Shalat Sunnah? Jangan Seperti Saya!

mutiara hikmah, mutiaras islam, kata hikmah, kisah hikmahSelama bertahun-tahun saya lakukan itu tanpa merasa bersalah sedikitpun. Suatu hari, alhamdulillah… saya merasa bangun dari tidur panjangnya. Saya menemukan kesalahan fatal terhadap apa yang selama ini saya lakukan. Ya, saat itu saya sadar ternyata saya melakukan yang seharusnya tidak saya lakukan.

Saya tidak memperhatikan hal yang besar, tapi justeru lebih tertarik pada hal yang lebih kecil. Saya tidak memperhatikan hal yang lebih penting, tapi justeru lebih tertarik pada hal yang lebih tidak penting.

Itulah pengalaman silam pribadi. Sekitar tahun 1980an, saat masih duduk di bangku SD, saya dimotivasi oleh seorang ustadz agar melakukan shalat malam (shalat hajat, shalat tahajud). Beliau menyarankan agar saya menghafal ayat kursi dan ayat terakhir surat Al Baqarah, dan membacanya ketika shalat qiyamul lail itu.

Karena termotivasi, sayapun menghafalnya dengan penuh semangat. Sayapun mulai rajin melakukan shalat malam.

Hingga suatu hari, saya disadarkan Allah bahwa selama bertahun-tahun saya memahami hal yang salah. Waktu itu, saya melakukan shalat sunnah tahajud, tapi tidak melakukan shalat Subuh berjamaah di masjid. Bahkan, kadang-kadang karena lebih mementingkan bangun malam untuk shalat sunnah tahajud, shalat Subuhnya malah jadi kesiangan.

Saya berfikir, sampai hari inipun masih banyak orang yang lebih mengutamakan shalat sunnah tahajud ketimbang shalat Subuh berjamaah di masjid. Padahal, shalat Subuh berjamaah di masjid jauh lebih utama ketimbang shalat sunnah tahajud itu. Karena, hadir tidaknya kita di masjid untuk melakukan shalat subuh berjamaah menjadi barometer tingkat keimanan kita.  Bukankah Nabi SAW sangat membenci orang yang tidak mau shalat berjamaah di masjid?

Bahkan, Nabi menyetarakan kita sebagai orang munafik jika tidak mampu menghadiri shalat berjamaah di masjid, sesuai hadits: “Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid untuk shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Shalat sunnah tahajud itu memang agung, usahakanlah untuk tetap melakukannya. Tapi, jangan sampai karena lebih mementingkan shalat tahajud malah kita tidak bisa shalat Subuh berjamaah di masjid… Apalagi sampai bangun kesiangan…  🙂

Bagi seluruh penggemar shalat malam, blogger, penulis buku, ustadz, atau siapapun kita yang ingin memberi motivasi tentang shalat malam, baik secara lisan maupun tertulis, jangan lupa untuk menyertakan pentingnya shalat berjamaah di masjid.

Setuju?

*****

  • another kw: tentang sholat, sholat sunnah, sholat berjamaah, sholat subuh, sholat shubuh, sholat tahajud, sholat malam
SILAKAN SHARE...
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  


public speaking

45 Replies to “Shalat Sunnah? Jangan Seperti Saya!”

  1. Assalamu’alaikum,

    Terima kasih, ustadz telah menyampaikan hal yang sangat berguna untuk mningkatkan kadar iman.

    Wassalam,
    LD

  2. Memang betul Pak Ustadz, ketika kita selesai shalat tahajud eh malah kesiangan shalat subuhnya..Trims sudah mengingatkan

  3. Terimakasih atas tusiyahnya Pak Ustadz, karena ini sangat bermanfaat sekali buat saya..

  4. Assalamualaikum ww.
    Saya setuju dengan ustadz bahwa amal yang wajib didahulukan, baru di iringi denga amal sunnat…terima kasih

  5. Saya sangat setuju sekali dengan Pak Ustadz, bahwasanya kita harus mendahulukan shalat wajib dari pada shalat sunnah.

  6. Betul betul betull pak..
    Ayo segera benerin niat dan ilmunya, ngaji dulu baru ngamal yach he..he
    Trims

  7. saya sering begitu ust..makasi udah di ingatkan..kadang saya bangun kesiangan buat subuh..hingga kelolosan terus jadi masuk solat duha..

  8. Itu artinya, lebih penting mengkampanyekan shalat berjamaah dibanding shalat malam.

  9. Wa alaikum salam wr wb.
    Yes, Pak.

  10. Usahakan shalat Subuh berjamaah di masjid dan shalat malam.

  11. Wa alaikum salam.
    Sama-sama, Pak LD

  12. Setuju sekali, Saat ini memang banyak yang lebih suka sholat tahajud ketimbang sholat subuh berjamaah di masjid. Sungguh kekliruan yang amat besar….

  13. Oalah salut deh dengan judul-judul artikel Pak AT yang sedemikian bombastis dan selalu bikin penasaran untuk membacanya.

