 di Riau, provinsi kelahiran Sutardji. Bahan rujukannya dari tesis berjudul “Dimensi Sufistik Puisi-Puisi Sutardji Calzoum Bachri”, karya Muhammad Sulaiman, S.S., M.Hum (Ketua Jurusan Sastra Universitas Panca Sakti – Tegal).

Jika anda bukan peminat sastra, kini saatnya membuka pintu baru! Anda akan melihat jutaan penikmat sastra sedang asyik menyantapnya. Langkahkan kaki anda ke sana, andapun akan menjadi bagian dari mereka yang dapat menikmatinya. Anda akan menemukan sensasi baru yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.

Puisi karya sang raja penyair modern ini tentu saja daya magisnya jauh lebih dahsyat dibanding puisi-puisi kaki lima. Menakjubkan…. Sekaligus mengharukan! Membuat para pendamba surga menjadi iri dibuatnya.

Continue reading ““Idul Fitri”, Puisi Sufistik Raja Penyair Modern”