Trik Nyentrik: Pilihlah Sayuran yang Ada Ulatnya!

Artikel menarik kali ini adalah tentang trik yang terlihat aneh, di luar kebiasaan. Dan saya rasa anda tidak pernah mendengar sebelumnya. Anda akan kabur mendengar trik ini jika tidak saya jelaskan latar belakang (sebab) dan latar depannya (akibat).

Pilihlah Sayuran yang Ada Ulatnya
Artikel MenarikInilah yang saya maksud dengan trik aneh itu! Setiap orang yang pergi ke pasar untuk berbelanja sayuran, pasti mereka akan memilih sayur yang bersih dan tidak ada ulatnya. Betul? Saya yakin termasuk anda :)

Tapi ternyata, justeru memilih sayuran yang bebas ulat adalah pilihan yang salah! Kenapa? Ini penjelsannya….

Setiap pebisnis, sudah tentu ingin meraup keuntungan semaksimal mungkin. Begitu juga dengan para petani sayur. Dalam proses menanam dari mulai pembibitan, perawatan hingga panen para petani akan selalu berusaha agar hasil panennya maksimal.

Salah satu yang dapat mengancam kualitas dan kuantitas panen adalah ULAT! Kehadiran ulat selain menurunkan kualitas sayuran, jumlah panen pun dapat menurun derastis. Tidak heran, jika para petani berjibaku memerangi ulat segencar-gencarnya. Cara paling ampuh dan murah adalah dengan menyemprotkan pestisida kimia, bahan kimia beracun untuk membunuh musuh petani.

Continue reading

Mutiara Hikmah : Trik Ide Motivasi Pilihan

Trik Ide Mutiara Hikmah MotivasiSudah gabung di Fan Page Trik Ide Motivasi? <- Klik saja, kalau belum! Hari ini saya ingin memuat beberapa Mutiara Hikmah yang pernah dimuat di halaman tersebut. Ini dia…

Bencana dan Keberuntungan, Sama Saja!
Belum tentu yang kita anggap “Bencana” itu buruk
Belum tentu yang kita anggap “Untung” itu baik
Baik dan buruk yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu.
Maka, diperlukan sikap yang “SAMA” dalam menghadapi bencana dan menerima keberuntungan, yaitu:”Prasangka Baik” atau husnudhon kepada Allah Sang Maha Bijak.

Ada bait puisi (Alm) Rendra yang menyiratkan hal itu:
…… bencana dan keberuntungan, sama saja!
Langit di luar langit di badan bersatu dalam jiwa.

 

Ide Praktikum Hari Ini
Tulislah angka “6” di telapak tangan anda.
Lalu perlihatkan pada teman anda.
Tanyakan: “Ini angka berapa?”
Pasti temanmu akan menjawab angka 9.

Padahal angka yang anda tulis adalah angka 6.

Lalu anda dan teman anda sama-sama “ngotot”
bahwa “Sayalah yang benar!”

Sobat….
Continue reading

3 Dzikir Penting dalam Takbiran

Posting ini merupakan lanjutan Khutbah Idul Adha yang saya tulis sebelumnya dengan judul “Setting Paradigma Baru untuk Idul Qurban.”
3 jenis dzikir dalam lafadh takbiran :
1. Allahu Akbar 3x (dzikir takbir)
2. Laa ilaaha illallahu Allahu akbar (dzikir tauhid)
3. Allahu akbar, wa lillahil hamdu (dzikir tahmid)
Penjelasan dzikir pertama (dzikir takbir) dapat dibaca di teks khutbah Idul Adha sebelumnya.

teks khutbah idul adha iedul qurbanSidang Ied yang berbahagia…
Kemudian, dzikir kedua dalam takbiran adalah “dzikir tauhid” Laa ilaaha illallah. Dzikir tauhid bertujuan untuk mengukir keyakinan tentang keesaan Allah. Allah itu tidak ada tandingannya, Allah itu tidak boleh diduakan. 

