Kok Jadi Orang Awam Terus, Mbah?

Akhmad Tefur, Ahmad Tefur, mutiara sempurna, penyejuk hati, mutiara hikmah, kumpulan mutiara, kata hikmah, obat hati, artikel islam, motivasi islam, kuliah online, ketenangan jiwa, kisah hikmahSeorang mahasiswa yang berumur 20 tahun ditanya tentang Islam. Ia menjawab: “Maaf, saya masih awam soal Islam.”

Sepuluh tahun kemudian, ketika dia berumur 30 tahun, sudah lulus kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang mantap, iapun ditanya lagi tentang Islam. Dia juga menjawab, “Maaf, saya masih awam tentang Islam.”

Sepuluh tahun kemudian, ketika dia berumur 40 tahun, sudah menjadi pejabat kaya raya… iapun ada yang bertanya tentang Islam. Dia juga menjawab, “Maaf, jangan tanya saya, saya masih awam tentang Islam.”

Sepuluh tahun kemudian, ketika berumur 50 tahun menjelang pensiun diapun masih mengaku awam soal Islam. Umur 60, sudah punya cucu juga masih mengaku awam… Awam maning, awam maning.

Kok jadi orang awam terus , Mbah?
Tiap 10 tahun yang dilaluinya berlalu dengan sia-sia tanpa mau belajar Islam. Padahal dia mengaku bahwa Islam adalah pilihan terbaiknya. Bahkan di mobilnya ada sticker “Islam is the best choice”.

Apakah itu potret diri kita?
Apakah hari ini kita masih menjadi orang awam tentang Islam?
Apakah sepuluh tahun lagi juga akan tetap awam?

Pastikan tidak! Amin, ya Rabb.

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  • 314
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    314
    Shares
  • 314
    Shares


public speaking

34 Replies to “Kok Jadi Orang Awam Terus, Mbah?”

  1. Insya Allah mudah mudahan saya tidak termasuk yang demikian Ustadz, semua ini berkat mengikuti tulisan-tulisan ustadz di Shalat sempurna dan sumber lain dan blog yang ustasz tulis.
    Puji syukur Kepada Allah atas rahmatnya kita semua masih dapat mengkaji ajaran-ajaran Rasulullah, Dan harapan kita semua mendapatkan syafaat dari Nabi Agung Kita Muhammad SAW. Aaamiin,
    Dan saat maulud ini ustadz, Inya Allah amalan melantunkan Berzanji di masjid bersama jamaah lain kami laksanakan.

  2. Amiin, Terimakasih atas tausiyahnya Pak Ustadz. semoga saya tidak termasuk orang yang awam.

  3. Alhamdulillah saya bukan termasuk orang yang awam tentang islam, dan terimakasih atas kiriman artikelnya Pak Ustadz.

  4. Mantap benar. Untuk urusan kebaikan memang seringkali kita menunda-nunda selalu. Ini dianggap bisa dilakukan belakang di hari tua saja.

    Mudah2an kita tidak termasuk yang demikian, amien.

    jazakallah Ustadz, artikelnya sederhana namun sangat mengena, muantaff 😀

  5. Baik Pak Ustadz, mulai saat ini juga saya akan menekuni ilmu islam, agar saya tidak menjadi orang yang awam tentang islam, Terimakasih atas nasihatnya.

  6. Memang benar apa yang Pak Ustadz bilang, bahwasanya kita jangan sampai menjadi orang awam tentang islam, apabila itu sampai terjadi, sungguh sangat meruginya kita. Trims sudah mengingatkan Pak Ustadz.

  7. Meski pengusung ide “awamologi”, tentu saja saya tidak memaksudkannya sebagaimana postingan Ustad A. Tefur ini. Jelas, itu keawaman yang keliru. Sebab, dalam Islam, mencari ilmu/pengetahuan itu wajib, terutama ilmu agama (Islam) itu sendiri, meski kita tidak diwajibkan untuk menjadi ahli. Ya, kalaupun mesti ahli, itu sebatas kemampuan pencerapan masing-masing dan kecocokannya dengan kondisi kebutuhan diri kita. Dan yang lebih penting/wajib adalah mengamalkan ilmu itu.
    Nah, soal keawaman (awamologi) yang saya dakwahkan (salah satunya) adalah agar sehebat atau sepintar apa pun, kita mesti tetap rendah hati dan merasa tetap “bodoh” agar terus berupaya mencari ilmu.

