22 thoughts on “RAHASIA SUTRAH, Cara Shalat Nabi

  1. Aulia

    setuju sekali ustad, bahwasannya shalat itu memang diharuskan pakai sutrah…

    Reply
  2. Rehan

    Memang sutrah itu diwajibkan sekali bagi orang yang akan melaksanakan shalat baik iman maupun makmum…

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Dalam shalat berjamaah, sutrahnya cukup pada imam saja. Makmum pada barisan pertama, tidak perlu memakai sutrah.

      Reply
  3. Samsul

    Ustad apakah sutrah itu peletakannya harus lurus didepan kita, atau boleh disamping kita maksudnya didepan kita tapi posisinya tidak lurus dengan kita, Mohon penjelasannya???

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Sutrah letaknya di depan orang shalat. Boleh agak ke kiri atau agak ke kanan.

      Reply
  4. helman story

    Ustadz, saat ini banyak mesjid yang melakukan perubahan arah kiblat, jadi mereka merubah arah sajadah nya menjadi agak miring 20 derajat kekanan. Pertanyaan saya, bagaimana sutrah shaf pertama pada yang paling kanan, karena jarak tembok didepan saat shalat kita berdiri adalah jauh.. apakah sudah memenuhi kriteria menggunakan sutrah? terus berpaa jarak mak dan min sutrah kita yang sebaikanya digunakan ?

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Dalam shalat berjamaah, sutrahnya cukup pada imam. Makmum pada shaf pertama tidak perlu sutrah. Untuk shalat sunnah (sendirian), masing-masing perlu ada sutrah. Bisa dinding, tiang, mimbar dll. Jika sayap kanan dindingnya terlalu jauh dari garis shaf, maka anda maju saja mendekati dinding sampai jarak 3 hasta.

      Solusi lain: agar masjid dapat membuat sutrah di sayap kanan, sejauh 3 hasta (± 120 cm) dari garis shaf awal kanan. Tinggi sutrah minimal 1 hasta (± 40 cm). Dengan solusi ini, orang yang shalat sunnah di sayap kanan tidak perlu lagi maju (mendekati tembok).

      Reply
  5. Danawarsita

    Alhamdulillah! saya dapat jawabannya di sini, karena beberapa waktu yang lalu tetangga yang menunaikan ibadah haji mengatakan kalau Sholat sendiri harus ada pembatas di depannya tanpa ada penjelasan detail, sehingga saya gak paham dan gak tahu, ternyata setelah saya baca artikel Ustadz ini, saya jadi paham apa yang di maksud tetangga saya itu, terima kasih Ustadz

    Reply
  6. Abdul Yakub

    Wah… dari artikel ini makin terasa… konkritnya. syari’at

    Reply
  7. BS PRAMANA

    Alhamdulillah! setelah saya membeli ebook Trilogi Menuju Shalat Sempurna saya benar-benar memahami bahwa shalat yang benar adalah dengan menggunakan sutrah. Tapi ustadz banyak dari saudara-saudara kita yang belum tahu hal ini, sedangkan kalau diberitahu nampaknya agak susah krn mereka mengira sholat mereka yg sdh dikerjakan bertahun-tahun dari kecil sudah benar, bahkan diantaranya adalah ulama (ustadz) juga, Pertanyaannya adalah bagaimana cara kita memberi tahu mereka agar mereka mau melaksanakan anjuran tsb yakni sholat sesuai dengan sunah Nabi, krn mereka juga punya pendapat2 yg lain walaupun kadang tanpa dasar yang kuat (dalil hadits yg lemah tapi mereka gunakan untuk beralasan). Pertanyaan selanjutnya kenapa selama ini SUTRAH tidak begitu banyak disinggung oleh para ustadz-mubaligh dan penceramah-2 di masjid dan pengajian padahal hal ini sangat penting dalam kesempurnaan sholat bahkan saya banyak melihat para ulama (yg dianggap ustadz atau ulama oleh kaum muslimin setempat) banyak yg tidak melaksanakan hal tersebut? Bahkan bila kita mengajak seolah dianggap mengusik tradisi sholat yg sudah lama mereka kerjakan dan kita dianggap ALIRAN BARU, kami mohon saran ustadz Akhmad Tefur untuk memberikan cara dan kiat-2 kita dalam menghadapi situasi tersebut. Terima kasih atas perhatiannya.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Untuk memberitahu sahabat anda, silakan anda beritahu artikel ini. Mungkin mereka belum tahu, sehingga tidak melakukannya. Sebab lainnya, mungkin mereka berpendapat bahwa sutrah itu sunnah saja, sehingga tidak begitu mendapat perhatian. Tugas kita adalah memberitahu sahabat-sahabat kita, salah satunya dengan cara menyebarkan artikel ini.

      Reply
  8. fauzi

    mau tanya’.. klo kita pake punggung sbg suthroh dan di tngah2 sholat, yang punya’ punggung pergi, apa yang kita lakukan yang pada saat tu sya sholat g da suthrohnya karna punggungnya tlh pergi? sedangkan jarak dinding yang ada di depan sya kira2 3 meter. apa saya harus jalan mndekati suthroh?.. trimakasih ust..

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Boleh mendekat sutrah dengan hanya 2 kali melangkah saja.

      Reply
  9. zetya

    klw shalat berjamaah barisan makmum wanitanya ada celah yg cukup jauh sehingga memungkinkan orang bisa lewat didepannya, apakah sutrah imam adalh sutrah jamaah masih berlaku?

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wanita sebaiknya dipisahkan dari laki2 dengan tabir. Tabir inilah yang menjadi sutrahnya.

      Reply
  10. Anita

    “Kadangkala beliau shalat dengan menghadap ke tempat tidur, sedangkan Aisyah RA berbaring di atasnya” (HR Bukhari – Muslim).

    Ust. dari hadist trsbut boleh yaa klo kita sholat dengan bersutrah kasur tapi ada orang yang tengah terbaring diatasnya?? karena ada yang bilang gak boleh karena sama hal nya kita menyolatkan orang yang tengah terbaring itu..Mohon penjelasannya ust..Jazakallah

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Boleh, wong ini dicontohkan Rasul kok…

      Reply
  11. bang samin

    Makasih Ustadz akan artikelnya bisa jadi bahan khutbah dan mohon dalil dilengkapi dengan tulisan Arabnya, dan dalil ayat Qur’annya !

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Maaf, blog ini belum support untuk tulisan Arab. Tentang sutrah, setahu saya dalilnya hanya dari hadits. Di Quran tidak membicarakan sutrah.

      Reply
  12. Maman DJ

    Terima kasih atas penjelasannya tentang sutrah, menggunakan gambar jadi semakin jelas. Jazakallah khoeron ….

    Reply
  13. Acank

    ustad jika sutroh manusia didepan kita pergi bolehkah kita melangkah kesamping untuk mencari sutroh yg lain?

    Reply