15 thoughts on “Ceramah Isra Mi’raj yang Memukau

  1. Jayadi

    Insya Allah Pak Ustadz, saya akan mengikuti program GPKS untuk masjid saya agar banyak yang mau shalat berjamaah di masjid. Terima kasih atas kiriman artikel islaminya…

    Reply
  2. Ikhdah

    Ceramah islami yang sangat memukau memang Pak Ustadz, ijin share yah Pak Ustasdz..

    Reply
  3. Ikbal

    Isi ceramah isra miraj yang memukau, saya jadi teringat tentang perkataan kawan saya kalau masjid sekarang kebanyakan tidak adanya jamaah, karena para DKMnya tidak bisa mengelola masjid untuk banyak jamaahnya… Untuk itu saya mohon ijin untuk mengikuti GPKSB (Gerakan Pembangunan Kebiasaan Shalat Berjamaah) dari Pak Ustadz.. Syukron!

    Reply
  4. Yadi

    Terima kasih atas kiriman artikel islami tentang isra mi’rajnya Pak Ustadz, sungguh sangat memukau hati…

    Reply
  5. Dadng

    Insya Allah saya akan giat mengikuti program GPKSB dari Pa Ustadz

    Reply
  6. umar effendy

    Yth Bpk H. Zainal Arifin Pardede, ketua DKM Masjid Raya Taman Yasmin Bogor.alangkah bahagianya bila bapak kyai bisa bergabung dgn kami dari Wasilah subuh tingkat nasional pusat dibawah pimpinan Bpk HM Sudomo, & Bpk HR Museno (mantan Wagub DKI),sudah ada 588 mesjid kami kunjungi utk meramaikan sholatsubuh berjamaah sejak thn 1998 sd saat ini. insya alloh jamaah dimesjid bogor menjadi ramai, jamaah sholat subuh kami ada 200 orang yg sudah istiqomah selalu mengunjungi mesjid2 setiap minggu dgn membawa kendaraan masing2.

    Reply
  7. Rachmat

    Terimakasih pak akhmadtefur,.. sudah mengingatkan kami untuk selalu memakmurkan masjid. Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan dan rizki yang barokah untuk bapak dan orang orang yang mengikuti nasehat bapak.

    Reply
  8. Erwan

    salah satu tanda akhir Zaman menurut nabi Muhammad SAW adalah kita berlomba-lomba untuk membangun masjid bintang lima ( teks aslinya ” bermegah megah membangun masjid”) inilah kenyataan-nya sekarang, namun para ulama bingung bagaimana membangun iman para muslimin sebaik-baiknya. karena sebagian ulama yg pewaris ilmu nabi dan hampir semua umat islam, terjebak dalam tipu daya dajjal yg sangat luar biasa sehingga kita tdk sadar berada dalam bius / sihirnya, sehingga kita lebih banyak memikirkan dunia dari pada akhirat. yg tujuan dajjal itu adalah membuat manusia menjadi hamba dunia, hamba hawa nafsu dan bukan menjadi hamba Allah SWT,

    Reply
  9. safrodin

    bagus,menyentuh dan sungguh membuat kami jadi semakin tertantang untuk melakukan gerakan pembangunan kebiasaan shalat berjamaah di masjid kami,yang kondisinya juga hampir sama.jazzakallah ustadz

    Reply
  10. Fery

    Syukron Pak Ustad, Alhamdulillahirobbil alamin.., yaa Allah yaa Rabb.. dekatkanlah aku selalu dengan hamba-hambaMU yang soleh aamiin..

    Reply
  11. Alexander Idrus Zulkarnain

    Walaupun tidak sepemahaman dengan saudara kita tetaplah dalam persaudaraan Islami. Ada beberapa argumentasi penting disini, yaitu perihal membesarkan Rasul Allah ketimbang membesarkan Allah. Bagi saya Isra’ Mi’raj adalah suatu realita dan fakta sejarah Syariah Islam. Namun begitu, bukan berarti perlu dirayakan atau dibesarkan, karena dengan demikian kita tanpa sadar telah membesarkan Rasul Allah ketimbang Allah. Allah memerintahkan untuk membesarkan Allah yang telah menciptakan segala-galanya di alam semesta raya ini. Bukti konkrit ayat Allah adalah di Surat Al Isra 111:”Dan Agungkanlah Dia dengan sebesar-besar Pengagungan”. (Sama sekali/bahkan sama dua kali, tidak ada perintah Allah untuk membesarkan Rasul Allah.)Hendaknya Ummat Islam tidak bermain main dengan apa yang tidak diperintahkan Allah. Berfikirlah dalam Agama, atau bila tidak saudara akan mempergunakan elemen lainnya semisal perasaan/emosi, selera atau pendapat sendiri = hawa nafsu. Bila demikian halnya kita telah berkhianat terhadap amanat Allah. Tak terbayangkan azab bagi siapa yang “sengaja” hati meneruskan kekhianatannya dalam beragama.

