Menyikapi Waktu III – Tamat

Artikel menarik tentang waktu dan demi waktu bagian III – Tamat

balap sepeda artikel menarik tentang waktuCoba renungkan, andai di sebuah lomba balap sepeda, dalam 1 detik A dapat mengayuh 1 putaran pedal, B dapat setengah putaran, dan C sanggup sampai dua putaran. Maka siapa yang menjadi juara? Tentu si C bukan? Ya, sebab pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak ketimbang yang lain.

Begitu juga dengan kita, makin banyak kebaikan yang dilakukan dalam waktu yang sama, insyaAllah kita akan lebih dekat dengan kesuksesan. Persis dengan apa yang anda lakukan saat ini, pada saat yang sama ada yang sedang tidur, sedang di WC, sedang bermain atau mungkin bermaksiat atau apa saja, dan pada saat akhir membaca tulisan ini. Maka, hasilnya pun berbeda-beda tergantung dari apa yang dilakukan, dan anda insyaAllah beruntung karena telah mendapat ilmu yang mahal yaitu bagaimana mengelola modal hidup ini, yakni waktu.

Continue reading “Menyikapi Waktu III – Tamat”

Menyikapi Waktu II

Lanjutan dari artikel menarik “Menyikapi Waktu I” KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com dengan kata kunci : tentang waktu demi waktu dan menyikapi waktu

 
Imam Syafii berkata bahwasanya, “Cukuplah hanya dengan Surat Al Ashr, Al-Quran sudah terwakili”. Subhanallah, demikianlah pentingnya waktu dalam pandangan Allah.

artikel menarik tentang waktuAda kisah menyebutkan bahwa suatu saat Khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya, ia (Umar) sedang istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang menyebabkan anda berbaring di siang hari bolong ini. Jawab ayahnya; “Aku lelah, aku perlu istirahat”. Abdul Malik berkata; “Pantaskah anda beristirahat sementara banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas memerlukan pertolonganmu.” Jawab ayahnya, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itulah yang menyebabkan aku istirahat, nanti setelah shalat Dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak mereka”.

Lalau anaknya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapa yang bisa menjamin anda hidup sampai Duhur. Bagaimana jika Allah menakdirkan anda mati sekarang?” Kemudian Umar bergegas bangun dan pergi membawa 1 karung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.

Continue reading “Menyikapi Waktu II”

Menyikapi Waktu I

Artikel menarik ini kutipan dari tulisan KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com | Kata kunci : tentang waktu dan demi waktu cara menyikapi waktu

artikel menarik tentang waktuBetapa banyak orang yang memiliki potensi, tap tidak menjadi unggul. Salah satu sebabnya karena ketidakmampuan dalam mengelola waktu. Yakinilah bahwa kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam urusan dunia maupun akhirat adalah sangat bergantung bagaimana kesungguhannya dalam menyikapi waktu. Kita saksikan, betapa banyak orang yang mengeluh karena merasa tak pernah punya waktu, sedangkan beberapa orang yang lain selalu mencari jalan untuk membunuh waktu.

Sungguh, Sang Maha adil telah membagikan waktu dengan seadil-adilnya, dengan secermat-cermatnya tanpa akan luput satupun. Setiap orang mendapat jatah waktu yang sama, yaitu 60 menit setiap jam, dan 24 jam setiap hari. Singapura 24 jam per hari, Singaparna 24 jam per hari, Chichago 60 menit per jam, Cikaso 60 menit per jam, semuanya sama.

Continue reading “Menyikapi Waktu I”

Ukin dan Ikin di Tahun Baru

artikel menarik » menyambut tahun baru

artikel menarik tahun baruBagaimana pandangan anda tentang sejumlah aktivitas menyambut tahun baru 2013 kemarin? Tentang terompet, jagung bakar, panggung hiburan sampai dzikir akbar? Saya yakin anda punya pandangan tersendiri.

Demikian juga Ukin dan Ikin. Keduanya punya pandangan yang bertolak belakang dalam menyikapi tahun baru. Saya rasa anda perlu menyimak kontro versi ini untuk mengembangkan daya maklum anda.

Ukin adalah sosok yang mewakili orang yang selalu always memandang miring terhadap sesuatu. Ikin sebaliknya, selalu berpandangan positif.

Terompet Tahun Baru
Kata Ukin:
terompet tahun baru“Bermain terompet di tahun baru itu bikin gaduh. Ini budaya orang kafir… jangan ikut-ikutan. Stop bunyikan terompet di tahun baru!”
Ukin pun dengan gencar berkapanye anti terompet tahun baru di facebook, twitter. Bahkan bikin semacam SMS berantai. Mungkin anda juga pernah mendapat SMS semacam ini. Iya, kan?

Kata Ikin:
“Tahun baru banyak membawa berkah. Para pedagang es yang kurang laku karena musim hujan ini banyak yang banting strir jualan terompet. Alhamdulillah mereka bisa tersenyum kembali.”
Ya, tahun baru begitu sangat berarti bagi mereka.

Panggung Hiburan
Kata Ukin: Continue reading “Ukin dan Ikin di Tahun Baru”