Kisah Hikmah tentang Burung Gagak

Kisah hikmah, buletin jumat, buletin dakwah, ending cerita, kisah menarik, mutiara hikmah, burung gagak, anak sholeh, membahagiakan orang tua, berbagi cerita
Hari ini, di tempat ini...

Kisah hikmah ini saya temukan di buletin jumat Barkah. Sebuah buletin dakwah yang diterbitkan oleh toko kelontong Islami Barkah. Saya edit dan merubah ending cerita, serta menuliskan kesan pribadi yang saya rasakan setelah membaca kisah menarik ini:

Pada suatu petang, seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman rumah sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba, seekor burung gagak hinggap di ranting sebuah pohon. Si ayah menudingkan jari ke arah gagak sambil bertanya, “Nak, itu apa yah?”
“Burung gagak” jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, tetapi sejurus kemudian beliau sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, sehingga berkata dengan sedikit kuat “Itu burung gagak, Ayah!”

Tetapi, sejurus kemudian si ayah bertanya lagi hal yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “Burung Gagak…!!!” Si ayah terdiam seketika. Namun, tidak lama kemudian sang ayah sekali lagi mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah, “Gagaklah, Ayah….”

Puncaknya, si anak benar-benar kalap karena ayah terlihat hendak sekali lagi membuka mulut untuk bertanya hal yang sama. Kali ini, si anak benar-benar hilang kesabaran dan menjadi marah.

“Ayah!!! Saya tak tahu kenapa… ayah sudah lima kali bertanya hal yang sama, dan saya selalu menjawabannya. Apalagi yang harus saya katakan? Itu burung gagak, burung ga…gak, ayah…,” Kata si anak yang kini tengah berusia 25 tahun dengan muka memerah.

Si ayah beranjak menuju ke dalam rumah, meninggalkan si anak yang kebingungan. Sesaat kemudian, si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram, sebuah buku diary yang sudah usang.

“Coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diary itu.” Pinta si ayah.
Si anak membaca catatan sang ayah…

“Hari ini aku berada di halaman bersama anakku, Taufiq Ahsan yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba, seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku menunjuk ke arah gagak dan bertanya “Ayah, apa itu?”

Aku menjawab, “Burung gagak”. Anakku terus bertanya soal yang serupa, dan setiap kali aku menjawabnya dengan kalimat yang sama….

Sebanyak 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayang, aku terus menjawab untuk menyenangkannya. Aku berharap, ini menjadi pendidikan yang berharga.

Setelah selesai membaca pragraf tersebut, si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang terlihat sayu. Dengan perlahan, si ayah bergumam “Hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama lima kali, tapi kamu sudah hilang kesabaran”

Si anak terpukau dan tak kuasa membendung air matanya… ia menangis sejadi-jadinya, sambil memeluk erat sang ayah.

* * * * *

Saya juga ikut menangis ketika menulis kalimat terakhir itu. Semoga kita menjadi anak sholeh yang mampu selalu membahagiakan orang tua… Amin, ya Rabb.  Jangan lupa untuk berbagi cerita ini dengan share ke teman-teman anda.

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  • 732
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    732
    Shares
  • 732
    Shares


public speaking

23 Replies to “Kisah Hikmah tentang Burung Gagak”

  1. Assalamu’alaikum WW
    Ternyata benarjuga syair itu, Kasih Ibu sepanjang masa…… juga da benernya kalau Orang tua kaya anak menjadi Raja, kalau anak kaya orang tua menjadi pembantu. Manusiawi atau karena tidak adanya iman & kesabaran Pak Ustadz???
    Wassalamu’alaikum WW

  2. Sungguh sangat menarik kisah hikmah buruk gagak ini Pak Ustadz, saya jadi terharu setelah membacanya… Terima kasih banyak atas kiriman artikel islaminya selama ini Pak Ustadz??

  3. Kisah hikmah yang sangat menarik Pak Ustadz,Terima kasih sudah berbagi cerita, salam kenal dan sukses selalu buat Pak Ustadz…

  4. Begitu besar cinta, kasih dan sayang orang tua bagi anak-anaknya. Saya ucapkan terima kasih pak ustad, semoga cerita ini menjadi pencerahan sebagai pembelajaran bagi anak bangsa.

