Selamat Idul Fitri
arti minal aidin wal faizin
jadwal training

Ebook islam, shalat sempurna, cara sholat nabi, sholat berjamaah di masjid, sholat khusyu, web islam, jadwal waktu sholat, artikel islami, makna bacaan dan doa solat

"Amal pertama yang di-
hisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Dan barangsiapa yang baik shalatnya, maka baik pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya”
(HR Thabrani)

KLIK DI SINI

Stiker Motivasi Islam Shalat Berjamaah

Ready Stock…
Buku baru bagus, Klik di Sini!
Jadwal Shalat Indonesia
Jadwal Waktu Shalat Kota Kota Besar di Indonesia. Jadwal Shalat Hari Ini : KLIK DI SINI
Pelatihan & Seminar

Info Pelatihan

PESAN SEKARANG!
Buku baru bagus, Klik di Sini!
contoh presentasi, download ceramah, public speaking skill, contoh ceramah, ceramah maulid nabi muhammad saw, membuat presentasi, cara presentasi, ceramah singkat, download presentasi, presentasi yang baik, teknik presentasi, bahan presentasi, naskah ceramah, materi presentasi, presentasi menarik, permainan ice breaker, presentasi sukses

Surat Terbuka buat Lelaki dan Media

Bismillah.

Contoh tayangan salah kaprah

Pernahkah anda melihat media (TV) menayangkan sebuah keluarga yang shalat berjamaah? Tayangan itu bisa dalam penggalan sinetron religi, sinetron umum, kisah hikmah, ilustrasi keluarga Islami, clip lagu Islami, clip adzan shalat dan lain-lain.

Sepintas tayangan ini memang terkesan bermuatan religi dan bernuansa rumah tangga harmonis. Namun sebenarnya, tayangan itu justeru BERBAHAYA!

Anda tahu dimana letak bahayanya…?

Trilogi Shalat Sempurna
Jadikan Shalat Lebih Mantap, Lebih
Agung & Lebih Nikmat. Raihlah…

Presentasi Menarik
Rahasia Presentasi Sukses-Menarik
Teknik & Bumbu Ceramah

Yes Bisnis!
Rahasia Bisnis Online Pemula
Mudah – Cepat – Murah

Pesona Jendela Rahasia
Bacaan Wajib yg Ingin Terpesona
dan Tambah Jendela Wawasan!

Seorang lelaki yang memimpin shalat berjamaah di rumahnya adalah tindakan keliru. Jadi, clip itu akan memberikan pemahaman yang keliru tentang shalat berjamaah kepada jutaan pemirsa.

Mengapa demikian?
Silakan simak firman Allah dan hadits-hadits berikut di bawah ini. Semoga Allah memberikan ampunan dan hidayah untuk kita semua.

1. Rasul memerintahkan agar kita memenuhi panggilan adzan
“Jika engkau mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu.” (HR Tirmidzi)

2. Penegasan bahwa shalat fardhu bukan di rumah, tapi di masjid
“Seutama-utama shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat fardhu (shalat wajib).” (HR Bukhari – Muslim)

3. Sekalipun dalam kondisi tidak aman, tetap harus ke masjid
Dari Umi Maktum, bahwasanya ia mengadu kepada Rasullah SAW, katanya: “Ya Rasul, bahwasanya kota Madinah ini banyak binatang buas lagi kejam, yang tentu aku sangat khawatir atas keselamatanku. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Adakah kamu mendengar Hayya alash-sholah, hayya alal falah? Kalau mendengarnya, maka datanglah kemari memenuhinya”  (HR Abu Daud).

4. Sekalipun orang buta, tidak diperbolehkan shalat di rumahnya
Seorang pria buta mengadu kepada Rasulullah SAW, katanya: “Ya Rasul, tiada seorang penuntun bagiku yang menolongku mengantar ke masjid, maka berilah keringanan untukku shalat di rumah. Kemudian, ia diberi keringanan oleh Rasul. Namun ketika ia tegak dan baru beberapa langkah pulang, Rasulullah SAW memanggilnya kembali, sabdanya: “Adakah kamu mendengar adzan shalat?”.Jawabnya: “Ya, aku mendengarnya”. Sabda Rasul : “Untuk itu, hendaklah engkau penuhi panggilan (adzan) itu.”  (HR Muslim)

5. Tidak mampu shalat berjamaah di masjid, dianggap orang munafik
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid untuk shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

6. Rasulullah tidak ridho terhadap (lelaki) yang shalat di rumah. Sampai-sampai beliau bersumpah dengan ancaman yang amat keras
” Demi dzat yang diriku ditanganNya, aku ingin menghimpun kayu bakar, lalu kusuruh seorang mengumandangkan adzan shalat, dan kusuruh pula imam memimpin shalat berjamaah, dan kudatangi mereka yang tidak shalat berjamaah, kubakar mereka bersama rumah-rumahnya” (HR Bukhari-Muslim).

