Jadikan Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu!

Ini adalah sambungan ceramah Islami pada posting sebelumnya yang berjudul “Turut Bergembiara atas Wafatnya Tetangga.” Mohon simak baik-baik terjemahan Al Baqarah 155-157 ini:

ceramah islami“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa (kematian) dan buah-buahan. dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

“Wabasyir”, artinya berikanlah kabar gembira! Inilah alasan yang syah, mengapa jika ada orang yang meninggal kita ucapkan “Turut berbahagia”

Continue reading

Turut Bergembira atas Wafatnya Tetangga

ceramah islami singkatBulan Rajab yang lalu ada tetangga saya meninggal dunia. Saya ingin share ceramah Islami singkat yang saya sampaikan di sana. Ada sedikit tambahan dan penjelasan terkait dengan teknik presentasi menarik. Semoga bermanfaat untuk sahabat-sahabat saya khususnya para penceramah, da’i, mubaligh, ustadz dan sahabat muslim pada umumnya.

Dalam ceramah Islami singkat di rumah duka ini, saya mengawalinya dengan ucapan berikut:

Hadirin yang saya hormati, saya mengucapkan turut bergembira atas meninggalnya Bapak Fulan bin Fulan….”

Saya berhenti sejenak menyapu pandang (eye contact) seluruh hadirin. Semua diam, nggak ada yang protes. Sebagian wajah menyimpan tanda tanya. Ada yang bengong dan yang cengar-cengir mendengar ucapan saya yang “keliru” itu.

Kemudian saya tegaskan…
Continue reading

Al Quran Bicara tentang Waktu

Ayat ayat al quran tentang waktu

Dalam posting sebelumnya telah dibahas tentang Ayat Ayat Kiamat dan  Al Quran tentang Doa (ayat-ayat doa), maka kali ini saya mengumpulkan beberapa ayat Al Quran tentang waktu (ayat-ayat waktu). Mari kita simak baik-baik firman-Nya….

 

Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji (QS 2:189)

 

dan yang memohon ampun di waktu sahur . (QS 3:17)

Note: ayat ini menerangkan tentang waktu istimewa (mustajab) untuk berdoa, yaitu di sepertiga malam terakhir. Termasuk berdoa memohon ampun.

 

Dan peliharalah dirimu dari hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (QS 2:281)

 

Continue reading

Menyikapi Waktu III – Tamat

Artikel menarik tentang waktu dan demi waktu bagian III – Tamat

balap sepeda artikel menarik tentang waktuCoba renungkan, andai di sebuah lomba balap sepeda, dalam 1 detik A dapat mengayuh 1 putaran pedal, B dapat setengah putaran, dan C sanggup sampai dua putaran. Maka siapa yang menjadi juara? Tentu si C bukan? Ya, sebab pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak ketimbang yang lain.

Begitu juga dengan kita, makin banyak kebaikan yang dilakukan dalam waktu yang sama, insyaAllah kita akan lebih dekat dengan kesuksesan. Persis dengan apa yang anda lakukan saat ini, pada saat yang sama ada yang sedang tidur, sedang di WC, sedang bermain atau mungkin bermaksiat atau apa saja, dan pada saat akhir membaca tulisan ini. Maka, hasilnya pun berbeda-beda tergantung dari apa yang dilakukan, dan anda insyaAllah beruntung karena telah mendapat ilmu yang mahal yaitu bagaimana mengelola modal hidup ini, yakni waktu.

Continue reading

Menyikapi Waktu II

Lanjutan dari artikel menarik “Menyikapi Waktu I” KH. Abdullah Gymnastiar – MQ AA Gym detik.com dengan kata kunci : tentang waktu demi waktu dan menyikapi waktu

 
Imam Syafii berkata bahwasanya, “Cukuplah hanya dengan Surat Al Ashr, Al-Quran sudah terwakili”. Subhanallah, demikianlah pentingnya waktu dalam pandangan Allah.

artikel menarik tentang waktuAda kisah menyebutkan bahwa suatu saat Khalifah Umar bin Abdul Aziz sesampai di rumah setelah mengurus jenazah Sulaiman bin Abdul Malik kakeknya, ia (Umar) sedang istirahat tidur-tiduran di ranjang, kemudian datang anaknya Abdul Malik, dan ia bertanya: “Wahai Amirul Mukminin, apakah gerangan yang menyebabkan anda berbaring di siang hari bolong ini. Jawab ayahnya; “Aku lelah, aku perlu istirahat”. Abdul Malik berkata; “Pantaskah anda beristirahat sementara banyak pekerjaan yang mesti dikerjakan, lihat di sana rakyat yang tertindas memerlukan pertolonganmu.” Jawab ayahnya, “Semalam suntuk aku menjaga pamanmu dan itulah yang menyebabkan aku istirahat, nanti setelah shalat Dhuhur aku akan mengembalikan hak-hak mereka”.

Lalau anaknya bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapa yang bisa menjamin anda hidup sampai Duhur. Bagaimana jika Allah menakdirkan anda mati sekarang?” Kemudian Umar bergegas bangun dan pergi membawa 1 karung gandum, lalu mencari orang yang kelaparan.

Continue reading