    Kalau pakar membahas memang beda deh gaya bahasa dan point-poin yang diuatarakan, manteb dan ces pleng, menggigit tapi nggak bikin sakit hehehe

    Ditunggu tulisan2 inspiratif lainnya pak 😀

  14. setuju pak ustad, memang kita harus melaksanakan dan menyempurnakan yg wajib dahulu setelah itu yg sunnah kita kerjakan

  15. Terima kasih atas support yang anda berikan selama ini. Jazakallah khairan.

  16. la kalau kita tidak tahajut tidak dosa, tetapi kalau kita tidak sholat shubuh, masalah besar, kafir. dalam peristiwa ini masih sempat sholat subuh tetapi terlambat.dan tidak berjamaah. saya sarankan untuk sholat malam bisa dimulai kam 3 pagi, dan nggak usah tidur dan nanti langsung berangkat ke masjid seteelah selesai sholat malam. sekali lagi jangan bangun terlalu malam, paling pas menurut pengalam saya jam 3 pagi. bangunlah. supaya bangun tidak malas, maka pada malam hari jika sudah tidak ada urusan segeralah tidur, dengan harapan cepat tidur dan cepat bangun. insya allah akan rteratasi semuanya….. selamat mencoba

  17. setuju pak.., sholat berjamaah subuh di mesjid lebih besar faedahnya
    pernah seorang teman bercerita tentang ayahnya,
    jika ingin naik haji tanpa biaya maka lakukanlah sholat berjamaah di esjid selama 40 hari tanpa terputus, selama melakukan itu ada saja halangan menjelang genap 40 hari, kegiatan itu di ulangi oleh ayahnya selama 2 tahun sampai dia lupa bahwa tujuan solatnya untuk naik haji, tetapi sudah menjadi kebiasaan.
    dan alhamdulilah setelah mengerjakan sholat subuh jamaah dengan kesadaran dan tidak lagi mengharapkan dapat imbalan naik haji, tanpa di sangka dan di nyana beliau dapat rejeki yang bisa memberangkatkannya ke tanah suci.
    begitu mulianya berjamaah subuh, dan saya masih sangat sulit dan terus berusaha, insya Allah.

  18. Terima kasih atas sharingnya.

  19. Ustadz..apa shalat berjamaah di mesjid itu hanya shubuh dan Isya? lalu maghrib, dhuhur dan ashar ga perlu ke mesjid atau dimusholla saja? Thx

  20. Shalat berjamaah 5 waktu di masjid. Di antara 5 waktu tersebut, waktu Subuh dan Isya adalah yang paling utama.

  21. setuju ustad mendahulukan yang wajib ketimbang yg sunnah

  22. Assalamu ‘alaikum wr wb.

    Wah rupanya mirip sama dengan pengalaman saya Ustadz. Dulu saya juga kadang-kadang bangun malam untuk shalat malam, tapi paginya mau shalat subuh beraaaat sekali.

    Tapi sekarang Alhamdulillah, dengan saya sudah jadi member di ShalatSempurna.com semangat untuk shalat berjamaah itu selalu on. Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada saya untuk selalu istiqomah shalat berjamaah di masjid 5 kali sehari.

    Oh ya Ustadz, saya sudah download buletin GPKSB itu sampai no. 12, yang nomor 13 dan seterusnya belum ada ya? Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada Ustadz untuk segera menyelesaikan buletin itu sampai dengan no. 40.

    Ayo sebarkan semangat dakwah, shalat berjamaah dan hidupkan silaturahmi ke saudara-saudara kita.

    Wassalam wr. wb.

  23. Wa alaikum salam wr wb.
    Betul, Pak… Di Masjid Bapak sudah edisi ke berapa? Insya_allah akan diselesaikan. Terima kasih dukungan dan doanya.

  24. alhamdulillah, saya bisa rutin tahajud tiap malam sejak SD hingga saat ini
    tanpa meninggalkan sholat tahajud saya masih bisa tetap sholat subuh berjamaah
    kalau bisa dilakukan keduanya, mengapa harus meninggalkan salah satunya??
    bukan begitu??

  25. kenapa saya sdh sekitar 10thn sering tahajud, puasa, dhluha, wirid tp nasib saya tetap suram. Saya nganggur dan jomblo sangat lama. Rasa nya nyari jodoh dan rejeki semakin sulit saja krn umur semakin tua. Dulu saat saya msh kerja saya sering dijahati teman shg saya tdk betah dan keluar dari perusahaan. Dulu saya kalau nyari jodoh sering dijahati teman shg saya sering gagal dpt jodoh. Kata kyai penyebab semua kesialan saya krn dulu alm kakek dan alm uwa saya gemar belajar ilmu kesaktian. Anak cucu yg menanggung karma nya.

  26. Izinkan saya memberi sedikit masukan untuk anda:
    1. Jangan menyalahkan orang lain dengan menganggap bahwa ini karma dari kakek atau orang lain, lebih baik fokus kepada memperbaiki diri
    2. Selalu berprasangka baik pada Allah. Allah itu Maha Baik, Maha Bijak, Maha Adil, Maha Kuasa, dll. Jangan sekali-kali mempertanyakan “kenapa Allah tidak adil pada saya?” itu namanya prasangka buruk.
    3. Tetap sabar dalam menghadapi ujian tersebut
    4. Gali semangat baru, perbaiki kualitas diri, terus berusaha,dan berdoa dan tawakal.
    Insya Allah berkah

  27. Utk saudaraku Guff izinkan sy membantu sedikit. Penyebab masalah anda tsb itu adalah dikarenakan paradigm ( ie self concept, belief system ) anda sendiri. Anda hrs merubahnya jika ingin hidup anda berubah. Coba anda search di YouTube dgn kt kunci “Bob Proctor how to change your paradigm”, pelajarilah lalu praktekan selama minimal 90hr.
    Namun jangan lupa kunci utamanya, yaitu dawamkan sholat subuh berjamaah SETIAP HARI di masjid ( tdk bisa klo hanya sekali tempo ), dan JGN tidur lg setelahnya. Lebih lanjut sy sarankan anda baca buku ” Million dollar habits by Brian Tracy” utk memperbaiki ikhtiar lahiriah anda ( krn klo hanya memperbaiki ikhtiar batiniah/Ibadah sj maka tdk bisa). Lakukan dgn tekun, dijamin hidup anda bakal berubah menjadi jauh lebih baik, insya Allah.
    Semoga dpt membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.