Laa ilaa ha illallah. Tiada tuhan selain Allah. Tuhan adalah sesuatu yang disembah, dipentingkan, ditakuti, diharap, dicintai dsb….
Karena itu, Laa ilaaha illallah juga berarti tiada yang lebih dicintai selain Allah. Tiada yang lebih ditakuti selain Allah, tiada yang lebih dipentingkan selain Allah.

Saat ada yang korupsi dan merasa aman karena tidak ada yang tahu. Bukankah ini artinya dia lebih takut kepada manusia ketimbang Allah yang Maha Melihat? Bukankah seharusnya tiada yang lebih ditakuti selain Allah?

Saat kita membaca koran, kemudian ada panggilan Allah hayya ala shalah dan kita tetap asyik membaca koran, enggan shalat berjamaah, itu artinya koran lebih dipentingkan daripada Allah. Maka dalam hal ini dzikir tauhid kita adalah nol besar. Bukankah semestinya laa ilaaha illallah itu tiada yang lebih dipentingkan selain Allah? Tapi mengapa koran lebih dipentingkan ketimbang Allah.

Karena itu, dalam takbiran kita diingatkan dengan dzikir tauhid. Agar kita selalu ingat bahwa tiada Tuhan selain Allah. Tiada yang lebih dicintai selain Allah. Tiada yang lebih ditakuti selain Allah, tiada yang lebih dipentingkan selain Allah.

Continue reading

Khutbah Idul Adha : Setting Paradigma Baru untuk Idul Qurban

Berikut adalah Teks Khutbah Idul Adha yang kemarin saya sampaikan di Masjid Nurul Huda Tegal. Masjid ini adalah salah satu perintis GPKSB, Gerakan Shalat Berjamaah Indonesia. Semoga dengan dimuatnya teks khutbah Idul Adha ini, kita dapat memberikan warna baru di Idul Adha mendatang.

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Jamaah id rohimakumullah
Tiada kata yang paling indah diucapkan di pagi ini selain takbir, tahmid dan tahlil. Karena atas rahmatnya, dari sekian milyar manusia yang ada di bumi ini kita terpilih sebagai orang yang beriman. Itulah mengapa kita datang ke masjid ini untuk bersama-sama melaksanakan shalat Iedul Adha. Hari raya yang paling agung bagi ummat Islam. Hari raya Idul Qurban.

Teks Khutbah Idul Adha - Idul Qurban

Masjid Nurul Huda, Perintis GPKSB Indonesia | www.gpksb.wordpress.com

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Sidang Id yang bernahagia…
Khatib mengamati bahwa ada DUA pemahaman yang keliru, dan perlu diluruskan terkait dengan Idul Adha. Karena itu, pada kesempatan ini khatib ingin menyampaikan hal tersebut beserta alasan-alasannya, agar kita semua dapat memetik manfaatnya. Mari kita setting paradigma baru yang benar dalam menghadapi Idul Adha atau Idul Qurban.

Kekeliruan pertama adalah…
Banyak orang yang menganggap bahwa Idul Adha adalah Lebaran Haji atau Hari Raya Haji. Maksudnya hari raya bagi orang-orang yang sedang berhaji, atau hari raya milik orang-orang yang sudah berhaji. Jadi bagi orang-orang yang belum haji merasa bahwa hari raya Idul Adha ini bukan miliknya. Padahal, yang benar Idul Adha adalah Hari Raya Muslim…. Hari Raya milik seluruh umat Islam, bukan milik orang yang sudah berhaji saja.

Jika sampai hari ini di antara kita masih ada yang memahami secara keliru bahwa Idul Adha adalah Lebaran Haji, yang maksudnya adalah hari rayanya para haji… maka pasti tingkat penghargaan kita terhadap Idul Adha akan jauh lebih tipis. Karena tidak merasa memilikinya.

Sekali lagi, bahwa semestinya Idul Adha adalah hari raya milik kita semua.

Allahu akbar 3x wa lillahil hamd. Sidang Id yang bernahagia…
Kemudian kekeliruan yang kedua adalah:
Continue reading