Kunci Sukses yang Sebenarnya V-2

Materi Ceramah Islam - Pembukaan CeramahMateri ceramah ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya, klik: ceramah Islam untuk membaca materi tersebut.

“Seharusnya aku yang ada di situ… “ Gumamnya tak henti-henti, sambil menatap TV yang tengah menyiarkan langsung peluncuran pesawat bergengsi itu. Dia benar-benar kecewa, lesu, stress dan putus asa atas kegagalannya itu. Dia gagal mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu awak pesawat canggih itu.

Hadirin yang berbahagia…
Kembali ke pertanyaan yang saya lontarkan dalam pembukaan ceramah tadi. Apa kunci sukses yang sebenarnya? Ternyata bukan optimis! Orang yang optimis dalam mendulang sukses, dia bisa stress dan putus asa manakala tujuannya tidak tercapai. Dalam kisah hikmah di atas, sang dosen begitu optimis bisa terpilih. Nyatanya gagal…. akhirnya stress!

Lantas apa kunci sukses yang sebenarnya?
Jawabannya adalah husnudhon… yang berarti berbaik sangka kepada Allah. Apa dalilnya mengapa kita harus husnudhon? Allah sendiri yang mengatakan dalam hadits qudsi …. “Ana inda dzonni abdi bi …” Aku (Allah) tergantung prasangka hamba-Ku terhadap-Ku…” Ini artinya, jika khita khusnudhon (berprasangka baik) kepada Allah, maka Allah pun memberi yang baik untuk kita.

Jika untuk meraih sukses modalnya husnudhon, maka tatkala kita gagal meraihnya kita tidak akan stress. Karena kegagalan diterima dengan sangkaan bahwa keputusan-Nya adalah yang terbaik buat kita.

Lanjutan materi ceramah Islam…

Bapak-Ibu tahu, kenapa caleg yang gagal banyak yang stress? Jawabnya adalah karena modal mereka optimis. Begitu perolehan suaranya di bawah target, maka dia stress. Tapi seandainya modal mereka adalah husnudhon, maka jadi tidak jadi dia tetap tenang. Kegagalannya menjadi anggota dewan dianggap sebagai jalan yang terbaik.

Bapak Ibu yang berbahagia….
Kisah hikmah sang dosen gagal menjadi awak pesawat belum selesai. Detik-detik menjelang pesawat tinggal landas, dalam kesedihannya yang mendalam sang dosen mengamati dengan seksama.

Beberapa menit kemudian….
Duuuuoooooorrrr….. pesawat itu meledak! Api besar menyelimuti pesawat itu…. Hancur berkeping-keping. Pastilah tak ada penumpang yang selamat. Semua orang panik, termasuk reporter TV.

Sang Dosen di rumah bengong…. Matanya digosok-gosok meyakinkan bahwa yang dia lihat benar. Pesawat yang dikaguminya meledak. Dia heran… Tapi di tengah keheranannya dia menangkap sesuatu…
“Ya, ternyata Tuhan telah menyelamatkan saya!”
“Andaikan saja aku lolos seleksi dan menjawadi salah satu awak pesawat….”
Sang dosen sadar bahwa ternyata kegagalannya justeru membawa keberuntungan baginya.

Nah… itulah pentingnya sikap husnudhon dalam menghadapi sesuatu. Jika sang dosen husnudhon dari awal, maka kegagalannya tidak menyebabkan dia stress dan putus asa. Itulah rahasia Allah… Kadang dalam kepahitan ada hikmah yang agung. Tapi ingatlah bahwa, hikmah itu tidak selalu dinampakkan. Meskipun demikian… tetaplah husnudhon kepada Allah.

Jadi, kunci sukses yang sebenarnya adalah: husnudhon

Semoga materi ceramah Islam ini dapat memberi inspirasi untuk anda. Materi ceramah lainnya, klik: ceramah singkat

 

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  • 53
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    53
    Shares
  • 53
    Shares


public speaking

2 Replies to “Kunci Sukses yang Sebenarnya V-2”

  1. terima kasih atas penjelasan tentang sedekah……memang benar banyak yang bilang segala kesuksesan dan keberhasilan itu harus di awali dengan sedekah yang Ikhlas
    ……sedangkan aku ini orang yang kurang sedekah……insya Allah dengan adanya masukan aku akan mengubah cara hidup dengan bersedekah….untuk itu aku mohon do’anya….

  2. Sedekah banyak dibahas dalam beberapa buku, dan mamfaatnya banyak sekali seperti yang Ustadz uraikan. Yang kami ingat misalnya, katanya, antara lain untuk “membeli” penyakit.
    Seorang dokter menceritakan bahwa salah seorang pasiennya, rotin setiap bulan berobat dengan biaya yang tidak sedikit, katakanlah, ratusan ribu rupiah. Pada suatu hari si dokter menyarankan agar si pasien “MEMBELI” penyakitnya. Setelah berbincang-bincang dan untung ruginys, caranya dsbnya, , maka si pasien akhirnya setuju, yaitu dengan sedekah sebesar biaya berobat rata-rata bulanan itu. Alhamdulillah, dengan sistim pengobatan “membeli penyakit” itu, si pasien sembuh total. Silahkan mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published.