Introspeksi: Pantaskah Doa Shalat Kita Dikabulkan?

Doa shalatShalat adalah penghambaan dan doa. Bacaan shalat saat duduk antara dua sujud adalah merupakan inti doa shalat. Tentu kita ingin agar doa shalat kita dikabulkan, bukan?

Duduk antara dua sujud disebut juga dengan “Duduk Permohonan”, karena dalam duduk tersebut, seorang hamba memohon kepada sang Maha Pemurah dengan tujuh permohonan penting, yaitu:

  • Ampunan
  • Belas kasihan
  • Kecukupan
  • Derajat yang tinggi
  • Rizki
  • Petunjuk
  • Kesehatan

“Rabbighfirlii, warhamni, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii”
Ya Allah, ampunilah dosaku, dan belas kasihanilah aku, dan cukupkanlah kekuranganku, dan tinggikanlah derajatku, dan berilah aku rizki, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan. Dapat ditambahkan dengan wa’fuannii (dan maafkanlah aku)

Tujuh permohonan tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia untuk kebahagiaan hidup di dunia (fi dunya hasanah) dan kebahagiaan  hidup di akhirat (wa fil akhirati hasanah).

Berapa detik doa shalat dalam duduk permohonan anda?
Banyak di antara kita belum memahami hakikat duduk antara dua sujud ini (duduk permohonan untuk 7 kebutuhan pokok dunia-akhirat). Karenanya, mereka meremehkannya. Ini terbukti dengan masih banyaknya orang shalat yang sama sekali tidak menghayati duduk antara, mereka melakukannya hanya dalam 3 – 5 detik saja. Padahal, untuk dapat menghayati nikmat dan pentingnya model duduk ciptaan Allah ini, dan untuk dapat menghayati tujuh ratapan permohonan kebutuhan pokok dalam duduk ini dibutuhkan sekitar 20 detik!

Kalau duduk permohonan kita hanya 5 detik, membaca doa shalat secepat kilat, tanpa ratapan, tanpa harapan, tanpa penghayatan, tanpa ruh… pantaskah kita mengharap tujuh permohonan kita dikabulkan?

Mari berintrospeksi, kita teliti benar-benar, apakah kita sudah cukup memberi penghayatan pada setiap gerak dan bacaan shalat yang kita lakukan? Sudah pantaskah doa shalat kita dikabulkan? ***

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

27 Replies to “Introspeksi: Pantaskah Doa Shalat Kita Dikabulkan?”

  1. subhanallah….
    doa yg benar benar kita inginkan memang harus penuh penghayatan dalam memanjatkan kepada allah

  2. 1000 kursi besi harganya 100 Jt, 1 kursi emas harganya 3 M.Mana yang anda pilih? Bagaimana meraih kekayaan sejati melalui Sholat berjama’ah…sy suka itu Ustaz…kasus itu yang mampu memotivasi sy untuk menjaga sholat berjama’ah di mesjid/Musolla.Jazakumullah khairan katsiran

  3. SAYA SANGAT SENANG SEKALI DG ARTIKEL2 ANDA, BANYAK SEKALI PENGETAHUAN AGAMA YG BLUM TAHU SEBELUMNYA, SEKARANG MENJADI LEBIH TAU.

  4. Semoga saja saya dapat mengamalakannya… amin!

  5. Memang betul sekali Pak Ustad, mari teman2 kita hapalkan bacaan tersebut…

  6. Dengan menghapal bacaan shalat, insyaallah shalatpun akan menjadi khusyu…

  7. Memang betul Ustad, kalau membacanya tanpa ada penghayatan, sangat cepat kelar shalatnya, sekarang saya baru paham, ternyata duduk diantara itu bacaannya adalah doa permohonan pada Allah SWT, Trims atas Pencerahannya…

  8. Assalamu’alaikum ww.

    Pada waktu duduk antara dua sujud kita bermohon kepada ALLah, meminta, kalau kita meminta tentu ada tatakrama dan adab sopan santunnya, kadang kita selalu lupa meminta kepada atasan , atau orang yang lebih terhormat segala cara dilakukan untuk mendapatkan keinginan yang diminta, tetapi kita tidak sadar dan selalu meremehkan pada saat meminta kepada Allah terutama pada waktu Shalat duduk antara dua sujud, kita selalu asal asalan, sudah pantas Allah tidak atau belum mengabulkan do’a kita, mari kita perbaiki Shalat kita karena sesungguhnya pada saat shalat kita berdialog lansung dengan Allah, semoga kita selalu dituntun ke arah sana,
    Assalamualaikum ww

  9. ya allah!!!!!!!!!!!!!!! pak ustad saya baru tahu itu dan memang saya blm mempelajari arti kalimat sholat . astagfirullah !!!!! alangkah bodohnya saya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! tolong saya pak ustad!!!

