Syahadat Kita dan Syahadat Maling, Samakah?

Tidak bisa ditawar, pertanyaan ini harus kita jawab! Baca dulu penjelasan ini…

Dua kalimat syahadat (syahadatain) adalah rukun Islam pertama. Syahadatain terdiri atas syahadat tauhid dan syahadat rasul. Rukun Islam pertama ini sangat mudah diucapkan, tapi paling berat dilaksanakan. Dua kalimat syahadat (syahadatain) ini menjadi fondasi bagi rukun-rukun Islam lainnya.

Sudahkah kita menjalankan makna 2 (dua) kalimat syahadat ini dengan benar?
Untuk dapat menjalankan makna dua kalimat syahadat, tentu kita harus terlebih dahulu memahami maknanya. Dalam kesempatan ini akan dibahas makna syahadat tauhid terlebih dahulu. Makna syahadat rasul insya_allah akan dibahas kemudian.

Simak tulisan / bacaan syahadat tauhid berikut:

Makna syahadat tauhid dan syahadatain, Kalimat Syahadat

Syahadat Tauhid

Arti syahadat tauhid : Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.

Makna Syahadat Tauhid
Ada dua terminologi penting dalam syahadat tauhid :
– Aku bersaksi
– Tiada Tuhan selain Allah
Mari kita lihat satu per satu kedua terminologi syahadat tauhid tersebut.

1. Makna Syahadat Tauhid “Aku Bersaksi”
Kata “bersaksi” menunjukkan kemantapan dalam keyakinan. Tingkat keyakinan seseorang akan semakin kuat ketika dia telah menyaksikan sesuatu. Jika ayah anda mengabarkan bahwa beliau telah mendapatkan ikan yang besar, tentu anda yakin dengan kabar itu bukan? Inilah yang disebut dengan khabaru yaqin, keyakinan yang timbul dari sebuah kabar. Mengapa anda yakin dengan kabar tersebut? Karena sang pemberi kabar adalah ayah anda sendiri, orang yang terpercaya.

Setelah ayah anda pulang dari laut dengan membopong ikan yang besar itu, maka anda pun melihat bahwa ayah benar-benar mendapatkan ikan yang besar. Dengan anda menyaksikan ikan yang ayah bawa, maka anda bertambah yakin. Inilah yang disebut dengan aeul yaqin, keyakinan yang timbul dengan menyaksikan. Kualitas keyakinan di level ini (dengan bersaksi) tentu jauh lebih tinggi dari keyakianan yang anda peroleh ketika anda hanya mendapatkan kabarnya saja.

Nah, maksud “aku bersaksi” dalam syahadat tauhid di atas, adalah sebuah pengakuan keyakinan berkualitas tinggi akan keesaan Allah. Lantas, bagaimana kita bisa bersaksi padahal kita tidak pernah melihat-Nya?

Untuk dapat bersaksi tidak mesti melihatnya langsung. ”Jika ada bekas tapak kaki manusia di jalan, itu artinya ada orang yang melewatinya biarpun aku tidak melihatnya. Jika ada kotoran unta, tentu keluar dari perut unta biarpun aku tidak melihatnya” demikian salah satu tamsil Badui  yang dikutip oleh Buya Yahya, pengasuh pondok pesantren Al Bahjah Cirebon. Keberadaan Allah dapat kita saksikan melalui aneka rupa maha karya-Nya yang bertebaran di muka bumi ini.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal” (QS Ali Imran 190).

Karena itu, mari tingkatkan keyakinan kita terhadap adanya Allah dan segala sifatnya (asmaul husna) dengan melihat (bersaksi) terhadap seluruh ciptaan-Nya. Inilah modal dasar untuk menegakkan kalimat “La ilaha illallah”, tiada Tuhan selain Allah seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

2. Makna Syahadat Tauhid “Tiada Tuhan selain Allah”
Tuhan selain bermakna sesembahan, juga bermakna sesuatu yang ditakuti, yang diharapkan atau yang dipentingkan. Karena itu, Tuhan banyak sekali jumlahnya. Tuhan-tuhan selain Allah dapat berupa orang, harta, jabatan, bahkan hawa nafsunya sebagaimana firman Allah:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah  …” (QS At Taubah : 31).

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS Al Furqan:43).

