5 thoughts on “Buletin Jumat : Berapa Nilai Syahadat Kita?

  1. Abi Fhariz

    Alhamdulillah saya sudah sebarkan semua buletin jumat dari Pak Ustadz. Semoga menjadikan amal kebaikan buat saya dan buat Pak Ustadz.

    Reply
  2. Ayo.S

    Alhamdulillah…artikel ini bisa buat bimbingan kami sekelurga.Namun saya harap bukan cuma kajian fiqih/syari’at tapi sangat penting juga bimbingan aqidahnya.Untuk power kami dalam menjalankan syri’at itu.
    Terima kasih….

    Reply
  3. Ikhsan Al-Hassan

    Afwan, mau nambahin nih.. kalimat “La illaha illallah” maksudnya tiada tuhan (yang disembah) selain Allah, jika yang kita sembah hanyalah Allah maka:
    – tiada yang patut ditaati kecuali Allah
    – tiada yang patut dijadikan hukum selain hukum Allah
    – tiada yang berhak mengatur selain Allah

    Dari ‘Adiy bin Hatim dia berkata, “Aku mendatangi Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam dengan memakai salib emas di leherku. Beliau bersabda, “Wahai ‘Adiy, buang berhala dari lehermu itu !”. Aku pun membuangnya. Aku tiba ketika beliau sedang membaca Surah Bara’ah sampai pada ayat ‘Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah’. Aku katakan, ‘Wahai Rasulullah, kami tidaklah menyembah mereka !’ Beliau pun bersabda, “Bukankah mereka mengharamkan apa-apa yang Allah halalkan, kemudian kalian pun mengharamkannya. Dan mereka menghalalkan apa-apa yang Allah haramkan kemudian kalian pun ikut menghalalkannya?” Saya berkata, “Benar.” Beliau bersabda, “Demikianlah (bentuk) penyembahan pada mereka!”

    Jadi, “menyembah” itu tidak mesti dengan “sujud atau shalat atau yang semisalnya”. Akan tetapi bentuk “ketaatan, kerelaan, ketundukan (yang datang dari hati)” terhadap apa-apa yang melanggar/ menentang aturan/hukum2 agama Islam itu pun termasuk “bentuk penyembahan”. Imam ath Thabariy membawakan beberapa atsar lainnya yang menegaskan pengertian tersebut di atas, di antaranya dari Hudzaifah dan Ibnu ‘Abbas radhiyallohu ‘anhum.

    Allah Swt berfirman:
    ???? ????????? ?????? ????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ????????

    Menetapkan hukum hanya hak Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia (QS Yusuf [12]: 40).

    Sebagaimana telah dipaparkan, ketetapan ini bagian inti dari tauhîd; bahwa satu-satunya Zat yang patut disembah dan diibadahi, adalah Allah Swt. Tauhîd tidak hanya memberikan pengakuan bahwa Allah Swt. sebagai satu-satunya Pencipta alam semesta dan isinya, namun juga pengakuan bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya Zat yang berhak disembah dan ditaati.

    Karena itu, ketika ada pihak lain yang lebih ditaati melebihi Allah Swt., maka ia disebut sebagai ilâh bagi pelakunya (lihat QS al-Furqan [24]: 43-44, al-Jatsiyah [45]: 23). Al-Quran juga menyebut syurakâ’, sekutu-sekutu atau sesembahan selain-Nya yang membuat aturan bagi kehidupan. Allah Swt. berfirman:
    ???? ?????? ????????? ???????? ?????? ???? ???????? ??? ???? ???????? ???? ?????

    Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (QS al-Syura [42]: 21).

    Orang-orang musyik Arab, kendati mengakui bahwa Allah Swt. sebagai Pencipta, Pengatur, dan Pemilik alam raya, mereka tidak dapat dikategorikan sebagai Mukmin. Pasalnya, mereka tidak mengakui Allah Swt. sebagai satu-satunya ilâh yang patut ditaati. Ini pula yang ditegaskan dalam ayat di atas. Kaum Yahudi dan Nasrani yang mendudukkan pendeta dan rahib mereka sebagai memiliki otoritas membuat hukum, menghalalkan, dan mengharamkan segala sesuatu, dinyatakan telah melakukan penyembahan.

    Reply
  4. amir syarifuddin

    alhamdulillah, mudah2an isu-isu yang diangkat dalam rubrik ini bisa membantu kaum muslim untuk memahami arti hidup dalam dunia untuk kehidupan yang lebih baik di hari kelak

    Reply
  5. suyatno_plentus@yahoo.com

    pokoknya Tiada tuhan selain Alloh

    Reply