Belajar Shalat Vs Belajar Matematika | Renungan yang Menggelitik

belajar shalat

Berapa lama Anda belajar shalat? Sampai sejauh mana Anda tahu tentang shalat? Apakah ilmu shalat Anda sudah memadai? Coba kita jawab dulu ketiga pertanyaan ini sebelum melanjutkan membaca…. Inilah pertanyaan primer untuk setiap yang mengaku dirinya muslim. Iya, kan?

Sekarang coba bandingkan dengan belajar Matematika! Berapa lama Anda belajar Matematika? Ya…, mungkin banyak yang belajar Matematika sampai matematian 🙂 Minimal tiga belas tahun… Waktu yang amat lama bukan? Betul, karena Matematika minimal diajarkan sejak mulai masuk Play Group sampai SMA. Jika kita kuliah di jurusan Matematika, kemudian setelah lulus menjadi pengajar Matematika, maka kita belajar Matematika sepanjang hidup. Luar biasa…

Nah, jika kita rela belajar Matematika bertahun-tahun, seharusnya kita rela mempelajari shalat lebih dari itu. Bukankah ilmu shalat jauh lebih penting dari Matematika? Bukankah shalat adalah perkara pertama yang dihisab di hari kiamat?

Kalau tidak lulus Matematika, tahun depan masih ada kesempatan. Kalau tidak lulus shalat, inilah yang paling berbahaya…  yang berarti gagal masuk surga, tanpa kesempatan kedua untuk kembali hidup di dunia.

“…dan barangsiapa yang baik (diterima) shalatnya, maka baik (diterima) pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabarani).

Bagaimana jika shalat kita tidak diterima karena tidak pernah mau mempelajari ilmu shalat secara serius? Shalat dikerjakan asal-asalan, tidak mengetahui tata cara shalat yang benar berdasarkan hadits-hadits Nabi.  Shalat dinomorduakan, tidak dikerjakan di awal waktu, tidak shalat berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)… tidak mengerti betul apa maksud setiap bacaan dan gerakan shalat.

Tiga hal yang harus dipelajari tentang shalat:

  1. Shalat Nabi – Yaitu tata cara shalat seperti yang dilakukan Nabi Muhammad. Jika setua ini Anda belum pernah mengaudit cara shalatnya sudah sesuai dengan yang Nabi contohkan atau belum, maka harus cepat-cepat melaksanakannya.
  2. Shalat Jamaah – Terutama bagi laki-laki, harus mengetahui tentang perintah shalat berjamaah di masjid (bukan di rumah beserta keluarga); keistimewaan shalat berjamaah agar mendapat motivasi untuk shalat jamaah 5 waktu;, dan ancaman keras bagi yang meninggalkan shalat berjamaah.
  3. Shalat Khusyu – Agar shalat lebih dapat dihayati, lebih nikmat dan lebih berdampak pada kehidupan

Baca: Shalat Sempurna (Shalat Nabi + Shalat Jamaah + Shalat Khusyu)

Mumpung masih ada kesempatan, mari kobarkan semangat untuk mendalami shalat tanpa batas, menuju shalat sempurna. Ingat… shalat adalah amal yang pertama kali dihisab! Ayo kita belajar shalat.

9 Replies to “Belajar Shalat Vs Belajar Matematika | Renungan yang Menggelitik”

  1. Dan jika kita beribadah tanpa disertai dengan ilmu maka sia2lah ibadah kita itu… sungguh. Karenanya kita harus senantiasa belajar, apalagi shalat, amalan yg pertama kali akan dihisab.

    Tulisan yang mencerahkan 🙂

  2. Terimakasih atas tausiyahnya ustad, dengan saya baca artikel ini saya jadi Tahu apa itu arti shalat.

  3. Trims, Mas Iman atas tambahannya

  4. Iya yach…..,
    benar-benar betul….

Leave a Reply

Your email address will not be published.