Dengan demikian, “Tiada Tuhan selain Allah” selain bermakna “Tiada yang patut disembah selain Allah”, juga dapat berarti:
– Tiada yang patut ditakuti selain Allah
– Tiada yang patut diharapkan selain Allah
– Tiada yang patut dipentingkan selain Allah
Lalu bagaimana jika kita takut kepada ular, bolehkah? Tentu boleh, itu manusiawi. Adapun maksud tiada yang patut ditakuti selain Allah, ketakutan terhadap selain Allah tidak boleh melebihi takutnya kepada Allah. Kita juga boleh menganggap bahwa membaca koran itu penting, tapi harus disertai keyakinan bahwa membaca koran tidak lebih penting dari Allah SWT. Itulah makna syahadat tauhid, la ilaha illallah.

Aplikasi Syahadat Tauhid
Maling yang tengok kanan-kiri memastikan tidak ada orang lain sebelum mencuri sesuatu, berarti dia lebih takut/malu kepada manusia ketimbang takut kepada Allah yang Maha Melihat. Dalam kasus ini, nilai syahadat sang maling tersebut adalah 0 (nol), karena seharusnya tiada yang lebih ditakuti selain Allah, tapi ternyata dia lebih takut kepada manusia.

Berapa Nilai Syahadat Tauhid Kita?
Ini adalah saatnya kita berbenah diri terhadap syahadat tauhid kita. Dalam muqadimah telah disebut bahwa kalimat syahadat mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Sebagai contoh, apabila saat ini kita sedang membaca artikel ini, atau sedang main game, main bulu tangkis atau sedang membuat proposal, kemudian adzan berkumandang….

  • Apakah kita tetap membaca artikel, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?
  • Apakah kita terus bermain game, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?
  • Apakah lanjut main bulu tangkis, atau segera shalat berjamaah di masjid?
  • Apakah selesaikan proposal, ataukah segera shalat berjamaah di masjid?

Adzan adalah merupakan panggilan Allah (HR Tabrani). Jika kita mendengar adzan tapi tidak mau menghadirinya, berarti kita lebih mementingkan yang lain ketimbang Allah. Dengan demikian kita telah menganggap bahwa:

  • Baca artikel, koran, berita, dll lebih penting ketimbang Allah
  • Game lebih penting ketimbang Allah
  • Bulu tangkis, sepak bola, dll lebih penting ketimbang Allah
  • Poposal, rapat, dll lebih penting ketimbang Allah

Lalu bagaimana dengan persaksian “Tiada Tuhan selain Allah?”, yang juga berarti tiada yang patut lebih dipentingkan selain Allah?

Jika perilaku kita demikian, berarti nilai syahadat tauhid kita tidak lebih baik dari syahadat seorang maling (maaf), naudzubillah. Ya Allah, ampunilah kami yang selama ini belum memahami dan menjalankan makna syahadat tauhid. Berilah kami kekuatan untuk menjalankannya.

Jika anda merasa masih banyak sahabat anda yang belum mengerti makna syahadat tauhid, anda harus share artikel ini. Rukun Islam pertama!

***

Artikel Islami ini dapat anda temukan dengan kata kunci  : makna syahadatain dua kalimat syahadat arti syahadat pengertian syahadat tulisan syahadat bacaan syahadat tauhid syahadat rasul

Untuk input kami, jika anda suka artikel ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M

29 thoughts on “Syahadat Kita dan Syahadat Maling, Samakah?

  1. muhammad sarifudin

    Alhamdulillah
    dapat digunakan sebagai bahan menyakinkan orang

    sekarang banyak orang percaya doank
    tapi tidak yakin
    sehingga aplikasinya ngawur

    Reply
  2. Abu Bilqis

    Memang makna syahadat itu jarang sekali orang yang mengetahui apa sebetulnya pengertian syahadat, yang mereka tahu hanyalah 2 kalimat syahadat cukup diucapkan saja dengan lisan tanpa diaplikasikan di dalam kehidupan. Untuk itu, bagi yang belum memahami arti syahadat dan bacaan syahadat, maka sangat perlu bagi sobat semua membaca tulisan syahadat ini dan juga terima kasih kepada Pak Ustadz yang sudah berbagi artikel islami yang sangat bermanfaat ini, khususnya buat saya… :)

    Reply
  3. Abu Salman

    Syukron atas kiriman artikel islami Pak Ustadz tentang 2 kalimat syahadat, dengan tulisan syahadat ini saya jadi dapat memahami arti syahadat dan makna syahadat. Sekali lagi syukron.