7. Puncaknya, Allah menegaskan bahwa yang ke masjid hanyalah orang-orang yang beriman
“Sesungguhnya yang meramaikan masjid-majid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir.” (QS At Taubat:18)

Inilah tujuh alasan mengapa tayangan/clip keluarga yang shalat berjamaah di rumahnya bisa dianggap menyesatkan.

Kepada kaum muslimin, mari kita tegakkan shalat berjamaah di masjid untuk menggapai ridho Allah dan Rasul-Nya.

Kepada seluruh media (TV), agar tidak memberikan tayangan keliru tersebut. Ini untuk kepentingan anda agar tidak dianggap sebagai TV yang “miskin pengetahuan.”

Surat ini dibuat terbuka dengan maksud untuk membendung meluasnya korban tayangan media tentang pemahaman shalat berjamaah yang tidak benar. Terima kasih atas perhatian semua pihak.

Bogor, 30 April 2011

Akhmad Tefur Sayidi, S.Si
Pemrakarsa GPKSB (Gerakan Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah)

NB: Jika pembaca surat terbuka ini telah memahami tujuh alasan di atas, anda wajib menyampaikan penjelasan ini dengan share kepada teman-teman anda. Jazakumullah.

Founded by rahasia shalat subuh, rahasia sholat shubuh, rahasia sholat subuh, tentang shalat, tentang sholat

Untuk input kami, jika anda suka artikel ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M
Ebook Gratis Tentang Bacaan ShalatEbook Gratis! Bumbu, Rahasia Presentasi MenarikLayanan Gratis! 7 Days Mutiara Penyejuk HatiEbook Gratis! Rahasia Bisnis Online Informasi Training

61 Responses to “Surat Terbuka buat Lelaki dan Media”

  • rizqi:

    bukannya kalo seorang wanita lebih baik berjama’ah di rumah??

  • Sangat betul itu infonya. Trima kasih.

  • Subrita:

    Awalnya saya malas untuk shalat bejamaah di masjid,tapi setelah memahami dan mengerti betapa penting dan wajib kalau shalat ya harus bejamaah di Masjid,sedangkan orang buta saja di haruskan berjamaah di Masjid apalagi kita yg sehat tidak kurang suatu apapun malas untuk pergi shalat berjamaah ke Masjid.

    Marilah kita biasakan untuk shalat berjamaah di Masjid,awalnya tidak biasa nanti akan jadi biasa dan akan mengalami penyesalan kalau shalatnya tidak berjamaah di Masjid.

  • Maulana Ibrahim:

    Betul Mas Rizki, tetapi seringkali seorang wanita shalat di rumahnya tidak pada awal waktu. Untuk itu, jika merasa kesulitan untuk shalat pada awal waktu maka solusinya adalah shalat berjamaah di mesjid. Dan Rasululloh pun tidak melarang jika seorang wanita ingin shalat berjamaah di mesjid, tetapi yang lebih utama memang di rumahnya sendiri. Hal ini berlaku bagi seorang wanita yang sudah mantap dan istiqomah shalat di awal waktu.

  • Takmir Masjid:

    Betul. Jika laki-laki pada shalat di rumah, masjidnya sepi mas!

  • pakde:

    … dari dulu masih bolong bolong shallatnya di Mesjid. Selalu ada keinginan….Semoga Allah menguatkannya. Matur Suwun Pak Tefur, selalu mengingatkan kami tanpa bosan bosannya. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat.

  • subhanallah,astaghfirullah !
    benar juga ya ustadz,kadang kita memng kurang peka dan kurang peduli.
    jazzakallah ya ustadz,diingatkan.

  • Abu Nabila:

    Agar masyarakat berbondong-bondong pergi ke mesjid, salah satu hal yang perlu diperbaiki adalah imam masjid-nya. Jika imam masjid bacaan Al quran-nya bagus, tartil, dan hafidz qur’an, Insha Allah masyarakat akan tertarik berbondong-bondong pergi ke masjid dalam setiap waktu sholat. Hal ini yang saya rasakan di Saudi Arabia. Negeri ini berhasil mencetak para imam masjid dengan baik. Jadi langkah berikutnya adalah gerakan untuk mencetak imam masjid yang hafidz qur’an.

  • dani zarnika:

    trims ustadz..

  • Shobirin:

    Terima kasih Ustadz tentang pencerahan Sholat Berjamaah di Masjid, marilah kita memohon kepada Alloh SWT untuk diberikan kekuatan untuk melaksanakan Sholat berjamaah di Masjid atau Musholla, sehingga kita tidak dianggap orang munafik.

