Kepastian Hukum tentang Peringatan Maulid Nabi dan Hikmahnya

AkhmadTefur.com » tentang maulid nabi muhammad saw

Sahabat pembaca… Apa kabar?
hikmah peringatan maulid nabi muhammad sawAdakah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di tempat anda? Kata Mbah Google, tingkat pencarian kata: hukum maulid nabi (exp: hukum peringatan maulid nabi) adalah 590 per bulan. Ini artinya masih banyak yang belum tahu kepastian hukumnya!

So, apa hukum yang pasti untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad?
Menurut saya, hukum peringatan Maulid Nabi yang pasti adalah: tidak boleh bikin perpecahan umat! Pasti anda setuju, dong…

Sudahlah, mari kita ambil persamaannya saja, misalnya dalam semangat mencontoh Nabi. Saya yakin, bahwa “semangat mencontoh nabi” adalah persamaan kita. Kubu yang membolehkan dan membid’ahkan peringatan maulid nabi pasti sama-sama setuju akan pentingnya semangat mencontoh nabi. Ini sejalan dengan firman Allah:

hukum peringatan maulid nabi muhammad saw
Al Ahzab 21

laqod kaana lakum fii rosuulillahi uswatun hasanah

Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (QS Al Ahzab 21)

Karena itu, mari kita simak salah satu kisah Nabi Muhammad yang perlu kita teladani. Kisah ini pernah saya dengar dari ceramah Alm KH Zainuddin MZ yang kurang lebih kandungannya sebagai berikut:

Ada seorang kafir yang sangat-sangat membenci Nabi Muhammad SAW. Begitu sangat bencinya, sampai-sampai ia selalu mencaci-maki Nabi Muhamad setiap beliau lewat di sebuah jalan.

Tidak hanya caci maki, iapun meludahi Nabi, melemparinya dengan batu bahkan dengan kotoran. Tidak hanya sekali dua kali, tapi perbuatan si kafir ini dilakukan terus menerus setiap hari.

Hingga pada suatu hari… Nabi merasa aneh, karena hari itu Nabi tidak mendapatkan caci maki seperti biasanya. Hari berikutnya pun si kafir masih tidak kelihatan batang hidungnya. Akhirnya… mengertilah Muhammad bahwa si kafir yang biasa melemparinya sedang sakit. Maka Muhammad pun datang ke rumahnya.

Saat si kafir melihat kedatangan Muhammad, jantungnya makin berdebar keras, nafasnya makin tersengal, wajahnya makin pucat pasi… dia begitu sangat ketakutan karena Muhammad orang yang selama ini dia caci maki hari ini datang ke rumahnya.

Setiap langkah Muhammad makin mendekatinya, maka dia semakin pucat dan semakin ketakutan. Ia berfikir bahwa hari itu akan tamat riwayatnya.

Namun apa yang tejadi? Muhammad ternyata datang bukan untuk balas dendam. Dengan tangannya yang lembut Muhammad mengusap keningnya, dan menyapanya dengan ramah. Bahkan Nabi membawakan semangkok makanan.

Si kafir pun teramat lega… Hilang sudah rasa cemasnya, sirnalah rasa takutnya. Tapi kini muncul rasa baru, rasa haru dan rasa takjub yang luar biasa! Dengan dada bergemuruh dan bibir gemetar dia pun berkata:

Wahai Muhammad, akulah orang yang tiap hari mencacimu bahkan engkau pernah aku lempar dengan kotoran. Sudah beberapa hari ini aku sakit. Tapi tak seorang pun teman-temanku menengokku. Justru kamu adalah orang yang pertama menengokku. Orang yang selalu aku sakiti dan caci maki. Sungguh teramat mulia hatimu Muhammad. Maka, persaksikanlah wahai Muhammad, bahwa saya ingin masuk dalam agamamu…

Subhanallaah…
Inilah bukti bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang berakhlak tinggi. Inilah bukti bahwa ada sejuta hikmah jika kita mampu menahan dendam Inilah bukti bahwa Islam itu mulia, tinggi “ya’lu wala yu’la alaih” tinggi dan tidak ada yang melebihi tingginya

Di bulan Maulid Nabi ini, mari sama-sama kita tingkatkan semangat kita untuk selalu meneladani Nabi. Karena sesungguhnya dalam diri Nabi Muhammad adalah contoh yang baik (Al Ahzab 21).

