Tentang Waktu dan Demi Waktu

jam pasir, demi waktu, batas waktu, tepat waktu, manajemen waktu, tentang waktu, paruh waktu, shalat 5 waktu, sholat 5 waktu, waktu azan, waktu salat, waktu sholat jakarta, jadwal waktu sholat, nilai waktu, waktu adzan, jadwal waktu shalat, mengisi waktu

tentang waktu, demi waktu

Tiga (bukan dua) pertanyaan penting untuk kita…
1. Apa yang paling berharga?
2. Apa yang PASTI selalu hilang?

Jawaban untuk pertanyaan pertama adalah “waktu”.
Mengapa?
Karena semuanya harus dibeli dengan waktu, tanpa kecuali.

Lho, ‘kan untuk naik haji harus pakai uang, Pak?!
Walau uang anda sekarung, tapi anda tidak punya waktu…  mana bisa?

Untuk beli HP juga butuh uang, Pak.
Betul, tapi untuk membelinya juga butuh waktu.
Semua harus “dibeli” dengan waktu, bukan dengan uang.
Yang memerlukan uang hanya sebagian kecil saja… lihat ini:
Shalat berjamaah di masjid butuh waktu, tapi tidak butuh uang.
Puasa Ramadhan dan puasa sunnah butuh waktu, tidak pakai uang.
Membaca Al Quran juga butuh waktu, tidak perlu uang.
Semua butuh waktu, tapi tidak semuanya butuh uang

Cari uang butuh waktu, tapi cari waktu tidak butuh uang!
Adakah yang tidak butuh waktu?
Pasti tidak ada…!!!

Waktu adalah segala-gala-gala-galanya 🙂
Jadi, waktu adalah sesuatu yang paling berharga.

Nah, sekarang pertanyaan kedua:
Apa yang PASTI selalu hilang?
Apa menurut anda…?

Ternyata jawabannya juga “waktu!”
Dalam setahun kita pasti kehilangan waktu 365 hari
Tapi lihatlah rumah anda, mobil anda, keluarga anda…
Semua masih utuh, bahkan bisa bertambah

Dalam sehari kita pasti kehilangan waktu 24 jam
Dalam satu jam kehilangan waktu 60 menit
Dalam 1 menit kita kehilangan waktu 60 detik
Satu detik itu sangat berharga lho… coba anda tanya peserta olympiade renang!

Ya, setiap manusia tanpa kecuali pasti kehilangan waktunya

Apa yang paling berharga? Apa yang pasti selalu hilang? Itulah waktu…

Artinya: SETIAP MANUSIA PASTI KEHILANGAN SESUATU YANG PALING BERHARGA!

So… menurut anda, kehilangan sesuatu yang paling berharga itu:
Gembira atau sedih?
Seneng ato nyesel?
Untung apa rugi?
Tentu rugi, nyesel dan sedih bukan?

Sekarang, mengertilah kita bahwa setiap manusia itu RUGI karena pasti kehilangan sesuatu yang paling berharga (waktu). Inilah maksud QS Al Ashr: “Demi waktu! Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi…

Tapi Allah Sang Maha Pemurah telah memberikan solusi agar kita tidak dianggap rugi, yaitu dengan menjadi orang yang beriman, beramal dan berdakwah sebagaimana firman-Nya:

Demi waktu
Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi…
Kecuali bagi orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal shaleh
serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran.
(QS Al Ashr: 1-3)

Pertanyaan penting ketiga adalah:
Sudahkah kita tingkatkan iman, amal dan dakwah?

tentang waktu, demi waktu

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

21 Replies to “Tentang Waktu dan Demi Waktu”

  1. Memang benar itu Pak Ustadz, bahwa hidup ini semuanya butuh waktu, terutama waktu salat, waktu adzan, dll…

  2. Belum Pak Ustadz… Karena saya masih malas2an untuk meningkatkan iman, amal dan dakwah. Doain aja Pak Ustadz. moga dengan saya membaca artikel islami Pak Ustadz ini saya mendapatkan hidayah dari Allah SWT. AMin!

  3. Waktu yang lalu sangat panjang dan waktu yang akan datang sangat pendek. Betul Pa Ustadz kita sering melalaikan waktu, kita tidak ada yang tau besok apa yang akan terjadi ?

  4. Subhanallah, ternyata nilai waktu itu sangat berharga dari apapun… Terima kasih Pak UStadz sudah mengingatkan saya lewat artikel menarik ini.

  5. Memang betul Pak Ustadz bawha tidak ada yang paling berhagar selain waktu, karena waktu tidak ada batas waktunya. Baik yang sudah hilang maupun yang belum hilang, seperti waktu-waktu yang sudah terlewatkan.. Semoga saja yang membaca artikel menarik tentang waktu dan demi waktu ini, dapat lebih menghargai waktu. Baik waktu sehat maupun waktu luang.

  6. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan waktu kepadaku untuk bertemu kembali dengan Bulan Penuh Berkah.

  7. Alhamdulilah kita sadar bahwa dalam hadist dikatakan apa yg paling dekat dgn kita ? jawabnya :waktu kematian tiba tdk bisa diduga2,
    apa yg paling jauh dari kita ? jawabnya “waktu” kalau sdh lewat walau 1menit tdk bisa kembali. oleh karenanya mari kita manfaatkan waktu yg 24jam :8jam utk kerja,8jam utk tidur, 8jam utk ibadah dan amal sholeh
    semoga dan amin ya rob

  8. terima kasih pak ustadz atas artikelnya,… “karena waktu adalah nikmat yang paling besar dari Allah untuk manusia ” .

  9. Soal waktu memang demikian pak uztad. Oleh karena itu janganlah kita berlomba dengan waktu, karena kita tidak akan pernah memenangkannya

  10. Setuju Pak Ustad, kadang kita dibuat jenuh oleh waktu dan harus sabar karena menunggu waktu itu membosankan, Tapi kadang kita dibuat kalang kabut oleh waktu ( seolah begitu cepat berlalau sementara kerjaan masih banyak ).

  11. Wach… Pak ustad betul itu …. harus pandai mengatur waktu dan mengasai waktu .. trims pak ustad atas pencerahannya.

  12. Terima kasih ya….Alloh dengan perantaraan tulisan ini saya sudah di
    ingatkan tentang waktu

  13. Subhanallah, banyak sudah waktu yang tersia-siakan, mudah2aN ke depan tidak ada waktu yg tidak bermanfaat, hatta hanya setarikan nafas..waktu yg kita punyai yang ada SEKARANG, karena waktu LALU yang sudah HILANG tidak akan kembali lagi (hanya perlu perbanyak Istighfar, memohon ampunan karena sudah melalaikannya), sementara waktu YANG AKAN DATANG, belum tentu milik kita…syukron ustad

  14. Ingin rasanya diri ini menarik kembali waktu yang ada, agar senantiasa diri ini menggunakan waktu yang telah lalu menjadikanku sebagai orang “baru”, namun apalah daya… merugi dengan hilangnya waktu, namun selagi Alloh SWT memberikan diriku kesempatan, akan diri ini gunakan dengan sebaik mungkin, insyaalloh. Catatan bagus yang menggugah jiwa, hati dan pikiran kami. Salam ukhuwah insaniyah untuk semua.

  15. Salam ukhuwah kembali. Semoga kita dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik.

  16. waktu itu ternyata sangat pendek, ramadhan 1433 h tahu tahu sdh sepertiga terakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published.