300 Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya

300 amalan yang pahalanya terus mengalirTadi malam saya memberikan tausiyah singkat di sebuah rumah duka. Saya memulainya dengan melontarkan pertanyaan: “Bapak Ibu yang saya hormati… ada berapa amalan yang pahalanya terus mengalir?”. Sebagian kecil hadirin menjawab “tiga”. Yang lain beku, rupanya enggan menjawab pertanyaan mudah ini. :)

Untuk memancing semua hadirin buka mulut, saya melanjutkan pertanyaan dengan full power.

“Baik, jadi amalan yang pahalanya terus mengalir ada tiii…….?
“Gaaa……” Kali ini seluruh hadirn kompak menjawabnya. Ini yang disebut dengan simple ice breaker, cara paling mudah untuk memecah kebekuan.

Tapi saya segera menimpalinya dengan mengatakan:
Tiiigaaa raaatuuus….!!!

Hah…! Semua hadirin kaget mendengarnya…. Ada juga yang bingung bin bengong. Bahkan ada yang berteriak “Kok tiga ratus!?”

Kemudian saya perkuat dengan penegasan repetisi.
“Amalan yang pahalanya terus mengalir ada tiga ratus…, bukan hanya tiga, Bu…”
“Amalan yang pahalanya terus mengalir bukan hanya tiga…, tapi tiga ratus, Pak…. Bahkan lebih!”

Hadirin semakin bengong…

“Sekarang mari kita hitung .. yang pertama adalah shadaqah jariyah, yang kedua….?” Saya pancing pertanyaan agar suasana tausiyah lebih hidup.

“Ilmu yang bermanfaat” Jawab hadirin.
“Yang ketiga…?” Saya bertanya lagi.
“Anak shaleh yang mendoakan” Hadirin meneruskan.
“Yang keempat…?” Saya diam sejenak untuk membuat tausiyah makin diminati.
Seperti dugaan saya, tak seorangpun dapat menjawabnya. Anda juga? He he …
Semua trik di atas memang sengaja saya lakukan untuk menciptakan presentasi menarik. :)

Terbukti: sampai di sini seluruh hadirin pasang telinga, tak ada yang ngobrol dewek-dewek. Sangat antusias mengikuti tausiyah yang bikin penasaran itu.

Lanjut ya, cerita tausiyahnya…

“Yang keempat sampai ketiga ratus, ini berdasarkan sebuah hadits Nabi yang berbunyi: Ketika seorang hamba sedang sakit atau bepergian, maka baginya ditulis seperti amal yang dikerjakannya ketika dia mukim dan sehat (HR Bukhari).

Jadi seandainya kita setiap hari baca Al Quran, kemudian kita sakit sehingga tidak bisa membacanya, maka pahala baca Al Quran akan terus kita dapatkan.
Demikian juga jika kita rutin puasa sunnah, puasa Senin Kamis, puasa mutih (ayyamul bidh tgl 13, 14, 15 bulan Hijriah), shalat berjamaah di masjid, dll. Jika kita sakit, baik sebentar atau sakit yang bertahun-tahun, maka pahala amalan-amalan tersebut akan terus mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya.

Termasuk jika kita setiap hari pergi dengan membaca doa Bismillahi tawakkaltu alallah laa haulaa walaa quwwata illa billaahil aliyil adhiim. Lalu kita sakit dan tidak bisa bepergian dengan doa harian tersebut, maka pahala amal itupun akan tetap mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya.

Nah, baru apabila seseorang meninggal maka terputuslah seluruh amalnya yang 297 itu, sisanya tinggal tiga hal yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan. Sesuai hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim.

Hadirin yang berbahagia, tentu kita sering melihat orang-orang yang sakit berkepanjangan. Sakit bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun. Betapa ruginya mereka jika semasa sehatnya tidak memiliki amal-amal rutin. Bagaimana jika hal ini menimpa diri kita sendiri?”

Oleh karena itu, mari kita perbanyak amalan-amalan rutin. Karena pahalanya terus mengalir walaupun kita tidak mengerjakannya karena sakit atau safar.” ***

Bagi yang masih sehat, jangan lupa share Blog Artikel Islami ini secara rutin yah… :)

Rekomendasi : Ebook Rahasia Presentasi Sukses dan Teknik Presentasi Menarik

Untuk input kami, jika anda suka artikel ini : Klik 'Like'
Dan jika ingin ikut berbagi ke teman : Klik t / f / M

107 thoughts on “300 Amalan yang Terus Mengalir Pahalanya

  1. Anonymous

    ass. pa ustad kalo tdk keberatan tolong redaksi hadistnya di sertakan biar lebh mudah dan saya ga penlu mencari di kitab bukhori dan muslim..makasi ya pak ustad.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      wsww. Maaf, blog ini belum ada fasilitas untuk menulis huruf Arab. Ini redaksi haditsnya: “Idzaa maridhol ‘abdu aw saafaro kutiba lahu mitslu maa kaana ya’malu muqiiman shohiihan” (HR Bukhari) .