Ingat lagi bahwa:

Perbedaan pendapat tentang hukum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pasti tidak boleh bikin perpecahan umat!

Kata Bang Haji Oma: STOP Perdebatan, STOP Pertengkaran… STOP Permusuhan, STOP!

Dan ingat sekali lagi:
Semestinya panutan dan tokoh idola kita serta untuk anak-anak kita itu bukan Spiderman. Bukan Superman, bukan pula Gatot Kaca… Tapi idola untuk kita dan untuk anak-anak kita yang patut dijadikan teladan adalah : Rasulullah Muhammad SAW.

Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini dapat membawa semangat baru, semangat cinta rasul serta semangat meneladaninya.

***
keyword: artikel islami hikmah bulan maulid nabi dan peringatan maulid nabi muhammad saw

SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

29 Replies to “Kepastian Hukum tentang Peringatan Maulid Nabi dan Hikmahnya”

  1. banyak kisah haru dan menakjubkan seperti itu ustadz, dan mestinya kisah seperti itu kita kisahkan/ceritakan setiap waktu dan setiap saat, kapanpun, bukan hanya di bulan maulid saja,terutama lagi adalah menjalankan semua sunnahnya (semampu kita )…..setiap detik, menit,jam, hari sampai ajal menjelang…tidak saja di bulan maulid….jazakullahu khairan

  2. Subhanallah Sangat bermakna!!! Semoga Berkenan Berkunjung ponpesulumulquran-stabat.blogspot.com Blog Alumnus PPUQ Stabat

  3. Semoga saja perdebatan di dalam islam tentang maulid nabi Muhammad SAW tidak akan terulang kembali, karena pada dasarnya kita semua baik yang membid’ahkan maupun yang tidak membid’ahkan, sama-sama meneladaninya.

  4. Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Alhamdulillah, saya sudah berkunjung ke blog antum.

  5. Bahasan ringan nan menentramkan….kalau bertanya jadi kesimpulannya menurut ustadz bagaimana? apakah acara perayaan Maulid Nabi Muhammad tsb ada tuntunan/diajarkan oleh Nabi sendiri?
    terimakasih ustadz

  6. semoga kita semua diakuai sebagai umatnya dan selalu mendapatkan syafaatnya amin. amibillah pelajaran setiap ada perbedaan diantara kita

  7. Subhanalloh….
    sungguh!!!… saya sangat tergetar membaca kisah diatas, karena akhlak mulia Nabi Muhammad SAW begitu tinggi, sikap kpd orang kafir saja begitu hebatnya dg perhatian yg luar biasa, tentu lebih hebat lagi kepada ummatnya yg sudah mukmin….
    Allohuakbar…..

    Tetapi saya sangat sedih akan kondisi ummat saat ini,
    jangankan kpd orang yg sdh jelas kafir, sikap kpd sesasam muslim pun sangat-sangat jauh dari akhlak Rosululloh….
    hanya krn perbedaan dlm hal “furu’iyah” sdh tidak mau saling sapa…
    Wahai saudaraku sesama mukmin dan muslim……
    marilah buka hati dan pikiran kita, agar kita bisa mencontoh akhlak Rosululloh…

    SARAN:
    Agar generasi muda kita terutama anak2 balita “TIDAK MENG-IDOLA-KAN” tokoh2 orang hebat yg sengaja dibuat orang2 kafir dalam bentuk film2 cartoon dan animasi, maka saya sangat mengharapkan kepada saudara-saudara kita yg ahli dalam hal Multimedia untuk bisa membuat film2 cartoon dan animasi dg cerita2 sejarah hidup dan akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.

  8. Begitu Mulianya Nabi Muhammad dengan sifatnya yang Beliau muliki, andaikata manusia pada umumnya bisa mencontoh sekian persen aja, insyaalloh kehidupan kita, rumah tangga kita, masyarakat kita bahkan negara kita akan tentram dan bahagia.

