Cara Mengagungkan dan Memuliakan Al Quran – Adab Menuntut Ilmu Agama Islam

adab menuntut ilmu agama Islam

Ta’dhim wal ikhtiram (mengagungkan dan memuliakan) Al Quran adalah adab ke-5 dari 8 adab menuntut ilmu agama Islam agar menjadi ilmu yang bermanfaat. Saat kita menghadiri kajian Islam, kita harus mengagungkan dan memuliakan setiap ayat Al Quran yang dibaca oleh pematerinya. Jika kita tidak mampu melaksanakannya, maka kajian yang sedang kita ikuti sulit menjadi ilmu yang bermanfaat.

Bagaimana caranya?
Cara agar kita dapat mengagungkan dan memuliakan Al Quran adalah dengan memahami dahsyatnya Al Quran. 

Setidaknya ada 4 bukti dahsyatnya Al Quran yang membuat kita ta’dhim yaitu: 

  1. Al Quran bahasanya sangat mempesona
  2. Al Quran memiliki teknologi enkripsi yang mencengangkan
  3. Al Quran memiliki daya magis yang luar biasa
  4. Al Quran menjadi senjata utama bagi manusia

Simak tuntas penjelasannya yah… Ini adab menuntut ilmu agama Islam yang mesti kita amalkan.

Bahasa Al Quran
Al Quran memiliki bahasa yang sangat mempesona. Buktinya, banyak orang yang masuk Islam hanya karena menyimak bahasa Al Quran. Labaid bin Rabia, Tufail bin Amr, adalah dua penyair hebat yang masuk Islam karena sangat terpesona dengan bahasa Al Quran. Bahkan, ada seorang yang dulunya menjadi musuh Islam paling top… Tapi akhirnya masuk Islam setelah mendengar Al Quran surat Thaha. Itulah Umar bin Khatab!

Mengapa Al Quran dibuat dengan bahasa yang sangat mempesona? 

Al Quran adalah mukjizatnya Nabi Muhammad. Mukjizat para Nabi biasanya disesuaikan dengan trending topic yang ada pada masa itu. Pada zaman Nabi Musa trendingnya sihir. Banyak ahli sihir pada masa itu. Maka Nabi Musa pun diberi mukjizat untuk menumbangkan sihir-sihir mereka berupa tongkat yang berubah menjadi ular yang melahap ular-ular sihir mereka.

Pada zaman Nabi Isya trendingnya adalah pengobatan. Banyak ahli pengobatan (tabib) yang muncul pada saat itu. Maka Nabi Isya pun diberi mukjizat berupa kemampuan mengobati orang yang berpenyakit kusta, buta sejak lahir, bahkan bisa mengobati (menghidupkan) orang mati.

Nah, pada zaman nabi Muhammad trendingnya adalah syair. Masa itu banyak penyair hebat. Masyarakatnya sangat menggemari syair. Maka Nabi Muhammad diberi mukjizat berupa Al Quran yang syairnya sangat mempesona untuk menumbangkan syair-syair mereka.

Sampai di sini seharusnya kita sadar bahwa Al Quran memang sengaja dibuat dengan bahasa yang sangat luar biasa.

Insya Allah artikel tentang cara menghadirkan rasa ta’dhim wal ikhtiram kepada Al Quran akan saya sambung di posting selanjutnya. Ini masih dalam rangka membahas adab menuntut ilmu agama Islam …