    Reply
  4. Artikel Pengalaman

    Jadi tambah ilmu dan pengalaman saya nih, tentang dua kalimat syahadat yang terdiri dari syahadat tauhid dan syahadat rasul. Makna syahadatain, pengertian syahadat ini sangat memotivasi yang membaca dan sekaligus memberikan manfaat bagi yang mengamalkanya di dalam kehidupan.

    Reply
  5. Buya Isnain

    Alhamdulillah, Ustadz artikel ini mudah2an semakin memantapkan iman saya dan keluarga, juga kepada saudara2 kita ikhwanul muslimin. Terimakasih.

    Reply
  6. mardjonis

    Alhamdulilah ustadz, artikelnya bagus sekali, mohon izin ssya copy paste untuk buletin mingguan kita, untuk menggugah umat pentingnya memenuhi panggilan azan dan shalat berjamaah ke masjid

    Reply
  7. galudra

    subhanallah…kadang kita sdh mengakuislam tapi belum menyadari makna dari syahadat yang kita ucapkan….semoga kita menjadi orang yang senantiasa memperbaiki syahadat kita…Amien..

    Reply
  8. kios obat

    bener sekali banyak orng yang lebih mementingkan pekerjaanya,sehingga ketika adzan berkumndang orang masih sibuk berbuat inilah itulah sampai2 adapula yang meninggalkan sholat,untuk itu marilah kita introfeksi diri sendiri bagaimana cara menyikapi hidup kita yang sebentar ini….

    Reply
  9. Muqif

    Dua kalimat syahadat (syahadatain) adalah rukun Islam pertama, sdah benarkah syahadat kita?? bila syahadat tsb hanya diucapkan itu belum cukup, karena ALLAH tdk memerlukan hamba2 cuma melalui ucapan yg BERSAKSI, melainkan JIWA yg Bersaksi.. QS 7:172.. dan jika sdah jiwa bersaksi/ bersyahadat, perlu juga tahu bahwa yg ada pd kita ini adlah pinjman maka dari itu hrus dikembalikan sebelum rusak/ busuk,, diri…diri ini adlah amanah DAN Amanah itu adalah PINJAMAN :: kamu tu g punya apa2,,, biji matanya kamu miliki, Yang Maha Melihat milik siapa?? klo kamu pengen coba, taruh tuh biji mata dlm piring, kamu tak akan sanggup melihat lagi.brati itu cuma barangnya sedangkan Yang Maha Melihat milik SIAPA??… kupingx kmu miliki, lidahx kmu miliki,,, tanpa Basyirun,, tanpa Sami’un,,, tanpa Mutakallimun… alat tsb tidak berfungsi……

    Reply
  10. Agus

    asslmkm wrwb pa Ustadz

    sy mengucapkan banyak tks atas penjelasannya. Akan tetapi pa Ustadz hanya mnjlskn tentang Allohnya saja. Smntr mengenai Nb Muhammadnya tdk
    dijlskn sama skl
    Mhn maaf ini hanya sharing saja.
    mnrt sy, kat beliau Nb Muhammad Awalludinni Marfatulloh.yg artinya kalo ingin tahu agama, hrs mengenal Alloh dulu (krn Alloh wajib dikenal)kata Alloh. mslhnya bgmn mau menyembah kl yg disembahnya tidak tahu ?
    bgmn kata Alquran ? Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu artinya Kenalilah dirimu, maka akan tahu Tuhanmu.
    bgmn mau mengenal Alloh, mengenal diri sndr saja ga tahu ?
    kemudian apa kata Alquran : Ruhiyatullohi ta,ala bi ainil qolbi !
    artinya : kl ingin mlht Alloh bkn dgn Mata, tp dgn Qalbu.
    Sahadat itu ada saratnya, bkn hanya sekedar baca. maaf anak kecil juga bisa kl hanya sekedar ngucapin.
    saratnya : 1 Hrs sdh mngetahui Dzatnya Alloh
    2 Mengetahui Sifatnya Alloh
    3 Mengetahui Asmanya Alloh
    4 mengetahui Af,alnya Alloh
    Dan ini smuanya hrs bisa dibuktikan oleh diri sndr masing2, dan terasa oleh diri pribadi masing2. Barulah mengucapkan Kalimah Syahadat.
    Syahadat btl sbg pondasi,dan sholat disebut tiang Agama.
    jd sklpn banyak tiang, kl pondasinya ga kuat, tetap akan roboh.
    sy berikan contoh satu :
    seorang Kiyayi rajin ritual sholat 5wkt,sklgs guru ngaji, nasihatin.
    akan tetapi mungkin pa Ustadz pernah dengar, : Kiyayi itu merkosa muridnya> audzubillah. krn knp ? Dia ydk tahu siapa dirinya yg sbnrnya. smntr sampe disini dulu, mhn maaf dan jgn diambil kl ydk sepaham krn ini yg akan jwb nati stlh sy jlskn lg, yg jawab hanya hatinya yg membaca. tks wslkm wrwb