  9. assalamualaikum,,ustadz mmaaf…bukankan,,dalam amaliyah ibadah kita harus sesuai dengan tuntunan rosulallah,?dan bukan kah maulidan itu tidak pernah di contohkan oleh rosulallah,para sahabatnya,tabi`in,tabiuttabi`in,sdangkan kita tahu,,bahwa mereka adalah tiga generasi islam terbaik,,,dan mereka tidak pernah melakukan yang namanya upacara maulidan,,,lalu kenapa umat yang sekarang melakukanya,,?bukankah..itu perbuatan yang tidak di syariatkan,,dalam agama? trima kasih.

  10. Itu memang argumentasi yang susah dibantah. Kalau maulid Nabi dirayakan dengan ritual tertentu, dicampur dengan tradisi lokal, dirayakan berlebih-lebihan sehingga mengarah kepada penyembahan Nabi, mungkin tidak bisa diterima. Tetapi bagaimana kalau maulid Nabi dirayakan sewajarnya seperti kalau kita melakukan pengajian bersama, atau tausiah dengan fokus pada ceramah mengenai keutamaan akhlak, perjuangan Rasulullan SAW, tentu tidak ada salahnya. Kemudian apakah yang disebut dengan perayaan Maulid yang dianggap bidah itu ? Kalau kita memberikan ceramah sholat Jumat dengan tema tentang maulid Nabi, karena kemarin kebetulan bersamaan dengan hari Jumat, apakah itu termasuk bidah juga ? Harus dibedakan antara acara merayakan dengan ritual tertentu dengan acara mengingat maulid Nabi.

  11. Boleh dan tidaknya, menurut saya tidak usah diperpanjang, jangan perbedaan ini memecahkan persaudaraan kia, Kita perlu mengingat, bahwa telah lahir rasul pilihan Allah, agar bisa dijadikan suri tauladan untuk hidup kita, Jangan tercampur dengan adat dan kebiasaan , sehingga merepotkan dan terbebani. Kita [erlu meneladani dengan peringatan maulid itu. Dengan diadakan maulid saja masih banyak yang belum menjalankan syariatnya secara kaffah, bagaimana jika tidak ada, bisa jadi kita tidak pernah ahu ada rasululah , bagi umat kita ..

  12. Maulid nabi adalah Cinta dan sayang kita kepada junjungan kita Nabi Besar Muhamad SAW. dengan meneladani dan mencontoh sifat dan perbuatan beliau.insyaalah perbuatan itu lebih baik dari pada memikirkan boleh tidaknya.

    yg tidak memperbolehkanya tanda tanya ?

  13. Betapa mulya hati nabi yang teraplikasi dalam tindakannya. Sangat luar biasa yang harus kita ikuti.

  14. Terlepas ada kelompok yang pro atau kontra terhadap hukum memperingati maulid nabi Muhammad saw, menurut saya kalau hukumnya tidak ada dalam kitab suci Alqur’an atau hadist yang soheh, pertanyaannya sanggupkah seseorang membuat hukum tambahan guna melengkapi Alqur’an, karena inilah larangan Allah terhadap hambanya yaitu membuat hukum yang seakan akan kita sudah mampu mengatur kehidupan kita di muka bumi ini dengan sempurna. Adapun ahklak Rasul yang mulia itu merupakan hadist yang juga berasal dari Allah swt, akhlak nya itu yang sangat perlu kita ikuti semampu kita bukan memperingati kelahiran atau hal-hal yang bersifat zohir dari Rasulullah. Kalau ini dilakukan umat dengan prilaku yang terus menerus di tingkatkan bentuknya, tidak tutup kemungkinan penringatanya akan seperti kita memperingati hari raya. Kalau sudah demikian apa bedanya umat islam dengan umat nasrani yang memperlakukan Nabi Isa as sbg anak tuhan. Maaf kalau pendapat saya ini berseberangan dengan yang pro merayakannya.