    Perayaan dalam Islam untuk membesarkan Allah ada pada Idhul Fitrie dan Iedul Adha. Sedangkan untuk membesarkan RaulNya ada pada Hari Lahir Nabi, dan Pada Israk Mi’raj. Tanpa sadar kita telah melanggar perintah Allah, yang hanya untuk membesarkan ALLAH saja (bukan membesarkan RasulNya.)

    Kebiasaan / Tradisi Ulang tahun ini tidak ada dalam Islam, dan hanya ada pada Kebiasaan Yahudi dan Nasrani dan majusi saja. Islam melarang meniruniru perangai/watak/tradisi orang orang diluar Islam. Semoga Allah memberi ampun kepada Panglima Besar Islam Saladin/ Salahuddin El Ayyubi, yang telah mempelopori / pioneer merayakan Hari Lahir Nabi, dengan alasan mengangkat semangat tempur melawan pasukan gabungan salib dari Eropa. Saladin tentu tidak mengira kalau alasanya mengadakan perayaan itu terus berlanjut (sampai hari ini atau hari kiamat.) Semoga Allah memberi ampun kepadanya.

    Dalam surat Al hajj 37: ada statement Allah sbb:”Litukabbirallahu ‘alaa maa hadaakum” = Besarkanlah Allah yang telah memberimu hidayahNya”. Sungguh benar bukan? Allah-lah yang paling pantas di besarkan, diagungkan karena DIA-lah yang memberikan hidayahNya kepada kita semua, termasuk SEMUA PARA RASULNYA, TAMPA KECUALI.

    Kita telah kaprah dalam salah, karena telah membesarkan dan mengagungkan manusia yang diberi hidayah oleh Allah. Belum jelaskah wujud kesalahan ini bagi kaum yang berakal sehat ??? Kata Nabi, Agama itu untuk orang yang berakal, bukan untuk orang gila(tidak mau mempergunakan akal-AIZ).

    Satu lagi untuk menjadi pertimbangan semua saudaraku yang terlanjur basah kuyub cinta mati dengan perayaan2 membesarkan Rasul Allah.

    Al Maidah 3; Allah telah menyempurnakan agamanya (tidak boleh lagi ada tambahan tambahan setelah Rasul Wafat/tanda agama telah final.)Telah Allah cukupkan NIKMATNYA: yaitu hukum2 Allah peraturan2 Allah, perintah dan laranganNya telah cukup TATA CARANYA, TATA TERTIBNYA, DAN TATA LAKSANANYA – sudah final gak boleh ngada ngada!Dan Allah telah RIDHA agama Islam menjadi agama bagi kita semua. RIDHA berarti ; diluar perintahNya tentu saja Allah tidak Ridha (menerima amal ibadah kita yang tidak sesuai dengan perintahNya _ Coba baca Al Baqarah 59 sebagai tambahan bagi saudara agar lebih YAQIN terhadap apa yang saya sampaikan diatas. Insya Allah.

    Reply
  12. Alexander Idrus Zulkarnain

    “Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu MENDAHULUI Allah dan RasulNya, Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar Lagi maha mengetahui”. (AL QUR’AN – AL HUJURAAT 1.)

    Ingatlah wahai semua saudara2ku bahwa Allah sangat cepat HISAABNYA. Bila saudara telah mengetahui Perintah Allah, namun sengaja hati membiarkannya, Maka Allah menghisaabnya sebagai bukan sami’na wa atho’na kepada Allah, tetapi sami’na wa atho’na kepada musuh Allah.

    Diatas disebutkan hai orang orang yang “beriman’. Itu berarti yang tidak taat kepada PerintahNya = bukan orang yang beriman titik!

    Naik motor saja kita bisa berpanas hati bila didahului dengan cara di salib, dan sering terjadi kejar mengejar, kebut kebutan yang diakibatkan oleh rasa marah orang yang disaib. Bagaimana halnya di sisi Allah ?? Tidaklah kita berfikir seperti itu ??

    Reply
  13. Anjan

    Memperingati kelahiran dan Mi’raj Rasulullah…menurut saya bukanlah untuk membesar2kan Nabi sebagaimana kita membesarkan Allah. Perayaan itu hanyalah untuk memperingati dan pernyataan atau ungkapan cinta kita yg mendalam kepada Rasulullah SAW. Allah saja bersholawat kepada Rosullullah…wajar kalau DIA jg memerintahkan para malikat dan kita sebanyak-banyaknya bersholawat kepada beliau. Pilih mana / lebih baik mana menurut Sdr Alex membudayakan Sholawatan…atau Konser music…?? Kita tahu bahwa dalam menyalurkan hasrat seninya, manusia cenderung senang terhadap ungkapan seninya yang dilakukan scr massal seperti konser musik ataupun zikir massal / akbar. Jadi daripada diisi oleh aktifitas konser music yg selama ini didominasi oleh seni kaum sekuler…mending sholawatan, zikir ataupun tausyah akbar yg selama ini justru membawa kedamaian dan kesejukan hati para pesertanya.

    Reply