  • A karyadi:

    Menurut pemahaman saya pribadi yg masih Awam Mungkin sedikit berbeda : Sholat bisa di mana saja yg penting bisa khyusuk ,yang saya tau ALLAH tidak memerintahkan kita membangun MASJID, Masjid / mushola di bangun dgn TUJUAN agar kita dapat BERIBADAH dgn Nyaman dan demi Syiar ISLAM

    Pertanyaannya :Jika kita Sholat di Masjid dan menjadi MAKMUM dari seorang IMAM yg kita TIDAK YAKIN dan justru membuat diri kita was was ,tidak Khyusuk , gelisah, jengkel ,dsb bagaimana hukumnya ?

    CARA atau TUJUAN dari SHOLAT yang harus lebih di UTAMAKAN ?

    Bagaimana mengenai IMAM yg Dzolim dia memimpin dengan CARA nya sendiri dan selalu bersenjatakan Hadist,walaupun dia berilmu namun tidak mengedepankan Aklakulkarimah ?

    Bukankah ADZAN adalah PANGGILAN SHOLAT / ALLAH ,dan kita bisa Sholat di mana saja, bukan panggilan MASJID ???

    Dan masih banyak pertanyaan yg masih berkecamuk dalam hati, Tujuan saya lebih memahami Ajaran Islam secara benar , supaya dapat BERAGAMA secara CERDAS dan BENAR, Mohon bimbingannya

    • Akhmad Tefur:

      Shalat berjamaah di masjid dengan bermakmum pada imam yang anda sebutkan di atas, lebih baik daripada shalat sendirian. Cara shalat, tempat shalat, dan kekhusyuan shalat semuanya penting. Tempat shalat yang betul bagi laki-laki adalah di masjid. Coba baca lagi hadits-hatisnya…. semoga Allah berkenan memberi anda motivasi untuk selalu shalat berjamaah di masjid. Amin.

  • Udin:

    Wah..wah..wah. Akhirnya ada juga yang mengkritik Tampilan di RCTI tentang shalat berjamaah, Sebetulnya saya juga kurang setuju dengan tampilan itu, tapi tidak berani untuk mengkritiknya :)

  • Muksin:

    Mari kita shalat bejamaah di masjid, Terima kasih sudah mengingatkan Pak Ustadz.

  • Idris:

    Terima kasih Pak Ustadz sudah mengingatkan akan tayangan shalat berjamaah yang salah.

  • mikail:

    Memang seharusnya shalat berjamaah itu di masjid, bukan di rumah berserta keluarga, Bagus sekali Pak Ustadz saya dukung atas pengkritikan tayangan RCTI itu, karena itu tidak benar.

  • abdullah:

    sukron pak ustadz, sangat bermanfa’at sekali infonya, tapi terlalu berlebihan kalo ustadz mengangap hal ini sesuatu yang berbahaya apalagi menyesatkan, islam itu rahmatan lilalamin, ada ibadah mahdoh ghoru makdhoh, yg bisa di capai seorang muslim untuk mngharap rahmat alloh

    • Akhmad Tefur:

      Coba baca lagi hadits ke-4,5 dan 6. Apakah anda juga menganggap hadits tersebut berlebihan?

  • agus:

    sungguh aku baru tahu … maklum aku kuper masalah agama ( maklum orang jalanan ) terimakasih …

  • mr.abu:

    Betul sekali Pak Uztad,,
    Trims selalu mengingatkan, terkadang saya magrib baru sampai dirumah, karena macet dijalanan, sehingga magrib dirumah. Kalau Shalat Isya dan Subuh saya usahakan/ wajibkan di Masjid. Dluhur dan Asyar shalat berjemaah di Mushola kantor..
    Wass

  • Haswaro:

    Saya sih setuju dengan komen dari A Karyadi,semua -semua berdasarkan hadist koq nggak ada yang berdasarkan Al Quran,Sholat berjama’ah bagaimana klo syarat-2 nya ngga di penuhi,contoh makmun mendahului imam ,anak yang belum baliq di shaft depan,anak kecil disebelah bapaknya tidur nyenyak..bagaimana pula itu…

    • Akhmad Tefur:

      Jika kita ingin menegur orang tapi tidak enak kalau bicara langsung, solusinya adalah dengan menyodorkan artilkel pada orang yang ingin kita tegur. Anda bisa cari artikel yang berhubungan dengan masalah anda.