    2

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam. Terima kasih, Bapak bebas mengutarakan pendapatnya di sini. Tentang syahadat rasul, saya bahas di lain judul.

      Reply
  11. Agus

    Ass wrwb
    pa kbr pa Ustadz ? smoga saja pa Ustadz dlm keadaan sht walafiat ,bahagia serta dilindungi Alloh swt .amin
    Terus terang sy sangat bahagia skl bisa sharing dgn pa Ustadz krn kl kita punya ilmu, walaupun satu ayat hrs kita sampekan. Dan tentunya sy akan mndpt ilmu tambahan dari pa Ustadz.
    sy hanya ingin curhat bgmn mnrt pa Ustadz dgn pndpt sy, dan sypun tetap ngambil dari Aquran mengenai Percaya dan bersaksi mnrt Aquran.
    mhn maaf kl ga salah dlm surat Kaf ayat 14 ” Wanahnu aqrobu ilaihi min hablil warid” artinya : Aku lbh dkt drpd urat leher nadimu
    Alloh tdk klhtn, tp ada. kl ada tentunya berwujud donk ? smntr Alloh sifatnya Laesa….(Alloh tdk dpt disamakan dgn suatu apapun)
    pembuktiannya dlm diri kita ada Nafas. nah dgn adanya Nafas,tentunya ada Hidup. coba kl kita tdk bernafas, tentunya mati kan ?
    Nah disini berarti Siapakah yg menghidupi ? berarti Alloh kan ?
    berarti sesuai dgn Ruyatullohi ta,ala biainil qolbi jd mlht Alloh (bersaksi disitu adalah percaya/ bersaksi dgn adanya Alloh, Percaya dgn adanya Hidup diri pribadi. ditambah lg, Wahua ma,aqum aena maquntum (dimanapun kamu berada, Aku slu bersamamu)
    Dan yg perlu kita ingat, jgn skl2 bahwa manusia itu sbg Tuhan, tdk sama skl.
    Wallohu goibun alinsani goibun. Alloh tdk kelihatan, Manusiapun tdk kelihatan. Yg sperti kita lht saling ktm itu bukan manusia,melainkan JASAD MANUSI. Lantas yg mana yg disebut Manusia ? nanti kita lanjutkan setelah sy mau ngopi dulu…terimakasih

    Wslmkm wrwb
    agus

    Reply
  12. Agus

    asslmkm wrwb

    Barangkali agar lebih singkat agar lbh percaya dan jeli terasa oleh
    dirinya sndr yg disebut Iman tahqik ; (bkn katanya) itu Iman Taqlid
    Didalam diri kita hayati dan rasakan :
    1, ada AWAS sama dgn Dzat yg menghidupi diri kita (ALLOH)
    2, ada MENGAWASI yaitu Cahaya Hati yg disebut (Nur Muhammad)
    3, ada DI AWASI yaitu dari ujung rambut hingga kaki yg disebut jasad
    ( ADAM )
    Jadi bayangkan sgl sesuatu perbuatan / pergerakan kita yg baik dan yg
    buruk ,di saksikan oleh Rasa Kerosulan.(kenyataannya HATI)no 2
    krn “WALIKULI UMMATIN WAROSULLUN” pd dasarnya smua umat hakekatnya ada rasa kerosulan. Ingat kita bkn sbg Rossul. Rosululloh tetep adalah Nb Muhammad darosululloh saw.
    Kemudian siapa yg di awasi, adalah gerakan perbuatan jasad kita.no 3
    dan yg menghidupi diri kita adalah ALLOH yg tdk kelihatan, tp percaya dgn adanya HIDUP DIRI PRIBADI.(alam sagir)