      Reply
  2. Abu Tholib

    KAMI SANGAT SETUJU PAK USTADZ
    SEMOGA ANDA SELALU DIBERI PETUNJUK MENYEBARKAN ILMU-ILMU YANG BERMANFAAT, AMIEN

    Reply
  3. iwan

    Assalamu’alaikum ustadz,
    kalau boleh mohon disebutkan hadits no. Berapa agar ana dapat membacanya.
    Kalau boleh tausiyah ini mau ana sampaikan ke teman2 ana.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Silakan pak. Ana ambil hadits tsb dari Riyadushalihin, di sana tidak disebutkan nomor haditsnya. Bunyi haditsnya: “Idzaa maridhol ‘abdu aw saafaro kutiba lahu mitslu maa kaana ya’malu muqiiman shohiihan” (HR Bukhari) .

      Reply
  4. rie champtet

    alhamdulillah ternyata banyak sekali amalan2 yang pahalanya tetap mengalir yang sama sekali kita tidak tau, saya sendiri td sebelum baca berfikir juga cuma 3 ee ternyata 3 rts.

    Reply
  5. rody

    Emaang benar lebih dari tiga bahkan mungkin lebih dari 300,karna hadistnya tidak menyebut secara jelas jumlahnya,tetapi secara esensi bahwa amal dilipat gandakan,

    Reply
  6. yatiman

    Ass Wr Wb.Mas Ustad.akan kusampaikan ke sesama MUSLIM khususnya ditempatku.Mas Ustad saya mau tanya dosa besar yaitu yina, dan sirik apakah bisa di beri maaf dari Allah SWT seumpama yang bersangkutan berzina sampai 100 kali bahkan lebih dan dia terus bertobat apakah ALLAH SWT masih mau memaafkan? Nuwun Wass Wr Wb.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb. Bisa, insya_allah jika semasa hidupnya bertaubat dengan sungguh-sungguh.

      Reply
  7. rody

    InsyaAllah dosanya bisa diampuni,walau dosa seluas laut dan setinggi gunung karna Allah maha pengampu n lagi maha pemberi tobat,dengan catatan dosa tidak diperbuat lagi,dan harus menjalani tobatan nasuha,bukan tobat sambal

    Reply
  8. noname

    pas ustads, disitu ditulis amalan puasa mutih, saya ingin tanyakan apakah benar ada amalan puasa mutih dalm islam ? setahu saya Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan puasa mutih seperti yang dilakukan oleh para penganut kejawen atau yg sedang mengikuti ilmu kebatinan

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Yang dimaksud puasa mutih di situ adalah puasa sunnah 3 hari di hari-hari yang terang bulan (tengah bulan). Karena terang bulan, maka hari-hari itu disebut sebagai hari-hari putih, atau bahasa Arabnya “Ayyamul Bid”

      Reply
  9. Nelly

    Subhanalloh,ana tertarik juga agar bisa memberikan tausiah menyentuh dan menarik. semoga manfaat…undang-undang ana dong ustad, mau juga nich mengikuti jejak ustad jadi public speaking yang handal dan hebat serta bisa toucheable ame audiece.bravo ustad.

    Reply
  10. hana

    ass. p ustad yg mau sy tanyakan adalah,,bgmn hukum nya zakat. dgn jumlah uang
    contoh nya sy kerja sbgi karyawan swasta di garment, yg berpenghasilan upah normal perbulan nya.
    nah yg sy tanyakan disini . brapakah zakat yg harus sy keluarkan dlm pertahun nya…
    sementara uang gajih itu paspasan dgn pengeluran sy perbulan nya ..? mhn penjelasan nya. ttrimakasih pk ustad sblm nya.

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Zakat mal dibebankan 2,5% dari penghasilan bersih (setelah dipakai untuk kebutuhan primer). Itu pun jika penghasilan bersihnya mencapai nisab (jumlah tertentu). Jika penghasilan anda hanya cukup untuk kebutuhan primer (makan, pendidikan dan pengobatan – tidak termasuk cicilan motor, dll) maka anda tidak wajib mengeluarkan zakat mal. Adapun zakat fitrah, anda tetap wajib membayarnya

      Reply
  11. yunira

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Ustadz, ayah saya sudah hampir 3 thn ini menderita katarak. Beliau tdk mau dioperasi lagi krn sebelumnya sdh pernah dioperasi. Yang saya tanyakan,bgm ttg kewajiban tilawah Qur’annya? Tahun pertama, beliau mash bisa baca, thn kedua sdh diganti dg mushaf ukuran besar, tp thn ketiga ini beliau sdh tdk bisa lagi. selama ini saya memotivasi dengan menyediakan murrotal Al Qur’an agar beliau masih bisa mendengar bacaan Qur’an dan muroja’ah hafalannya. Bgm pendapat Ustadz?jazakumullah khoiron katsiron

    Reply
    1. Akhmad Tefur Post author

      Wa alaikum salam wr wb.
      Insya_allah itu cara yang baik untuk Bapak. Tetaplah istiqamah dalam membahagiakan dan memuliakan beliau.

      Reply
  12. annisa

    ustadz mohon ijin copaz masukin ke blog saya.. agar bisa lebih banyak para muslimin dan muslimat yang memiliki amalan rutin..

    Reply
  13. basuni ahmad jogja.

    ass.ww mohon dijelaskan juga tdk hanya pahala amal jariah. juga dijelaskan dosa jariah. misalkan qt salah pilih wakil-wakil yg pada ahir berbuat korupsi atau berbuat zhalim dan atau menyakiti rakyat ! ini adalah salah satu tamsil matur nuwun

    menurut ustaz sesuai dg sunnah harus bagaimana sebaiknya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>