  • sepakat pak ustadz!!! Semakin hari semakin banyak orang yang jauh dari tuntunan islam yang benar, terkhusus sholat. Mungkin karena pelajaran yg salah sejak disekolah. Orang kristen beribadah di gereja tiap minggu. E…banyak muslim juga kok ikut2an sholatnya ke masjid sekali sepekan, hari jumat aja. Bagaimana jadinya kalo sholat jumat itu gak wajib. Na’udzubillah. Harusnya di pelajaran agama sejak SD hal ini ditanamkan, dimonitor oleh guru agamanya, dan harus tertulis dengan besar di buku pelajarannya. ijin copast untuk blog saya pak ustadz, http://sinergipositif.wordpress.com/

  • yusep:

    alhamdulillah..hatunuhun info nya

  • apa salahnya sholat dupublikasikan sih??

  • mulyadi:

    Assalamu’alaikum Wr Wb
    Sangat betul n pasti mengandung hikmah lainnya perkataan, tindakan dan segalanya yang diperintahkan Rasulullah SAW, Siapa yang akan mengikutiNya kalau nggak umatNya, tapi kalau umatnya saja selalu malas n lemah tertawalah musuh2 Islam, semakin asing orang yang mengikuti Qur’an n Sunah, N akhirnya Islam kembali ke Jaman Nabi sedikit kekuatannya n selalu jadi bahan olok2an, TANDA2 KIAMAT SEMAKIN DEKAT

  • iskandar:

    Asww.
    Kepada saudaraku pemberi komentar, saya menyarankan jangan membawa atau menuduh orang lain seperti ” semakin banyak orang yang …..” kan ini sudah menuduh orang lain, padahal siapa sih yang tahu apa yang ada pada diri orang lain. Setahu saya apa yang ada pada diri orang lain hanya diketahui Allah, Malaikat dan pribadi orang yang bersangkutan. Kalau saya membawa bawa orang lain padahal saya tidak tahu artinya saya sudah melakukan fitnah.
    Janganlah berfikiran terlalu sempit, coba kita fahami apa sih arti sebenarnya shalat berjamaah di mesjid itu? jangan hanya lihat dari simbul saja, tapi coba kita renungkan dari segi hakikat. Kenapa waktu shalat boleh ditarik ke depan atau mundur ke suatu waktu shalat tertentu?
    Saya mengajak kepada saudara2 untuk melihat bahwa Al Qur’an itu berisi ayat-ayat yang jelas dan yang perlu perenungan yang dalam dan demikian pula Hadist.
    Sekian Wassalam

  • Iskandar Fatony:

    Anda tahu dimana letak bahayanya…?
    Seorang lelaki yang memimpin shalat berjamaah di rumahnya adalah tindakan keliru.
    ———————————————————————
    Sangat setuju Kalau Shalat Fardhu dilakukan di Mesjid. Tapi bagaimana caranya kita membimbing keluarga kita kalau Shalat Berjamaah di rumah dianggap keliru. Terkadang khan kita lakukan Shalat berjamaah dirumah dengan keluarga dalam rangka memberikan pendidikan dan bimbingan pada keluarga.

    • Akhmad Tefur:

      Rasul tidak pernah mencontohkan shalat berjamaah di rumah. Pendidikan keluarga dilakukan di luar shalat.

  • azahra:

    ass..
    saya setuju dengan komentarnya A karyadi serta pesan kontrolnya om iskandar.. setahu saya sholat berjmaah itu memang lebih baik di bandingkan dg sholat mufarid (sendirian) tapi saya baru tahu kalao sholat berjamaah di rumah itu dimasukan sebagai golongan orang musyrik..!! bukankah kita juga berperan sebagai imam dalam keluarga.. apakah itu juga salah.. mohon penjelasan hukumnya..

    • Akhmad Tefur:

      Rasul tidak menyukai laki-laki yang tidak ke masjid (shalat fardhu), coba lihat lagi hadits-haditsnya.

  • first aider:

    bener tuh bro, sholat berjamaah bukan di rumah tapi di masjid.
    tp ga ada salahnya kok kasih contoh sholat supaya berjamaah dan tepat wakut, amiiin.

  • irwan:

    ALHAMDULILLAH,,ALLAH manujukkan aku ke situs ini, mdah2han bp.Akhmad Tefur. senantiasa trus di rahmati ALLAH SWT, AMIN

  • Xarel X:

    Jangan gampang Menyalahkan

    sangat disayangkan sekali orang yg “ahli” sholat berjamaah seperti anda bpk ustad Ahmad Tefur, begitu mudah sekali mencap orang lain yg beda pemahaman masalah sholat berjamaah dg Cap;keliru, berbahaya, bahkan yg lebih ganas lagi menyatakan: Karena Allah dan Rasul-Nya tidak pernah membenarkan lelaki yang shalat fardhu di rumahnya.

    begitu mudah sekali anda mengeluarkan fatwa seperti itu, hanya berdasarkan beberapa hadits, padahal banyak hadis lain yg belum diungkap.
    para imam madzhab empat walopun mrk beda pendapat tetapi tdk sampai sperti anda.
    lalu dimanakah nilai-nilai sholat berjamaah yg selama ini anda galakan, di satu sisi anda mudah mencap org lain yg tdk sepaham?!
    dari sini kelihatan ternyata mrk yang ahli sholat berjamaah tetapi belum tentu bisa mengaplikasian nilai-nilai sholat tsb.

    berikut ini riwayat-riwayat yg menyatakan boleh sholat berjamaah di rumah/selain masjid.