    Demikian mnrt sy hasil berdialog dgn alquran. smoga kalian smua memahami dan sy tdk merintah hrs mengikuti sy, tp hati kalianlah yg akan menjwbnya. mhn maaf ini yg dpt sy amalkn. kmbl lg ke keyakinan diri masing2, krn kita mati sndr2 tdk bareng kiyayi,ustadz,ulama.maaf kita datang ke Dunia sndr pulangpun hrs bisa kembali kpd alloh bkn ke Surga, sebab Surga msh ciptaaNya dan bkn Inna Surga Wainna Surga, akan tetapi Innalillahi wainnailaihi roziun. Asal dari Alloh hrs bisa bgmn caranya/ jlnnya agar dpt kmbl kpd Alloh. Kuncinya Adalah harus punya ILMU,IMAN dan AMAL.
    Smoga bermanfaat. tks Ass wrwb

    Reply
  13. fahim

    asssalamualaikum…
    1. saya masih belajar dan ingin mengetahui sesungguhnya untuk menjadi seorang muslim yang sesungguhnya. karena setahu saya rukun islam yang pertama adalah syahadatain. jika sahadat saja belum memahami dengan sungguh2 apa artinya kita melakukan rukun islam selanjutnya yang ke 2 hingga terahir, kalau hanya karena takut neraka dan karena lain2 .
    selama ini saya merasa syahadat saya masih palsu.karena saya bersaksi dan tidak benar2 menyaksikan. bukankah syahadat itu persaksian bahwa tiada tuhan yang layak disembah selain allah,
    bukankah menjadi seorang saksi harus benar2 menyaksikan? kalau hanya menyaksikan ciptannya saja apa bisa di sebut telah bersaksi.
    teman saya perna berkata bahwa sahadat itu harus benar2 bersaksi
    melihat dan merasakan bukan dengan panca indra lahiriah tapi dengan panca indra batiniyah. apa benar? jika benar, bagaimana cara melakukannya?
    saya sangat ingin belajar tentang ketuhanan agar setiap melakukan ibadah, saya merasakan dan ingat akan Allah.
    kalau hanya ingat nama dan cipttaannya saja saya ingat tapi ibadah saya tak terasa apa2, tidak ada kenikmatan dalam beribadah.

    2. innalillahi wainnailaihi rajiun
    ( kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali)
    bagaimana setelah kita mati? ke surga atau ke neraka? atau kemana?
    apakah kesimpulan ayat diatas? apakah setelah kita mati akan kembali kepada allah? bisakah kita kembali kepadanya sedangkan selama ini kita tidak mengenal dan mengetahui Allah ? yang kita kenal selama ini hanya asma Allah dan sifat2 Allah serta kebesaran ciptaan Allah.
    “Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akhirat nanti juga akan buta,dan lebih sesat lagi jalannya.” QS. Al Israa:72.

    mohon semua membantu saya
    ini e-mail saya “pingin_blajar@yahoo.co.id”
    wassalamualaikum

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb.
      (1) Mungkin saja yang dikatakan teman anda benar. Tapi untuk bisa melihat dengan mata batin, saya rasa harus melihat dulu dengan mata dhohir, yaitu melihat cipataan dan kekuasaan Allah SWT.
      (2) Setelah mati ke surga atau neraka yang tahu hanya Allah. Kesimpulan ayat itu menurut saya adalah agar kita tawakal kepada Allah

      Reply
  14. ganjar

    asllmu?
    saya setuju dgn pak agus di atas,,(salam batin:-)pak agus,pak ustad,dan untuk semuanya)?
    mudah2an semuanya sudah percaya diri.
    kenlilah diri anda ,maka niscaya akan mudah untuk mengenal ALLAH.

    hati di simbolkan,atau di lambangkan bentuknya.
    tapi tidak ada satupun yg mampu memberikan gambaran atau simbol tentang jiwa,KENAPA?!
    PR untuk semuanya…..silahkan di kaji dengan cermat.

    Reply
  15. Pingback: Selamat Tahun Baru Hijriah ← Mohammad Hatta - Cut Nyak Dien

  16. Indra Irawan

    Kaji yang seperti ini (yang mengupas lebih dalam tentang syahadat) tidak bisa dibeberkan di forum seperti ini. Karena bisa MEMBAWA FITNAH bagi yang lain (dalam arti kata salah kaprah). Jika ingin mengupas tentang syahadat lebih dalam lagi, mari duduk bersila bersama, ajak serta guru yang memang bisa dijadikan acuan untuk membahas masalah tersebut.

    Reply
  17. Pingback: vip_sonyushidae

  18. Pingback: tahun baru hijriyah « vevepdng