Hati-hati: Sucikah Pakaian Anda?

syarat syah shalat - artikel islamiartikel islami » cara mencuci pakaian

Hati-hati dengan pakaian anda yang bersih, tapi ternyata tidak suci! Ini masalah vital, tapi banyak orang tidak menyadarinya. Saya mendapat ilmu cara mencuci pakaian yang benar ini semasa kecil dari almarhumah ibu saya. Semoga ini menjadi ilmu bermanfaat yang pahalanya terus mengalir untuknya. Hari ini saya ingin share ke anda, disertai dengan rujukan-rujukan yang melandasinya.

Sudahkah anda mencuci pakaian dengan bersih? Terus, apakah anda merasa pakaian bersih tersebut bisa dipakai untuk shalat? Jawabnya: belum tentu bisa! Karena meskipun bersih, tapi belum tentu suci. Bersih dan suci adalah dua hal yang berbeda. Yang dijadikan syarat sah shalat adalah pakaian yang suci, bukan yang bersih. Karena itu, jika pakaian anda tidak suci, maka shalat anda tidak syah.

Secara lengkap, dalam buku “Pedoman Shalat” karya Prof. Dr. TM Hasbhi As Shidieq disebutkan bahwa syarat-syarat syah shalat adalah:
1. Mengetahui telah masuk waktu shalat
2. Suci dari hadats besar maupun hadats kecil
3. Suci badan, pakaian dan tempat (dari najis)
3. Menutup aurat
4. Menghadap arah kiblat

Lantas bagaimana dengan pakaian anda? Apakah pakaian anda suci? Saya yakin pakaian anda bersih, tapi apakah sudah suci? Hm… anda terkejut dengan pertanyaan ini? Shalat dengan pakaian tidak suci tentu tidak syah, bukan?

Mengapa pakaian tidak suci?
Ada beberapa faktor yang membuat pakaian anda tidak suci. Misal karena barang-barang najis dari luar, atau terkena najis dari dalam semisal tetesan air kencing pada celana dalam atau percikan air kencing pada celana panjang anda. Ketika hendak mencuci celana dalam, coba anda amati baunya. Jika bau amoniak, berarti celana dalam anda telah terkena tetesan air kencing. Mungkin saat buang air kecil finishingnya tidak tuntas.

Mencuci (membuat suci) pakaian yang terkena najis
Karena faktor yang menyebabkan pakaian terkena najis ada yang dari luar dan dalam, ada yang diketahui dan tidak diketahui, ada yang dapat dikendalikan dan yang tidak… maka, pakaian yang telah terpakai sangat berpeluang terkena najis. Pakaian-pakaian yang kena najis jika tidak dicuci dengan benar, maka statusnya masih “belum suci.” Shalatnya tidak syah jika menggunakan pakaian ini!

Cara mencuci (membuat suci) pakaian agar dapat digunakan untuk shalat adalah dengan menggunakan air yang suci-mensucikan.

Dalam buku “Risalah Tuntunan Shalat Lengkap” karya Drs Moh Rifai disebutkan bahwa air yang TIDAK dapat dipakai untuk bersuci, antara lain adalah air mutanajis (air yang kemasukan najis) sedang jumlahnya kurang dari 2 kullah. Ini adalah volume wadah dengan panjang 60 cm, lebar 60 cm dan tinggi 60 cm atau 216 liter. Just info, volume sebuah drum adalah 208 liter.

Masalahnya adalah, banyak orang yang mencuci dengan mencelupkan pakaian ke dalam mesin cuci atau ember yang volumenya kurang dari 2 kulah (216 liter). Jika pakaian tersebut (biasanya celana dalam) sudah terkena najis seperti tetesan air kencing, maka otomatis air tersebut berstatus “air mutanajis” dan tidak dapat dipakai untuk bersuci. Mencuci dengan cara ini tidak menghasilkan pakaian yang suci!

Lantas, bagaimana cara menghasilkan pakaian suci dengan hemat air?
– Rendam pakaian dengan air berdetergen dalam ember (seperti biasa)
– Kucek, sikat dan rendam lagi untuk menghilangkan busa
– Finishing: bilas dengan air yang mengalir dari kran (air suci-mensucikan) agar pakaian anda menjadi suci.

Catatan:
Jika menggunakan mesin cuci, pastikan finishing tersebut dilakukan.

artikel islami - cara mencuci pakaian

Cara membilas

Saat membilas, posisi pakaian menggantung di bawah kran (tidak direndam dalam ember atau bak mesin cuci) sehingga pakaian tidak terkena air bekas pembilasan. Bilas sambil dikucek-kucek, kemudian untuk mengeringkan pakaian dapat diperas secara manual atau diputar menggunakan tabung pengering pada mesin cuci.