    1. Dari Abi Bakrah rodhiallohu ‘anhu, dia berkata: “(suatu hari) Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam datang dari pinggiran kota Madinah (menuju ke mesjid) untuk melaksanakan sholat (secara berjamaah), dan Beliau sholallahu ‘alaihi wa sallam mendapati orang-orang telah selesai melaksanakan sholat (secara berjamaah), maka Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pun kembali ke rumah, kemudian mengumpulkan keluarga Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sholat mengimami mereka.” (HR. Ath Thabrani, berkata Al Haitsami: Semua perawinya tsiqat (terpercaya), dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah hal. 155).

    2. Dalam sebuah atsar yang diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dalam “Al Mushannaf”
    (2/409) dan Ath Thabrani dalam*“Al Mu’jamul Kabir” (9/318) dengan sanad yang hasan, dari Ibrahim An Nakha’i, dia berkata: “(Suatu hari) ‘Alqamah dan Al Aswad bersama Abdullah bin Mas’ud rodhiallohu ‘anhu berangkat menuju ke mesjid, (di tengah jalan) mereka bertemu dengan orang-orang yang telah selesai melaksanakan sholat (secara berjamaah), maka Ibnu Mas’ud *rodhiallohu ‘anhu* membawa mereka berdua pulang ke rumah beliau, dan menempatkan mereka berdua berdiri di (belakang) sebelah kanan dan kiri beliau, kemudian beliau sholat mengimami mereka berdua.” Dalam atsar lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (2/223) dan ‘Abdurrazzaq (2/293) dari Al Hasan Al Bashri, dia berkata: “Dahulu para sahabat Rosululloh *shalallahu ‘alaihi wa sallam*jika mereka masuk ke dalam mesjid dan (mendapati) sholat (berjamaah) telah ditunaikan di mesjid tersebut, maka mereka melaksanakan sholat di mesjid tersebut sendiri-sendiri (tidak berjamaah)”.
    3. Hadis Jabir Radhiyallahu ‘anhu secara marfu, “Dan aku diberi lima perkara … “ lalu disebutkan, “Dan dijadikan bagiku bumi/tanah sebagai masjid dan tempat yang suci. Siapapun yang dari umatku yang mendapati waktu shalat maka shalatlah.” Al-Lu`lu wal Marjan fiimat tafaqa ‘alaihi As-Syaikhan (1/104)

    4. Dari Anas, ia berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling baik akhlaknya. Terkadang saat waktu shalat datang beliau sedang berada di rumah kami. Kemudian beliau memerintahkan untuk hamparan di bawahnya, lalu beliau menyapunya dan memercikan air, dan Rasulullah shalat bersama kami menjadi imam sementara kami berdiri di belakang beliau.” As-Sunan al-Kubra vol, 3, hal. 66
    5. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata, “Rasulullah shalat di rumahnya dalam keadaan sakit. Beliau shalat dengan duduk sementara sekelompok orang shalat dengan berdiri di belakangnya, lalu beliau memberi isyarat agar mereka duduk.” Shahih Al-Bukhari (1/169), Bab 51 kitab al-adzan.

    Para Imam madzhab membolehkan Sholat berjamaah di selain Masjid
    Ini pendapat Malik, Syafi’i dan riwayat dari Imam Ahmad, ia juga madzhab Hanifiyyah.
    Ibnul Qasim berkata, “Aku bertanya kepada Malik tentang orang yang shalat fardhu dengan istrinya di rumahnya?” ia menjawab, “Tidak apa-apa hal itu”[ Al-Mudawwanah al-Kubra (1/86)]
    Imam Syafi’i –rahimahullah- berkata, “Setiap jamaah yang padanya shalat seseorang di rumahnya atau di masjid, kecil atau besar, sedikit atau banyak, maka ia sah. Dan masjid yang terbesar serta banyak jamaahnya lebih aku sukai.”[ Al-Umm (1/136)]
    Al-Rafi’i dari kalangan Syafi’iyyah berkata, “Berjamaah di rumah lebih baik dari pada sendirian di masjid.”
    Ibnu Qudamah dalam al-Mughni berkata, “Dan boleh melakukannya (shalat berjamaah) di rumah atau di padang pasir”.