  10. alhamdulillah, ternyata guru agama sy almh. Ibu gusnidar telah mengembleng saya untuk memahami bacaan sholat beserta artinya, wktu masih penggemblengan sering dumel sendiri krn repot amat yah sholat…tp stlh sy paham…subhanalloh itu sgt berarti bg sy…alhamdulillah terimakasih bu gus, allohummagfirlahaa warhamhaa waa’fihaa wa’fuanhaaa aamiin… Sekarang doa diantara dua sujud, menjadi doa sy n klrga setelah sholat..

  11. Memang benar. Alhamdulillah, saya dari dulu sudah menyadari arti doa duduk di antara 2 sujud tersebut yang intinya permohonan kita. Namun sayang dalam pembahasan tentang sholat masih kalah dengan keutamaan Al-Fatihah, sholawat (pakai sayyidina atau tidak), telunjuk (digerak2 kan atau tidak) saat tasyahud, ujung celana digulung, dsb. Pada intinya amalan2 yang penting sholat sah. Mudah2 an pengetahuan ini akan semakin menambah kesempurnaan sholat kita.

  12. Tentang memakai sayyidina atau tidak, dan masalah-masalah lainnya, ini merupakan masalah khilafiyah. Sebaiknya kita saling menghormati saja. Yang lebih urgent untuk kita bahas adalah, ummat Islam sudah merasa shalat berjamaah itu penting atau tidak.

  13. saya memang baru beberapa bulan ini sholat d mesjid pak.ustad.biasanya saya sholat berjamaah dengan istri d rumah.cuman yang saya rasakan sholat d mesjid d dekat rumah saya imamnya sholat terlalu cepat.dan saya alami setiap saya sholat dengan imam yang berbeda.padahal yang mengimami kami sholat semuanya sudah haji.mohon penjelasannnya pak.ustad

  14. Jika imam tidak benar-benar ideal seperti harapan kita, tetaplah shalat berjamaah di masjid. Jika anda ingin memperbaikinya, anda perlu bicara dengan para pengurus masjid.

  15. Alhamdulillah saya senantiasa bermohon utk bisa istiqomah shalat jama’ah di Masjid. Tapi terkadang saya merasa kurang pas lantaran imam masjid dikampung saya cepat sekali bacaannya. Apalagi ketika dhuhur dan ashar saya baru menghayati bacaan rabbighfirli… imam sdh Allahuakbar utk sujud.. Gimana ya ustad.

  16. Sebaiknya anda kemukakan hal itu kepada imam. Jika tidak bisa menyampaikan langsung, anda bisa menyampaikannya melalui pengurus DKM. Btw, bermakmum pada yang bacaannya cepat lebih baik dari shalat sendirian. Tetaplah shalat berjamaah di masjid.

  17. Saya kebetulan sering sholat di mesjid, tapi jika kebetulan imamnya Sang ketua DKM yang bacaannya masih kurang fasih baik tajwidnya maupun makhrojnya, sehingga dikhawatirkan kemungkinan jadi bermakna lain artinya, contoh : seharusnya Allahu Akbar dibaca Allohu Akbaaaar ini bagaimana pak Ustadz, mohon solusinya tks.

  18. Jika memungkinkan, silakan tegur langsung. Jika tidak, Bapak bisa bisa menghubungi pengurus DKM lainnya untuk menegur imam tsb. Sambil menunggu proses, tetaplah untuk shalat berjamaah di masjid (walau dengan imam tsb).

  19. aslkum.ustdz…….dalam shalat saya sering melihat posisi duduk yang berbeda seperti…..kalo sholat dua rakaat kadang duduk tasyahud akhirnya seperti duduk antara dua sujud kadang juga seperti duduk tasyahud akhir……dan ustadz juga pernah bilang keduanya punya dalil…yang mau saya tanyakan duduk seperti apa yang selalu di gunakan Rasulullah saw………..

  20. Setahu dan seingat saya, dalam penjelasan Syafi’i adalah duduk tawarruk (tasyahud akhir)

  21. boleh co pas..
    isi nya bagus..
    🙂

  22. Boleh. Mohon cantumkan nama penulis dan sumbernya yah…

  23. sangat bermanfaat artikelnya terutama bagi saya yang masih awam… terimakasih…

  24. Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan sampai sesuap pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum. Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan atau minuman yang benar-benar halal dan baik. Allah berfirman, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. al-Baqarah : 168)

    Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam mengarungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.

    “Aku mengabulkan mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah :186)

    Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah, maka dalam pelaksanaannya harus khusyu’dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta. Allah telah menyatakan,

    “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut ..” (QS. al-A’raf : 55)

    Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini bisa dilakukan sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktu-waktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.

  25. Jazakallah Bang Udin atas tambahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.