  5. Memang sudah tidak aneh lagi seorang anak berlaku kasar pada orang tuanya, padahal kalau ia tau akan kasih sayang seorang tua terhadapnya, subhanallah pasti akan menangis mendengarnya dan pasti akan berubah menjadi anak sholeh dan akan selalu membahagiakan orang tuanya. semoga cerita ini dapat menjadikan sebuah pelajaran bagi yang membacanya… Terima kasih atas kiriman kisah menarik ini Pak Ustadz.

  6. Saya langsung menangis membaca kisah ini, sya pernah melakukan hal serupa pada saat Bapak masih ada, saya sempet marah2 karena Bapak kurban sapi bukan nya kurban kambing seperti yang sudah niatkan…
    Ya Allah betapa besar dosa hamba…bisa kah memohon ampun kepada Bapak sedangkan sekarang sudah tiada….??

  7. hingga usiaku yang makin tua ini aku rasanya belum berbuat baik pada ortu belum sepenunya berbakti, karena rasa iri pada saudara yang lain yang selalu disebut oleh ortuaku, aku yang banyak berbuat untuk ortu aku tanpa pamrih selalu disepelakan,namun aku tidak sakit hati karena biar bagaimana dia telah melahirkan aku dan pernah membearkan aku hingga kini, belum dapat rasanya aku membalas kasih sayangnya yang telah merawat dan membesarkan aku, semoga ortuaku diberikan kesehatan, diamouni segala kesalahan dan dosanya amin?

  8. Alhamdulillah,sungguh bersyukur sekali kepada mereka yang masih memiliki kedua orang tua sehingga dengan kisah burung gagak tsb, paling tidak membuat kita tambah bhakti kepada mereka berdua.

  9. ya alloh..
    allohumaghfirli waliwalidayya.. warhamhuma kamaa robbayanii soghiro..

  10. Pelajaran berharga mengingatkan kita betapa besar dan tak ternilai korban orang Tua dan kita. mudah lupa dan terima kasih apalagi membalasnya

  11. andai orang tuaku masih ada,….ingin aku bisa membahagiakannya

  12. Astaghfirullah….. kuingin kedua orang tuaku ada dan kan kutunjukkan baktiku, sayangku, hormatku pada mereka

  13. Ya Alloh berilah kesempatan padaku untuk selalu berbakti pada kedua orangtuaku,Ya Alloh ampuni segala salah dan khilafku pada mereka, bahagiakan dunia dan akhiratnya. Terima kasih Ust artikelnya sangat menyentuh dan menyadarkan aku.

  14. terima kasih pak ustadz..cerita ini..mengingatkan kita akan masa2 remaja..yg mana selalu mendahulukan emosi..setelah menjado orang tua,,barulah tau rasanya..betapa sedihnya..jika anak berkata kasar pd kita,,,dimana hal spt ini sering kita lakukan,,dahulu..Ya Allah..ampuni ats segala dosa2 yg tlah kulakukkan,,pada orang tuaku..karena hilang dari jalan MU…

  15. Ya. Allah betapa cinta dan sayangnya Ayah pada kami, karenanya ya Allah sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di masa kecil. Ampunilah dosa dan keslahannya, terimalah semua amal ibadahnya. Aamin ya Rabbal ‘alamiin.

  16. jadi aku ingat masa kecilku … aku jadi ingat bapakku .. sayang beliau telah tiada… apmuni aku bapak…

  17. Subhannallah… Itu emg benar, org tua sgt sbr pd kta, tp kta tak mampu bersabar untuk menyenangkan@

  18. Subhanallah…sangat mangharukan hati dan perasaan hingga tak sadar mataku berkaca-kaca setelah membaca kisah ini…ya Allah semoga disisa hidup ini hamba dapat menjadi anak yang benar-benar berbakti kpd orang tua hamba.Allahumagh firlana waliwalidiina warhamhum kama robbayana soghiro…aamin.izin share n copas ya ustadz…trmksh.jazakallah

  19. Saya juga ingin membahagiakan kedua orang tua saya, walau kini telah tiada. Semoga dengan doa yang tulus yang kita panjatkan setiap hari membuat kedua orang tua kita bahagia di alam kubur dan di surga nanti. Amin.

  20. saya juga saat baca kalimah terakhir itu..menitikkan air mata..owh ayah semoga keberkahan selalu terlimpah untukmu.amiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.