    Ternyata Allah dan rasulnya-pun membolehkan sholat berjamaah di selain masjid, baik dirumah, padang pasir atau tempat lain. Bahkan para imam madzhab juga banyak yg membolehkan.
    Semoga saudara bpk Ahmad Tefur diberi cahaya oleh Allah al-fatehah

    • Akhmad Tefur:

      Terima kasih atas masukan anda. Sudah saya edit bagian itunya.

      Saran untuk seluruh pembaca : Jika anda tidak termotivasi shalat berjamaah di masjid setelah membaca artikel ini, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan membukakan pintu hati.

      Yang lebih parah adalah: jika tidak termotivasi, tapi malah mencari-cari alasan (yang tidak pas) untuk menghibur diri.

      Catatan:
      Jika suatu hari Rasulullah tidak shalat berjamaah di masjid, tentu ada sebab yang membolehkan (safar, sakit dll) seperti yang anda sampaikan itu.

  • Xarel X:

    Semoga Allah memberikan cahaya pada ustadz Ahmad Tefur al-fateha

  • pit:

    Ak ngk mau ktinggalan lg sholat dmesjid

  • Sarwono:

    Kita ini berpatokan pada Alquran dan Hadits, bahwa kita diperintahkan untuk memakmurkan masjid. Rasululloh aja selalu sholat berjamaah di masjid dan diikuti pula oleh khalifah penerusnya. Disamping itu banyak sekali sholat berjamaah dimasjid.

  • khalit adam:

    Saya pernah berlibur di Manado, sulewsi utara, Saya di fahamkan Masjid disana tidak mengumandangkan azan seperti ditempat tempat lain.Azan setakat dalaman masjid tanpa penggunaan Loud Speaker. Begitu juga di negara negara bukan Islam termasuk Singapura, England, US, Australia, korea dan Jepun juga Taiwan, yang pernah saya lawati. Dan sebagai Musafir/orang mendatang sudah tentu tidak dapat dipastikan dimana terletaknya masjid. Jadi bagai mana untuk bersolat di masjid.

    Dizaman Nabi Mohammad SAW, mungkin masjid boleh terdapat dimana mana sahaja dan berdekatan pula, di zaman itu perkerjaan tidak mempunyai waktu yang terikat, umat Islam boleh keluar bila bila masa waktu solat. Ini tidak dapat dipraktikan dizaman ini, Kita ambil contoh, Pekerja sebuah kilang assembly line yang pekerjanya berbilang kaum dan ugama, waktu mula kerja pukul 8.00 pagi, waktu makan 1.00 – 2.00 petang dan dan habis kerja pukul 5.00 petang, dan masjid terdekat 2kilometer dekatnya. Pulang kerumah jalan macet.

    Cuba Pak Mat Tefur rumuskan berjuta umat Islam diseluruh dunia yang tergulung kepada pekerja yang saya sebut kan diatas dan cuba Pak Mat Tefur selaraskan dengan 7 issue yang Pak Mat Tefur unjurkan itu.

    Fikir fikirkan lah, sebelum Pak Mat Tefur mengeluarkan issue issue yang kontroversi.

    • Akhmad Tefur:

      Yang saya kemukakan adalah hadits-hadits nabi untuk memotivasi shalat berjamaah. Semuanya shahih.
      Bagi pembaca yang tidak termotivasi shalat berjamaah di masjid setelah membaca hadits-hadits tersebut, maka jalan yang terbaik adalah beristighfar kepada Allah. Dan berdoa minta diberi kemudahan. Bukan malah mencari-cari dalih atau alasan untuk mengelak menegakkan shalat berjamaah di masjid.

  • sugi:

    Luar biasa !!! Pak Ahmad Tefur..Dikau berusaha menghidupkan sunnah yang mulai diremehkan orang. semoga kami jg terinspirasi, bukan skedar sholat jamaahnya, tp menghidupkan sunnahnya.

  • Sigit Ismaja:

    Yang disampaikan Akhmad Tefur itu benar semua sebagai orang Islam yg sadar dan berilmu harus melakuannya sholat2 wajib berjamaah di masjid. dan lakukan sholat dirumah Sholat2 Sunah. Islam tidak pernah memaksa, semua itu terserah pada diri masing2 kalian mau Sholat atau tidak ! Islam tidak ambil pusing Islam tidak punya kepentingan ! Jadi kepada Xarel X jika kamu tidak melakukan Sholat ya lakukan ! gak usah cari alasan dan berdalih !