  15. Bismillah..
    Maulid = hari kelahiran = natal.

    Dan Yang JELAS dan PASTI, maulid (natalan) tidak pernah dicontohkan dan tidak pernah menjadi bagian dari syariat atau ibadah pada generasi Rasulullah dan sahabat, dan seterusnya yang mengikuti mereka.

    Lagi pula mengenai hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam, ini terdapat banyak versi. Menurut Sejarah hidup/shirah Rasulullah di kitab Rohikum Makhtuum, berdasar pendapat yang terkuat baik dari ahli sejarah maupun ahli astronomi, beliau lahir pada Senin, 9 Rabi’ul awwal. Adapun tanggal 12 jatuh pada hari rabu di tahun kelahiran beliau.

    Namun perbedaan versi ini tidaklah pernah menjadi perdebatan panjang di kalangan ulama karena memang tidak ada hubungannya dengan syariat. Syariat Yang ada hubungannya dengan kelahiran adalah HANYA puasa sunnah di hari senin.

    Adapun tanggal 12 rabbi’ul awwal yang selama ini dimeriahkan dengan gegap gempita oleh sebagian saudara kita, secara pasti adalah tanggal meninggalnya beliau, atau tanggal kehilangan umat Islam khususnya sahabat di waktu itu sekaligus sebagai momentum tertutupnya wahyu dan penanda tidak adanya lagi syariat baru.

    Jadi, apa hukumnya perayaan maulid? Siapa pun akan mengakui kalau hukumnya bukan wajib, bukan pula sunnah.

    Yang menjadi renungan kita bersama saat ini adalah masalah perpecahan. Kalau mau jujur, justru perpecahan umat mulai ada sejak dimulainya perayaan maulid. Karena asalnya adalah tidak ada perayaan di jaman generasi terbaik, sehingga ritual, ibadah atau syariat apapun yang muncul setelah mereka maka itulah baing perpecahan.

    Semoga kita semua selalu mandapatkan tambahan ilmu dan beribadah dengan lebih baik dari hari ke hari.
    MAri bersatu dengan apa yang membuat umat ini bersatu secara benar sebagaimana dicontohkan generasi terbaik umat ini.

    Assalamu’alaykum warahmatullah..
    Barakallahu fiikum.

  16. saya kira sampai saat ini belum ada yg menyatakan bahwa maulid adalah syariat dan hukumnya sunnah (kl memang sdh ada sy perlu mendapatkan copinya untuk dipelajari lebih lanjut)akan tetapi kalau membaca sholawat itu anjuran yg tercantum di Al quran sudah pasti “shollu alaihi wasallimu taslima” dan sdh pasti dapat pahala

  17. BAGI YG MERAYAKAN MAULID NABI SEKALI2 NYANYIIN SELAMAT ULANG TAHUN DONG ATAU LAGU PANJANG UMUR…..?????

  18. “Amal pertama yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat. Dan barangsiapa yang baik shalatnya, maka baik pula segala amalan yang lain, dan barangsiapa yang rusak (ditolak) shalatnya, maka rusak (ditolak) pula segala amalan lainnya” (HR Thabrani)

    MERAYAKAN MAULID NABI DAN MERIAH TAPI SHOLAT SUBUH BERJAMAH DI MESJID GA PERNAH KELHATAN PENUH SAMPAI 3 SAFT ????? BODOH SEKALI KITA KALO MENDAHULUKAN YG GA JELAS TAPI MELEWATKAN SESUATU SUDAH PASTI BENAR …..TAUBATLAH WAHAI SAUDARAKU SEIMAN