Pastikan anda shalat dengan badan yang suci, pakaian yang suci dan tempat yang suci. Semoga ini bermanfaat. Beritahu tukang cuci anda, dan kawan-kawan dengan share artikel ini.

.

key: artikel islami cara mencuci pakaian, syarat syah shalat, ilmu bermanfaat

Untuk input kami, jika anda suka artikel ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M

38 thoughts on “Hati-hati: Sucikah Pakaian Anda?

    1. Akhmad Tefur

      Boleh, yang penting finishingnya dibilas dengan air yang mengalir dari kran dan posisi pakaian tidak dalam keadaan terendam, tapi menggantung di bawah kran sehingga air bilas tidak mengenai pakaian lagi.

      Reply
  1. ALI MASYKUR

    Ini pengetahuan penting, banyak yang belum tahu. Pengertian bersih disamakan dengan suci. Ini sangat bermanfaat bagi yang mengtahuinya.

    Reply
  2. aceng sodikin

    waah…. artikel yg sangat bagus sekali, dan itu mesti disebarluaskan.
    tapi sekarang2 ini di koita-kota besar sedang “trend” mencuci via loundry, baik untuk rumah tangga yg sibuk dan ngga punya tukang cuci ataupun utk anak kost yg sedikit ” malas” untuk mencuci pakaian.
    Bagaimanakah menjamin bhw hasil cucian dari loundry itu benar-benar bersih dan suci?….

    Reply
  3. Badaruddin

    terima kasih, ilmu yang sangat bermamfaat, kalau pakai mesin cuci biasa nya air yang untuk mencuci keluar dan otomatis berganti pada saat membilas apakah itu belum cukup untuk untuk mensucikan?

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Dengan cara tersebut, airnya sempat mengendap di sebuah wadah kecil. Lebih aman pakai cara bilas yang langsung dari kran. Wallahu a’lam.

      Reply
  4. Adri Aulia

    Terima kasih banyak masukannya Pak AT…

    Masalah kesucian pakaian ini ‘terkadang’ menjadi hal yang kurang kita perhatikan. Padahal, tanpa kita sadari, kadang kita secara tanpa sengaja menyentuh najis atau terkena tetesan air seni yang ‘tidak tuntas’ seperti yang diceritakan Pak AT…

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Yang sudah berlalu, semoga dimaafkan Allah. Sekarang saatnya untuk lebih memperhatikan kesucian pakaian.

      Reply
  5. gunawan

    Assalam Pa Ustadz, hal ini yang saya khawatirkan apalagi pola didik anak sekarang tidak sampai tuntas.
    Bicara mesin cuci saya pernah dengar penjelasan bahwa selama air yang datang mengalir dapat mensucikan pakaian, lain lagi kalo pakaian yang datang ke air yang sudah ada di mesin cuci.
    Jadi saat finishing air rendeman/bilasan dibuang abis, dan pakaian yang sudah ada dimesin dikasih air lagi dan dibilas, keringin dech.
    Wallahu a’lam
    HATI2 DENGAN KAIN SARUNG YANG KADANG SEBULAN BARU DICUCI, WASSALAM…

    Reply
  6. velon dumay

    saya mencuci manual.. dengan air keran, tidak ada tandon di tempat saya.. karena tempatnya sangat sempit sekali saya hanya menggunakan satu ember untuk mencuci/membilas.. bilas sekali dengan air yang terus mengalir dari keran.. demikian saya ulang hingga bilasan ke tiga.. baru selesai… dengan kondisi ini mudah-mudahan suci pakaian saya.. Insya Allah

    Reply
  7. Fauzan

    Kalau menurut saya, untuk pakaian sholat dicuci untuk menghilangkan kotoran dan najis (istilahnya apa terserahlah bersih atau suci). Bisa saja dicuci pakai air panas atau air pewangi waktu bilasnya.
    Kalau untuk mencuci pakaian, tidaklah sama standarnya dengan air wudhu karena pakaian bersifat pisik, beda dengan wudhu disamping pisik dia juga mensucikan jiwa.
    Kecuali mencuci baju takwa, yang artinya memang non fisika.
    Mungkin yang dimaksud dalam artiket tsb. adalah baju taqwa.
    Wassalam
    Fauzan

    Reply
  8. ary

    kalau anda ragu.. ganti air 3 kali… sudah cukup mensucikan… jika ada najis di lantai tempat sholat.. siram dengan air satu timba baru dipel… dalam riwayat ada orang badui yg kecing di masjid.. niatlah mencuci untuk membersihkan najis dalam hati… bila anda was was.. silahkan baca surah an nas.. sepertinya penulis blog ini terkena penyakit was was… was was itu kerjaan syaitan…

    Reply
  9. umi ayyub

    Assalamu’alaikum pak ustadz bagaimana hukumnya jika pakaian kita diberi pewangi pakaian setelah pembilasan terakhir pada saat mencuci, tima ksh atas jawabannya…