  • ass. ustadz. saya ini dulu termasuk yang sholatnya bolong2 dan jarang ke mesjid.tetapi insyaallah mungkin berkat doa ibu saya saya. insya allah sudah mulai tidak ketinggalan sholat berjamaah di musholla dekat rumah.kadang2 saya jadi muadzin.kadang jadi imam.karena ga ada lagi yang mau.cuma ada yang ingin saya tanyakan ustazd yaitu:

    setiap kali jadi imam dada saya kok gemetar ustad.grogi karna takut bacaan saya salah.

    yang kedua dekat rumah saya ada mushola. dan saya sering jadi muadzin setiap subuh disana cuma,kadang2 pernah 4 hari berturut2 jamaah ga ada yang datang.padahal saya tinggal di btn yang ramai.jadi saya sholat munfarid. pernah terpikir saya sholat dekat mesjid diluar komplek btn yang udah ada jamaahnya agar tidak ketinggalan sholat jamaah.cuma saya merasa berdosa rasanya kalau saya tidak membuka mushola itu pada sholat subuh walaupun saya bukan pengurus mushola.

    menurut ustazd mana yang lebih baik bagi saya.sholat dimesjid yang ada makmumnya.atau jadi muadzin musholla dekat rumah agar mushola itu tetap jalan.walaupun kadang2 ga ada jamaahnya.
    trims

    wass

    • Akhmad Tefur:

      Wsww. Musholla yang sudah dibangun sebaiknya diberdayakan secara optimal. Untuk itu, Pak Junaidi perlu memberi semangat warga sekitar agar shalat berjamaah. Salah satu caranya adalah dengan membagikan buletin GPKSB. Silakan klik: http://gpksb.wordpress.com untuk mendapatkan buletin shalat berjamaah.

  • parjo:

    Pak ustad
    mohon penjelasan mengenai solat tepat waktu :

    1. Diawal waktu atau
    2. masih didalam batasan antara awal waktu sampai akhir waktu

    contoh solat dhuhur waktunya antara jam 12.00 s/d 15.00
    yang benar waktu solatnya yang mana :

    1. awal waktu. atau
    2. solat masih didalam batasan waktu tersebut antara jam 12.00 s/d jam 15.00.
    bisakah disebut solat dhuhur jam 14.30 masih tepat waktu juga, karena masih didalam batas solat dhuhur.
    kalau solat dhuhur jam 15.01 berarti tidak tepat waktu, karena diluar batasan solat dhuhur.

    maaf mohon penjelasan, terima kasih.
    Parjo Batam

    • Akhmad Tefur:

      Pak Parjo, merujuk hadits “ahsolatu fi awwali waktiha”, maka yang dimaksud shalat tepat waktu adalah shalat di awal waktunya. Jika waktu Dhuhur jam 12:00, maka begitu masuk waktu Dhuhur, segera laksanakan adzan, shalat sunnah, iqamat dan shalat Dhuhur berjamaah.

  • Amrizal:

    Terimakasih pak Ustadz…

    Salam dari Jl. Khayangan- Duri

  • Andi Muhammad Arief:

    Subhanallah,sungguh sangat membangun motivasi dan insya Allah bisa jadi pembangun akhlak dan iman hingga nnti sholat qta bisa jadi penyelamat di akhirat nnti….amin…trima kasih ustadz

  • girl:

    mungkin lebih baik bahasanya bukan “bahaya” tapi lebih baik di masjid..karena gak salah juga kalau berjamaah di rumah dengan keluarga..tp walaupun lebih baik dimesjid..^^

  • ezzeddin:

    pak ustad,
    saya mulai berusaha kemesjid setiap solat ada bbrp problem
    1. sy punya musola kecil di dlm rumah biasa dipakai berjamaah bersama keluarga, jd mubazir bahkan anak perempuan jadi ngambek bapaknya gak jadi iman; keakraban pd saat solat tidak dijumpai lagi
    2. bacaan2 ayat2 pendek saya seperti mubazir gak dipakai( kr kita tinggal meneengarkan iman), kr klo gak di keraskan suaranya suka salah2 dalam bacaan/lupa.
    3. seringkali imam tidak/kurang pas dalam bacaan kadang terlalu dipanjang2kan atau sebaliknya, apakah makmum ikut salah ?
    4. seringkali imam kurang menghayati bacaan2 solat, sangat cepat, padahal kalau solat sendiri atau jadi imam dirumah lebih menghayati setiap bacaan solat.lebih khusu.