  19. menurut saya benrbeda sekali subtansinya natal dan maulid, meski dalam pengertian etimologi dua kata mempunyai pengertian yang sama. Natal berangkat dengan persepsi Jesus/ Isa itu adalah anak Allah,sehingga terjadi pemahaman bahwa Isa adalah anak tuhan. Dan inilah menjadikan agama Nasrani menganggap Isa merupakan tuhan Anak yang dilahirkan oleh Mariam yang dianggap sebagai tuhan ibu, yang ketiganya dikenal dengan trinitas, maka secara akidah ini sangat bertentangan dengan prinsip monotheis dalam Islam. sedangkan maulid itu merupakan ekspresi kecintaan umat kepada nabi Muhammad, yang dilakukan adalah pembacaan sholawat dan kisah-kisah kehidupan nabi supaya dapat ditiru oleh umatnya, setelah itu dilanjutkan dengan tausiyah.saya tidak melihat penuhanan terhadap nabi Muhammad melalui ritual apapun.Maa bagi anda yang kurang sepaham coba sempatkan anda mengikuti acara maulid nabi, kemudian diamati kalau ada hal yang tidak anda mengerti tanyakan langsung kapada penyelenggara. sehingga tidak akan terjadi salah prasangka terhadap orang yang melakukan peringatan mauled nabi.

  20. Maulid Nabi agaknya memang sekadar momentum untuk sebuah gelaran acara dakwah, yang tentu saja sah-sah saja untuk diadakan; toh bukan jadi ibadah yang wajib dikerjakan. Persoalannya kemudian bagaimaa menjadikan Peringatan Maulid Nabi itu memiliki nilai dan kualitas bagi bangun kesadaran ummat dalam konteks hidup dan kehidupan, sehingga kita benar-benar memiliki nuansa kehidupan masyarakat yang berakhlakul karimah, sebagaimana misi kerasulan.

  21. Saya heran dgn sodara2 yg sibuk mempermasalahkan peringatan maulid Nabi SAW….jika semua hal2 baru dianggap bid’ah ya sudah hidup aja di hutan,tdk usah naik motor,mobil,tdk usah nonton televisi,tdk usah pake handpone,tdk usah naik pesawat……dsb…..
    Jika memang tdk setuju ya sudah jgn menyalahkan org yg memperingati nya….apalagi meng kafirkan….banyak hal2 yg lebih besar dan penting utk kita perjuangkan demi dakwah Islam….biarlah perbedaan itu akan menjadi dinamika dlm kehidupan Islam kita….dan biar Nanti di akhirat Allah yg menentukan apakah yg memperingati Maulid Nabi masuk neraka atau sebaliknya….
    Yg penting sekarang bagaimana kita umat Islam bersatu utk menghadapi gempuran2 budaya,dan ekonomi dari kaum kafirin yang bertujuan melemahkan dan menghancurkan umat Islam…tanpa memandang Mazhab,aliran dsb…..
    Jgn berfikiran sempit dgn hanya mempermasalhkan peringatan maulid Nabi yg sudah berlangsung lama…..
    Wassalam….

  22. subhanallah syukron bang dzaky

  23. saya setuju aja, maulid itu bukan rangkaian ibadah, tetapi muamalah. Digunakan untuk memotifasi kepada saudara seiman, agar meningkatkan kecintaannya kepada Rasulullah (Nabi Muhammad) dengan rajin melaksanakan shalat berjama’ah.

  24. Sesungguhnya perbedaan yang terjadi dalam masalah maulid Nabi SAW sudah sangat lama dan sudah sangat membuang energi yang besar sekali sehingga menghambat kemajuan Islam dan umatnya, oleh karena itu seyogyanya kita kembali ke 2 (dua) pusaka yang ditinggalkan beliau yaitu Al Qur’an dan al hadits sehingga dengan dua pusaka tersebut insyaAllah umat Islam akan berahlakul karimah seperti yang dicontoh- kan oleh beliau SAW ketimbang kita berkutat di tempat alias tidak maju-maju, saling menyalahkan. Terlepas dari itu semua mari kita bersama-sama menggalang persatuan demi menghadapi gempuran kaum kafirin dengan usaha-usaha mereka yang gencar melalui semua media massa dengan membuat idola-idola yang tidak Islami seperti avatar, superman & super-hero2 lainnya termasuk dari pewayangan semisal arjuna, srikandi dan lain-lain yang melalaikan hingga kita tidak merasa bahwa hal tersebut sedikit-demi sedikit meracuni sekaligus mengikis aqidah Islamiah kita. Saatnya kita sekarang BANGKIT seraya menguatkan keimanan kita demi kejayaan Islam, amin yaa Robb

Leave a Reply

Your email address will not be published.