    Reply
  10. Mustarim

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz Ini hanya sekedar pertanyaan org awam tolong di koreksi jika salah.
    Bagaimana dengan pakaian, tempat dan sarana lainnya di hasilkan dari misalnya uang korupsi. Karena banyak sekarang membangun mesjid dari hasil korupsi.terima kasih

    Reply
    1. Akhmad Tefur

      Wa alaikum salam, Pak Mus.
      Pakaian yang tidak halal menghalangi terkabulnya doa. Uang haram (korupsi) tidak boleh digunakan untuk beribadah atau membuat sarananya. Tapi, jika ada masjid yang sudah berdiri (dari uang korupsi), jangan dibongkat Pak! Manfaatkan saja. Ini yang pernah saya dengar dari kyai kita, Alm. Ust. Zaenuddin MZ

      Reply
  11. Anonymous

    Ini sangat betul . Memang begitu yg sharus nya di lakukan.. Bilasan trkhir di sucikan di bwah kran. :)

    Reply
  12. m.imron khanani

    ?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????

    alhamdulillah ini artikel sangat bermanfaat…dalam masalah shalat kita sudah semestinya berhati-hati.karena shalat itulah yang akan di pertanyakan pertama kali.jika syarat sah shalatnya saja tidak terpenuhi.maka masihkah kita berkata shalat kita sah….

    saya teringat hadits yang menjelaskan bahwa suatu ketika rasulullah melintasi pemakaman bersama sahabatnya…lalu berhenti dan bertanya kepada sahabatnya “tahukah kalian bahwa di dalam 2 kuburan ini ada orang yang disiksa kubur lantaran kesalah kecil menurut kita…”

    astaghfirullahal ‘adzhiiim…ternyata salah satu kesalahannya adalah kencing yang tidak tuntas dan air seni itu belepotan di pakaian yang dikenakan untuk shalat….

    terima kasih ustadz artikelnya sangat bermanfaat :)

    Reply
  13. wijilusanda

    kalo nyuci8 pakaian dan celana dalam dipisahhh,, akan lebih aman bagi pakaian untuk tudak terkena najis,,dan nyuci celana dalam pake cara diatas ?? bneneer ??

    Reply
  14. Abdul Qohar

    Ass ww.
    Berdasarkan pendapat yang ada di buku/kitab Sulam Safinah (Madzhab Syafii), agar dalam mencuci bisa mensucikan, maka untuk finishing/pembilasan, letakkan pakaian di bak/timba/wadah mencuci, lalu kucurkan air (yang suci dan mensucikan) pada pakaian di bak tersebut hingga penuh (kalau sampai tumpah airnya malah bagus). Sebaliknya, jika airnya yang dikucurkan di bak dulu, baru pakaiannya yang dimasukkan ke bak yg berisi air tersebut, maka belum bisa mensucikan.
    Jika menggunakan cara dikucurkan seperti Pak Ustadz Ahmad Tefur, malah bagus dan tentu saja mensucikan.
    Matur Nuwun, semoga bermanfaat

    Reply
  15. endah

    Ass pak ustad.. Saya termasuk pengguna mesin cuci satu tabung, saya selalu mencuci dengan fasilitas yg ada, yaitu pertama memasukkan pakaian semuua ditabung, kemudian mesin cuci menggiling baju2, mengeringkan, kmudian bilas, kering, bilans lagy, kering, dengan serangkaian, cuci bilas hingga ganti 3kali air di tabung, apakah baju2 itu masih najis, terimakasih. Wss

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Meskipun 3x ganti air, tapi air yang digunakan tidak memenuhi standard dua kulah. Untuk pribadi, saya menganggap bahwa cara ini belum bisa dipakai.

      Reply
  16. endah

    Ass. Maaf sebelumnya pak ustad, jika kita menggunakan mesin cuci, kemudian bilasnya msih harus manual, kan ribet, jadi apakah hal yg demikian tidak dimaafkan,, maaf kalau bahasanya kurang sopan,, terimakasih.. (Hanya ingin tahu lebih jelas)

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Meskipun 3x ganti air, tapi air yang digunakan tidak memenuhi standard dua kulah. Untuk pribadi, saya menganggap bahwa cara ini belum bisa dipakai. Jika ingin lebih berhati-hati dan aman dalam urusan ibadah, sebaiknya menggunakan air yang “suci – mensucikan” seperti diuraikan dalam artikel di atas.

      Reply
  17. fitra

    jadi kalau umpamanya kita mencuci pakaian lalu ragu apakah pakaian itu masih najis atau tidak bagaimana?lalu kita sadar bahwa itu hanyalah was was dari syetan.tapi kenyataannya memeng baju itu masi najis,dan saya sudah memakai baju majis itu untuk shalat

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>