  • Zulkarnain Al Idrus:

    SEWAJIBNYA, KITA SEHARUSNYA MENYETIR AYAT AYAT AL QUR’AN SEBAGAI PEDOMAN ATAU PELAJARAN. SAYANG SEKALI, SEDIKIT SEKALI DIANTARA UMMAT YANG MAHIR AL QUR’AN, BANYAKAN MAHIR HIKMAH RASUL, YA AKHIRNYA BEGINILAH KITA JADINYA, BERSELISIH SEPANJANG MASA BAHKAN DARI MASA KE MASA, TERUS MENERUS DALAM PERSELISIHAN KARENA TIDAK SANGGUP MENGAMBIL DALIL DARI AL QUR’AN. SEDANGKAN HIKMAH RASUL BERMASALAH DENGAN SHAHIH DAN DHAIFNYA DLL DAN SETERUSNYA.

    INGATLAH PESAN NABI, “APABILA HIKMAH KU BERSEBERANGAN DENGAN AL QUR’AN, MAKA TINGGALKANLAH HADITHKU”. ARTINYA, NABI MEMENANGKAN AL QUR’AN, SEDANGKAN KITA LEBIH MEMENTINGKAN PENGETAHUAN AL HADITH DAN TELAH TERBIASA/MENTRADISI DENGAN AL HADITH. PORSI DAN ROPORSI DARI KEDUA KITAB ITU TIDAK/BELUM KITA PAHAMI SEPENUHNYA. DISITULAH LETAK KUNCI PERSELISIHAN KITA SEHARI HARI.

    BAIKLAH, INI DALIL DARI AL QUR’AN YANG HAQQUL YAQIN:
    “DAN DIRIKANLAH SHALAT, TUNAIKANLAH ZAKAT DAN RUKUKLAH BESERTA ORANG ORANG YANG RUKUK”. (AL BAQARAH 43.)

    CUKUP BENDERANG BUKAN ?? MENANGKANLAH PERINTAH ALLAH YANG TERANG INI, USAHLAH MEMPERBANYAK ALASAN PENGINGKARANNYA. KELAK RUGI SENDIRI.

    BAGI YANG KURANG JELAS, HUBUNGI SAUDARA AHMAD TEFUR, WITH MANY THANKS !

  • m.imron khanani:

    assalamu ‘alaikum…

    subhanallah…
    semoga saya berada ditengah tanpa berat sebelah.

    maksud artikel ini saya rasa hanya untuk memotivasi dan bukan untuk berselisih faham…

    semoga perbedaan pemahaman ini termasuk sebagai rahmat…

    bagi yang kurang sependapat dengan penulis artikel ini yoo monggo,,,

    terkadang kita mendahulukan ego ketimbang menyadari semuanya siiihhh…

    coba kita fikirkan kembali,..

    padahal kita yang mengkritisi saja berjamaah shalat di masjid tapi mengapa kita juga merasa risih dengan hadirnya artikel ini…

    ma syaa allaaah…

    mari masing-masing intropeksi diri saja :)

    wassalamu a’laikum…

    boleh berbeda pendapat.asalkan jangan terpecah apalagi merasa pendapat kita paling benar^_^

    terima kasih

Silakan beri komentar anda di sini...(tanpa link)


> 82.000 FANS
Halaman FB Resmi ShalatSempurna.com
Ebook Primer

Ebook islam, sholat sempurna, cara sholat nabi, sholat berjamaah di masjid, sholat khusyu, web islam, jadwal waktu sholat, artikel islami, makna bacaan dan doa solat

bisnis online, toko online, bisnis online gratis, internet bisnis online, peluang bisnis online, sukses bisnis online, rahasia bisnis online, trik-trik bisnis online, cara bisnis online, kiat bisnis online, tips bisnis online

contoh presentasi, download ceramah, public speaking skill, contoh ceramah, ceramah maulid nabi muhammad saw, membuat presentasi, cara presentasi, ceramah singkat, download presentasi, presentasi yang baik, teknik presentasi, bahan presentasi, naskah ceramah, materi presentasi, presentasi menarik, permainan ice breaker, presentasi sukses

Services

Mutiara sempurna, penyejuk hati, mutiara hikmah, kata hikmah, obat hati, artikel islam, motivasi islam, kuliah online, ketenangan jiwa, ilmu, bisnis online, dakwah

stiker motor, jual stiker, stiker mobil, cara membuat stiker, desain stiker, gambar stiker, harga stiker, contoh stiker, stiker print, bikin stiker, cetak stiker, stiker laptop, stiker murah, bahan stiker, grosir stiker, modifikasi stiker, stiker keren, sticker

Jasa Pembuatan Web dan Blog

GRATIS !

Ebook Gratis! Memahami Bacaan Shalat

Ebook Gratis! Bumbu Presentasi

Ebook Gratis! Rahasia Bisnis Online

Layanan Gratis! Mutiara Penyejuk Hati

Buletin Dakwah Islam Jumat

Informasi dan Produk Bermutu