    Begitu pula dalam hal kelebihan atau kehebatan apa pun semisal dalam hal harta dan kekuasaan, kita mesti tetap pro-awam, membumi alias peduli kepada mereka yang masih awam atau berkekurangan. Nah,postingan Pak Ustad ini (dan yang lain-lainnya juga) adalah pro-awam karena beliau berdakwah agar orang-orang tergugah untuk belajar.

    Kurang lebihnya demikian. Jadi, tidak ada pertentangan antara ide awamologi dengan postingan Pak Ustad A. Tefur ini.

    Wassalamualaikum.

  8. Untuk saudaraku, Mas Bahtiar (penggagas paham awamologi), justifikasi anda dapat dipahami.

  9. Padahal jika waktu muda malas belajar, waktu tua juga biasanya malas juga.

  10. Tetaplah bersemangat untuk belajar, Pak.

  11. mudah mudahan saya ga demikian,,dengan banyak alasan..padahal perkara agama adalah yang paling penting,,bahkan agama diciptakan karena agama

  12. Trimakasih Pak Ustad, Artikel ini sungguh bisa untuk menambah motivasi belajar pengetahuan agama islam saya.

  13. alhamdulillah,,,
    seharusnya kita tidak menjadi awam lagi tentang ISLAM kalo saja kita mau melawan hawa nafsu dalam diri kita untuk mau belajar tentang ISLAM yang benar sesuai dengan ajaran RASULULLAH…seandainya kita sisih kan waktu 2 jam sehari untukbelajar ISLAM mulai dari AL QUR’AN dalam 1 tahun pasti kita udah bisa paham akan makna kehidupan itu sendiri daripada kita sehari cuma melihat gosip,sinetron,facebook,dll tentu waktu kita akan terbuang percuma…tul ga???bisa jadi kaloumur kita 200 tahun pasti jawabannya sama bhwa …SAYA MASIH AWAM TENTANG ISLAM…ayo mulai merubah perilaku kita … wallahualam..

  14. Memang manusia hanya menuruti nafsu dengan sadar atau tidak sadar maka dari itu harus dilawan dan selalu melawan nafsu yang buruk itu

  15. Insya Allah setelah saya menjadi member trilogi shalat sempurna sedikit demi sedikit saya paham tentang islam karena termotifasi dengan motto “tidak ada yang lebih penting kecuali panggilan Allah” dari sini kita belajar melawan nafsu nafsu ubud dunnya.
    Mohon do’a kepada ustads Ahmad tefur agar saya diberi kekuatan iman dan islam
    Wassalamu alaikum wr.wb

  16. semoga kita semua bukan termasuk orang awam terus…. tentang pengetahuan DIENUL ISLAM… Amiiin 3x

  17. Semoga kita semua tetap dalam iman.

  18. Saya terkesan dengan perumpamaan umur 200 tahun itu pak.. 🙂

  19. makaasih sentialnnya……ijin share…..

  20. Kadang-kadang kita terlena dan keasyikan dengan kesibukan duniawi, sampai-sampai kebutuhan dan bekal yang hakiki yaitu Iman dan Islam terlupakan. Mudah-mudahan Allah jauhkan istilah “awam tentang Islam” dari dari diri kita… Aamiin..
    Syukron Pak Ustadz atas diingatkannya kembali…

  21. Astaghfirullah…semoga kita bukan golongan yang tidak mau peduli ilmu agama…Aamiin…akan di share ke FB…salam

  22. Assalamualaikum, Pak Ustadz smg qt sll mndpt ridho Allah SWT..utk tdk mnjadi hambaNYA yg awam spanjang usia…dan dimudahkan utk bljar mningkatkan kualitas diri stiap saat sbg mahakarya Allah..Smg smakin bnyk org2 berilmu yg mampu mncerdaskan org2 Islam lainnya agar tdk sesat. Amiiiin

  23. Terima kasih, Pak Abul Manap. Silakan share artikel-artikel dalam blog ini.

  24. asallamualaikum warohmatullah wabarokatu, alhamdulillah atas acara di perumahan pondok makmur pada tgl 05/maret 2011 ,saya tadi mau bertanya namun bapak ustad membatasi hanya dua pertanyaan, pertanyaan saya kenapa kalau solat jum’at jemaah nya padat sedang yg lima waktu tidak penuh, mungkin ada keutamaan yang berbeda pada hari jum’at pak ,trimakasih atas jawabanya, mudah2an bapak slalu mendapat rahmat sehat yang berlimpah dari Allah.amin

  25. Wa alaikum salam.
    Karena shalat Jumat hukumnya wajib. Sedangkan shalat berjamaah ada yang berpendapat sunnah muakad, sehingga banyak yang memilih shalat sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.